Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
24. Tidak mau kalah dari selingkuhan.


__ADS_3

Bahan halus tetapi berkilau disertai dengan model yang simple tetapi juga elegan, mata Raina berbinar mendapati tas yang tengah ia pegang itu memiliki kualitas yang bagus. Netranya kembali menelisik, mencari diantara jajaran tas branded yang tak kalah kualitasnya.


"Eh tapi bukannya dulu aku pernah beli yang model kaya gini ya?"


Meski modelnya tidak sama seratus persen tapi ya mirip lah dengan tas yang Raina beli, wanita itu kembali meletakan tas itu.


Saat ini Raina tengah berada di salah satu pusat perbelanjaan, biasanya dia jarang sekali pergi shopping seorang diri seperti ini, jika tidak bersama Rean dan Mikaila pasti dengan sahabatnya.


Namun, akhir-akhir ini kegiatan di rumah terasa sangat memuakan, banyaknya foto pernikahannya dengan Rean yang terpajang di dinding membuat pikirannya kembali berputar pada kejadian itu. Jadi pergi ke mall seperti ini adalah pilihan yang terbaik agar pikirannya tidak mululu terarah kesana.


"Eh ada Mbak Raina."


Raina memutar bola matanya malas melihat siapa orang yang mendatanginya saat ini, sosok Erina wanita yang sangat-sangat Raina benci berdiri dengan wajah berserinya di depan Raina.


"Nggak heran sih aku bisa ketemu kamu disini, kan kamu kerjaannya emang hamburin uang."


"Ya mas Rean yang kasih aku uang, buat apa kalo nggak dihamburin Mbak?"


Dan lagi, Raina paling membenci nama suaminya ini keluar dari bibir Erina.


"Eh iya Mbak ngomong-ngomong kapan Mbak sama mas Rean cerai?"

__ADS_1


Raina terkekeh, dia tentu tidak ingin sedikitpun direndahkan oleh wanita di hadapannya ini.


"Oh kamu nungguin banget ya bekasan saya."


Benar saja wajah Erina langsung terlihat kesal. "Aku udah lama loh mbak nikah sama Mas Rean."


"Iya tapi kan tetep aja kamu ngambil bekasan orang, kenapa nggak kamu gebet aja berondong yang masih perjaka gitu. Kenapa harus jadi ngambil suami orang?"


"Mbak tu ngalah aja, udah jelas mas Rean ninggalin Mbak Raina karena udah nggak tertarik sama Mbak, mbak itu ngebosenin!"


"Yakin kamu?"


"Buktinya jelas kan, nggak usah aku kasih tahu."


Erina kehabisan kata-kata, niatnya ini adalah untuk mempermalukan Raina tapi nyatanya fakta jika Rean lebih mementingkan Raina dengan dirinya membuatnya tertohok. Sebenarnya Erina sangatlah iri dengan Raina, setiap saat ia menyinggung Raina di depan Rean, lelaki itu akan marah.


"Tapi kamu hebat banget ya Erina, kalau saya disuruh jadi istri kedua sih enggak bakalah mau, soalnya harga diri saya itu ga serendah itu!"


"Loh kok mbak jadi bawa-bawa harga diri sih! Mas Rean yang selingkuh, salahin Mas Rean bukan harga diri aku!"


"Tapi ucapan saya benar kan? Kalau kamu itu emang orang yang nggak punya harga diri."

__ADS_1


"Mbak!"


"Saya perlu uang berapa buat beli harga diri kamu? Oh iya kan kamu nggak punya, gimana kalau saya beliin ... Ayok,"


Wajah Erina memerah begitu juga dengan jarinya yang mengepal, tidak disangka dia akan kalah bicara seperti ini. Padahal biasanya dia orang yang paling pandai kalau disuruh untuk memghujat orang.


Namun kali ini ia tidak bisa melawan, karena kalimat yang diucapkan Raina berisi kebenaran.


"Mbak liat aja ya, pasti Mbak bakal menderita, aku bakal bikin Mbak diusir dari rumah dan jadi gelandangan!"


"Jadi gelandangan ya? Tapi rumah itu dibangun Mas Rean atas nama saya, terus gimana dong?"


Tak ingin kehilangan lebih banyak muka lagi, Erina melangkahkan kakinya pergi. Raina ini sukses membuat moodnya beratakan.


Sedangkan Raina hanya terbahak melihat punggung Erina yang semakin menjauh, kalah dari pelakor dan menangis itu hanya ada di sinetron tidak akan terjadi pada dirinya.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


^^^Central java,  07 November 2021^^^


__ADS_2