
"Yang tadi itu siapa?"
Raina mengalihkan perhatiannya dari ombak pantai, diliriknya Ditya yang datang dengan sudut bibirnya lebam dan memar. Seketika rasa bersalah memenuhi hati Raina.
Ditya ini tidak salah apa-apa, tetapi justru mendapatkan bogeman mentah-mentah dari Rean.
"Maaf Dit, kamu jadi luka kan."
"Iya nggak papa, tapi pertanyaan aku belum dijawab."
"Dia suamiku Dit."
Ditya sedikit terkejut, ia tahunya Raina ini tidak memiliki pasangan tetapi ternyata sudah menikah.
"Kalian lagi ada masalah ya?"
"Dia selingkuh."
"Selingkuh? Wanita secantik kamu diselingkuhin?"
"Ceritanya panjang Dit."
Seulas senyum terbit di bibir Ditya.
"Cerita aja, dengan cerita setidaknya kamu akan sedikit lega Na. Kemarin kamu udah dengerin ceritaku, sekarang gantian dong."
Raina sedikit ragu, Ditya ini orang yang baru saja dikenal. Ia belum terlalu hafal sifat asli Ditya seperti apa, tetapi tidak ada salahnya jika hanya sekedar berbagi cerita.
__ADS_1
"Beberapa waktu lalu aku baru tahu kalau suami yang selama bertahun-tahun ini aku percaya ternyata selingkuh, dia sudah selingkuh selama satu tahun bahkan sudah memiliki anak. Dia jarang pulang, suka ingkar janji dan sangat mengecewakan, awalnya aku nggak curiga tetapi setelah selingkuhannya ngomong langsung aku percaya kebejatan suamiku."
Gigi Ditya bergemeletuk, ia memang seorang lelaki tetapi mendengar sebangsanya ada yang berbuat sekejam itu ia sangat benci. Menyakiti wanita itu tidak ada sama sekali dalam kamus hidupnya.
Terlebih melihat seperti apa sosok Raina, sangat disayangkan wanita seperti itu diselingkuhi.
"Terus kalian cerai?"
Raina menggeleng.
"Kenapa nggak cerai?"
Raina menggeleng untuk yang kedua kalian.
"Buat apa suami modelan kaya gitu dipertahankan? Yang cantik, yang mau sama kamu banyak sekalipun kamu sudah janda."
"Tapi apa sekarang suami kamu masih jadi ayah yang baik? Kamu bilang dia jarang pulang kan?"
Rean membagi kasih sayangnya untuk Mikaila dan Ethan, tentu saja kasih sayang dan cinta yang diberikan kepada Mikaila berbeda dari saat Ethan belum hadir.
"Benar, tapi seenggaknya dia punya ayah disampingnya."
"Sosok ayahnya bisa digantikan dengan sosok ayah lain, yang akan menyayanginya dan memberikan seluruh waktunya untuk anak kamu. Dengan kamu bercerai dan menikah lagi anak kamu baru bisa mendapatkan kasih sayang yang utuh."
Raina terdiam, kalimat dari Ditya itu memang benar.
"Mumpung anak kamu belum terlalu besar, jika sudah besar nanti dia justru tidak akan bisa menerima keadaan yang berlaku."
__ADS_1
"Tapi—"
"Ini bukan soal anak kan? Tapi soal hati kamu? Kamu belum siap membiarkan suami kamu itu berbahagia bersama selingkuhannya."
Saat itu juga air mata Raina menetes, kalimat Ditya itu seratus persen tepat. Entah Ditya ini seorang psikolog atau justru peramal, ia bisa tahu semua itu.
Selama ini Raina selalu mengatakan jika mempertahankan rumah tangga itu untuk Mikaila, sedangkan ayah baru yang menyayangi Mikaila juga pasti ada. Anak itu pasti bisa juga mengerti jika orang tuanya harus berpisah.
Jika melihat ke dalam hati Raina, terlihat jelas jika wanita itu belum siap harus berpisah dengan Rean. Kenangan yang selama ini tercipta, kebahagiaan, tawa dan ketengan yang Rean berikan selama ini nyatanya masih membekas dihatinya.
"Kamu pasti sangat mencintainya kan?"
Tanpa sadar Raina mengangguk, usia bernikahannya sudah bertahun-tahun ditambah lagi dengan masa pacaran yang tidak sebentar. Tentu sebuah rasa yang bernama cinta itu terpantri di hati Raina.
Namun saja untuk sekarang Raina tidak ingin memperlihatkannya, ia ingin terlihat seolah sudah benar-benar muak dan tidak menginginkan Rean.
Dia memang membenci Rean yang sudah bermain belakang dengannya, Raina sangat benci tetapi satu sisi hatinya masih mencintai Rean dengan sangat.
"Aku juga nggak ngerti sama hatiku yang nggak bisa hilangin perasaan ini."
"Pelan-pelan aja nanti semuanya juga hilang kok."
...━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━...
SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.
THANKS AND SEE YOU....
__ADS_1
^^^Central java, 06 Desember 2021^^^