Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
33. Kapan Erina sadar?


__ADS_3

Satu buah batang rokok bertengger di antara jari tengah dan jari telunjuknya, beberapa kali benda bernikotin itu ia hisap hingga menimbulkan kepulan asap. Sebenarnya sudah beberapa tahun ini Rean berhenti merokok, setelah putrinya lahir, Raina melarangnya untuk menyentuh benda bernikotin itu.


Meksi pandangan matanya tertuju pada bangunan-bangunan yang menjulang, tetapi tatapanya itu terkesan kosong.


Rean memutuskan untuk menginap di sebuah hotel dari pada harus pulang ke apartemen Erina.


Ceklek,


Pintu terbuka menampakkan sosok Erina dengan wajah masamnya. Erina mengikuti Rean sedari tadi dan sampailah ia disini.


"Ngapain kamu kesini?"


"Kamu yang ngapain? Seharusnya kan kamu ke apartemen bukannya malah tidur dihotel."


"Keluar!"


"Mas, kamu kenapa sih jahat banget sama aku? Aku nggak pernah dapat nafkah batin dari kamu, kamu selalu kaya gini? Kapan sih kamu mau anggap aku ada? Kapan kamu mau anggap aku jadi istri kamu?"


Rean menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Kamu mendingan keluar deh!"


Rean sedang tidak memiliki mood sama sekali untuk beradu mulut dengan Erina, ia sudah lelah.


"Aku nggak mau Mas!"

__ADS_1


Rean melangkahkan kakinya ke balkon hotel yang hanya dibatasi oleh kaca dengan ruang kamar hotel. Bertengger di pembatas, menikmati angin malam yang mulai menggelitiki kulitnya.


"Mas—"


Erina mengikuti langkah Rean menuju balkon, dirinya yang ingin mengeluarkan kalimat langsung urung melihat wajah Rean yang terlihat tak bernyawa. Malam ini lelaki itu terlihat sangat berbeda, seakan sudah berada dalam puncak keputusasaannya.


"Aku nggak bisa hilangin Raina dari hatiku, kita emang udah setahun nikah. Tapi maaf, aku nggak ada perasaan apapun ke kamu."


Ibaratkan kita pecinta bakso, jika diatas meja ada bakso dan dan nasi rames tentu kita akan memakan baksonya.


Selama menikah dengan Erina sedikitpun Rean tidak ada perasaan untuk Erina, ia tidak melirik wanita itu sedikitpun meski Erina sudah berusaha. Brengs*k memang tetapi Rean memang tidak bisa berpaling dari Raina, seakan nama Raina sudah terpantri di hatinya, tidak akan lepas apalagi hilang.


Rean menikahi Erina hanya sebatas rasa tanggung-jawabanya karena ia akan lebih brengs*k jika pergi begitu saja.


"Mas Rean kamu tega banget sih sama aku."


"Aku bakal bikin kamu jatuh cinta!"


Rean menggeleng, "Kamu cantik, kamu harusnya bisa temuin orang yang kamu cintai dan mencintai kamu kembali. Dan orang itu bukan aku Erina."


Mengemis cinta seseorang yang sudah memiliki orang lain dihatinya tentu saja seperti menunggu hujan di musim kemarau, tidak akan datang dan kalau datang pun itu hanya keajaiban.


"Mas!"


"Coba lihat ke hati kamu, apa kata hati kamu? Apakah kamu benar-benar cinta sama aku?"

__ADS_1


"Kamu nih ngomong apa sih Mas!"


"Kita udah dewasa, dan kita tahu cinta dihati kita ini bukan cinta membara yang menghalalkan segala cara."


Erina terdiam, ia menjadi bimbang tentang hatinya, hatinya tidak menjawab perasaan apa yang ada untuk Rean.


"Kita sama-sama mulai lembaran baru, aku bakal cariin kamu pekerjaan yang bagus dan kalau perlu aku kenalin kamu ke temen-temenku yang belum nikah."


"Aku nggak mau pisah sama kamu Mas! Berapa kalipun kamu ngomong, aku nggak bakalan mau!"


"Kamu tahan kaya gini terus? Kamu mau selamanya menjadi isteri kedua yang tidak mendapatkan cinta?"


"Mas Rean!"


"Renungin semuanya, masalahnya udah sampai kaya gini, jika pernikahan siri kita tetap dipertahankan lihat yang akan terjadi ke depannya? Cepat atau lambat keluargaku akan tahu, dan apakah kamu yakin kamu bisa diterima menantu kedua?"


Keluarga Rean belum tentu berkenan menerima Erina, seperti apapun penjelasannya, Erina tetap akan di cap sebagai pelakor. Terlebih ibu dari Rean sudah sangat menyayangi Raina, ayah Rean juga menganggap Erina sebagai putri kandungnya sendiri.


"Aku cuma minta kamu buat renungin semuanya."


Rean membuang puntung rokoknya yang sudah habis, lalu langkahnya ia bawa keluar dari kamar hotel. Tidak lagi memperdulikan teriakan Erina yang memekakkan telinga.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.

__ADS_1


THANKS AND SEE YOU....


^^^Central java, 24 November 2021^^^


__ADS_2