Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
92. Pikirkan bagaimana sekarang.


__ADS_3

"Rapat hari ini selesai, semua kepala divisi harap melaksanakan sesuai dengan yang sudah saya jelaskan, terima kasih."


Setelah menutup layar laptob-nya, Rean lekas melangkahkan kakinya dari ruangan rapat diikuti oleh Thalia sang sekretaris. Ia tidak memperdulikan decakan tidak setuju beberapa orang dari divisi komunikasi yang mendapatkan banyak tugas karena memang tidak ada pilihan lain selain membebankan banyak tugas itu pada mereka.


Rapat bersama para kepala divisi ini dilakulan setelah tadi Rean baru selesai bertemu dengan para pemegang saham. Pertemuan dengan para pemegang saham besar itu tidak lain dan tidak bukan untuk mencari penjelasan atas masalah yang menimpa Atmaja group.


Bagaimana sudah jatuh tertimpa tangga pula, baru saja mendapatkan musibah yang sangat merugikan lalu disusul oleh pemutusan kerjasama serta pencabutan saham oleh ayah Raina. Sedangkan beberapa dari mereka tahu jika pemutusan kerjasama itu karena masalah pribadi Rean, lelaki itu tidak mengelak dan hanya menerima beberapa kalimat sarkas yang ditujukan padanya.


"Pak, setengah jam lagi kita melakukan pertemuan dengan pimpinan Renjana group."


Rean hanya mengangguk dan kembali lagi ke meja kerjanya, mengurus banyak hal yang entah akan selesai atau tidak.


Arghh,


Erangan kecil keluar dari bibirnya, Rean meremas dadanya yang tiba-tiba nyeri luar biasa. Tetapi ia tetap tenang dan mengatur nafasnya sebaik mungkin.


Diambilnya air putih dan diteguknya perlahan, menyandarkan tubuhnya sejenak untuk menghalau sakit yang berpusat di dadanya itu.


Peluh mulai membasahi wajahnya, tetapi untung saja rasa sakit itu berangsur menghilang.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk."


"Permisi Pak, pimpinan dari Renjana group telah tiba."


"Ruang pertemuan sudah disiapkan?"

__ADS_1


"Sudah Pak."


***


Dua orang lelaki itu saling memandang dengan pandangan yang sulit diartikan, pertemuan mereka bukan membahas tentang kerjasama perusahaan mereka melainkan hal lain.


Ditya sudah tahu betul titik masalahnya, dia tentu tidak akan seperti orang lain untuk ikut mencaci Rean karena masalah perusahaannya.


"Semua masalah ini memang Erina penyebabnya, tapi kita tidak bisa menghakimi dan—"


Brak,


Rean mengebrak meja karena tidak terima dengan kalimat itu, Erina sudah menghancurkan kehidupannya hingga seperti ini lalu bagaimana bisa Ditya masih memiliki kalimat untuk membela wanita itu.


"Kau masih bisa membelanya? Setelah ia menghacurkan saya sehancur-hancurnya? Apakah kau begitu mencintainya?"


"Itu tidak bisa disebut dengan cinta...."


Jika ditanya apakah Ditya mencintai Erina, maka jawabannya adalah tidak.


Sedari awal ketertarikan Ditya hanya untuk menolong dan menarik wanita itu dari lubang hitam yang telah menyesatkannya. Membawa wanita itu untuk keluar dari lingkaran jahatnya.


Ditya awalnya tertarik dengan Raina, saat pertemuan pertama mereka dimana ia baru saja putus cinta. Beberapa hari bersama Raina itu berhasil menciptakan kenangan yang begitu mendalam di hatinya. Raina yang begitu liar biasanya membuatnya nyaman.


Tetapi selanjutnya ia tahu jika Raina tidak mungkin ia miliki karena sudah memiliki suami. Ditya tahu mengenai masalah rumah tangga Raina, dan ingin membantunya.


Lalu apa satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk membantu.

__ADS_1


Caranya adalah membuat Erina sadar akan keluakuannya, Ditya tertarik untuk menyelam lebih dalam ke hidup Erina dan dengan perlahan-lahan menarik Erina dari masalahnya.


Memberikan Erina ketenangan lain sehingga Erina bersedia untuk berhenti mengacaukan rumah tangga Raina. Mungkin tanpa Ditya Erina masih mericuhi rumah tangga Raina, Erina tidak akan mungkin bersedia melepaskan Rean dan membuat semuanya lebih tidak karuan karena ia semakin gila.


"Awalnya saya tertarik masuk lebih dalam karena ingin menghentikan tangis Raina, jika tidak ada orang yang mendatangi Erina mungkin sekarang Erina masih berusaha merusak rumah tangga kalian."


"Jadi selama ini, kau melindungi Erina bukan karena mencintainya?"


Ditya menggeleng, "orang yang memiliki masalah seperti Erina kejiwaannya tidak baik-baik saja, memerlukan banyak usaha dan kehatian-hatian untuk membuatnya keluar dari keburukannya. Agar dimasa depan ia tidak mengulangi perbuatan buruknya."


Melakukan hingga seperti itu tanpa alasan cinta sangatlah hebat, menolong seseorang hingga seperti itu tentu sesuatu yang samgat hebat.


"Untuk masalah perusahaan saya akan membantu mencari solusi."


"Terimaksih."


Tanpa Ditya yang mendatangi Erina mungkin saat ini Rean masih sibuk mencoba lepas dari belenggu wanita itu.


"Tapi bagaimana jika nanti Erina tidak bisa lepas darimu?"


"Itu masalah di masa depan yang tidak perlu dipikirkan sekarang, yang perlu saya lakukan sekarang adalah membuat Erina benar-benar sadar akan kelakuan buruknya dan bisa berubah."


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


^^^Central java, 18 Februari 2022^^^


__ADS_2