Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
30. Aku ingin sendiri.


__ADS_3

Sebuah koper bertengger di tangan kiri Rean sedangkan di tangan kanannya Mikaila duduk dengan tenang. Pagi ini masih pukul delapan tapi mereka sudah siap di bandara Seokarno-Hatta. Satu koper di tangan Rean dan satu lagi di tangan Raina.


"Ayah nanti kalau Mikaila kangen gimana?"


"Kan nanti bisa videocall, nanti ayah bakal sering videocall Mikaila."


"Janji ya perginya cuma tujuh hari."


"Iyaa sayang, nanti ayah langsung pulang terus peluk Mikaila."


"Pulangnya nanti bawa adik kan Yah."


"Iya, nanti adiknya ada di perut Bunda."


"Kok bisa? Emang adiknya dimakan sama Bunda."


Raina hanya terkekeh mendengarkan kalimat putrinya itu, pergi satu minggu tanpa Mikaila tentu akan membuatnya sangat merindukan putri kecilnya itu. Selama ini ia tidak pernah berpisah lebih dari satu malam dari Mikaila, palingan pas Mikaila menginap di rumah orang tuanya saja berpisahnya mereka.


Langkah mereka sudah sampai di pintu masuk bandara.


"Mikaila turun yuk, kita nganternya sampai sini aja."


"Bentar Oma, mau cium ayah dulu."


Selanjutnya Mikaila sudah memenuhi wajah Rean dengan kecupan di wajah berkali-kali. Kesenangan anak itu jika mengecup selalu berkali-kali.


"Cuma ayahnya aja, bundanya enggak?" Protes Raina pada anak itu.


Mikaila dengan senyuman Mikaila langsung beralih mengecup berkali-kali wajah Raina.

__ADS_1


"Dadah Bunda."


"Bunda pasti nanti kangen banget sama princess satu ini."


"Princess juga kangen sama Bunda...." Mikaila mengalihakan pandanganya pada Rean. "Ayah jagain Bundanya Mikaila ya."


"Pasti sayang."


"Kalian hati-hati disana, dan yang terpenting harus happy-happyan berdua biar Mama dapat cucu baru."


"Iya Ma pasti, Mama baik-baik juga ya. Aku sama mas Rean titip Mikaila...." Raina mengalihkan padangannya pada Mikaila. "Mikaila jangan nakal ya sama Oma."


"Siapp Bunda."


Mikaila turun dari gendongan Rean dan langsung meraih lengan Omanya, sedangkan Rean dan Raina langsung bergegas masuk untuk chek-in.


"Mas tunggu."


Rean menghentikan langkahnya.


"Ada apa sayang."


"Aku pergi sendiri."


"Apa maksud kamu?"


"Aku nggak mau pergi sama kamu. Kamu pulang aja ke rumah Erina, selama seminggu ini jangan muncul diri kamu biar Mama nggak curiga."


"Nggak, kita tetap pergi bedua!"

__ADS_1


"Aku nggak mau Mas, kamu pulang aja ke rumah Erina, aku yakin Erina nggak bakal ijinin kamu pergi."


"Aku nggak perlu ijin dari Erina."


"Dia istri kamu, tentu saja dia berhak!"


"Nggak!"


Raina mengambil tiket yang berada di tangannya, dua buah tiket pesawat dan hotel yang diberikan oleh ibu mertuanya.


Salah satu tiket itu Raina sobek-sobek hingga tidak berbentuk, Rean tidak tahu tujuan bulan madu yang disiapkan oleh ibunya itu. Sedari awal tiket berada di tanggal Raina dan Rean tinggal ikut saja, jadinya tidak tahu sama sekali tujuan mereka.


"Raina aku nggak bakal biarin kamu sendirian disana, bagaimana jika—"


"Pergi sekarang Mas! Pulang ke rumah Erina dan jangan urusin aku!"


Raina melangkahkan kakinya begitu merasa menjadi pusat perhatian karena orang-orang disekitar mereka ternyata tertarik dengan pertengkaran itu.


Tentu Rean yang tidak menerima permintaan sepihak Raina ini, membuntuti Raina dan langsung mencekal lengan istrinya itu.


"Raina,"


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....


^^^Central java, 17 November 2021^^^

__ADS_1


__ADS_2