Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
42. Kemalangan adik & Kakak.


__ADS_3

"Jadi Erina adiknya Mbak Sisca?"


Sisca mengangguk, Ditya ini adalah adik kelasnya semasa SMA, mereka saling mengenal karena pernah berada dalam satu organisasi dulu.


Dan sekarang ia bertemu dengan Ditya saat mendatangi apartemen adiknya, Ditya baru pindah di apartemen samping tempat Erina tinggal.


"Aku denger dia jadi simpanan dari CEO Atmaja group."


Sisca sedikit terkejut, tetapi ia tetap memperbaiki ekspresinya setenang mungkin.


"K-kamu tau darimana."


"Ya aku tahu aja, aku tahu permasalahan adik mbak. Tega banget ya dia masuk ke rumah tangga orang."


"Aku udah capek bilangin Erina kalau yang ia perbuat itu sangat buruk, Erina nggak mau dengerin aku."


"Pasti ada alasan Erina melakukannya."


Sisca mengangkat pandaganya, Ditya dari dulu tidak pernah berubah, selalu saja menyelidiki masalah sampai akarnya. Lelaki itu berpikiran luas dan juga cemat dalam menghadapi suatu permasalahan, tidak heran dulu saat SMA dia menjabat sebagai ketua organisasi selama tiga tahun berutut-turut hingga ia lulus.


Saat itu ia juga mampu membawa nama sekolah menjadi sangat baik, dan selama masa kepemimpinannya di organinasi itu kepala sekolah sangat takjub dengannya.

__ADS_1


"Sedari kecil Erina bukan anak yang beruntung."


Sisca ingat bagaimana saat anak itu merengek minta ditemani, tetapi dirinya tidak bisa menemani Erina karena harus bekerja banting tulang agar Erina tidak putus sekolah.


Erina sangat kekurangan kasih sayang sedari dulu, bahkan saat tumbuh dewasa dan bisa mencari kerja Erina tidak mendapatkan sosok keluarga, karena saat itu Sisca menikah dan harus tinggal bersama suaminya. Tinggal bersama suami dan mama mertunya membuat Sisca tidak mungkin membawa Erina tinggal bersama, jadilah ia seorang diri.


"Keluarga kita kacau semenjak aku masih kecil, bahkan saat Erina masih bayi. Saat Erina ulang tahun ke tujuh Mama meninggal, belum genap satu minggu Mama meninggal Papa pergi dari rumah dan setelah itu aku mendengar Papa udah nikah lagi. Saat itu aku masih SMA cuma hidup serba kekurangan mengandalkan uang kerja malam di cafe dan belas kasihan dari tetangga."


Ingatan Sisca melayang jauh pada masa itu, ia harus berkerja di cafe dari sepulang sekolah hingga pukul 12 malam. Lalu tidur dan saat pukul 4 pagi harus kembali bangun untuk membuat aneka gorengan yang akan ia jajakan disekolah. Hidupnya sangat sulit, tetapi itu semua tetap ia jalani.


Ia tidak bisa mengemis uang pada papanya, toh semasa papanya masih tinggal dirumah saja hanya mengandalkan mamanya yang mencari uang. Pekerjaan papanya hanya main ps dan tidur sepenjang hari.


Setelah lulus sekolah hari-hari Sisca hanya untuk bekerja, mengambil banyak shift hingga ia hanya tidur sebentar karena ia harus mendapatkan banyak uang untuk membayar sekolah Erina sekaligus menabung agar Erina bisa kuliah dan tidak menapaki kehidupan sekeras dirinya.


Erina lulus dengan nilai yang bagus, sehingga ia langsung di terima menjadi sekretaris di Atmaja group. Sisca tersenyum bangga adiknya bisa bekerja di kantor bergengsi, menepati ruangan ber ac dan tidak perlu badannya nyeri karena pekerjaannya enak.


"Aku nggak ada waktu buat Erina, aku gagal menciptakan sebuah keluarga hangat yang dia inginkan, karena beneran nggak punya waktu dirumah."


Setelah Erina diterima kerja Sisca memutuskan untuk menikah, usianya sudah cukup sekali bahkan dia sudah menjadi perawan tua saat itu. Sisca menikah dan tinggal di rumah mertuanya, dia tenang meninggalkan Erina sendiri karena adiknya juga sudah memiliki pekerjaan dan menghasilkan uang yang cukup untuk biaya hidupnya.


Namun, hubungan Sisca dan Erina semakin jauh. Erina menutup mata dan tetap tidak mau melihat perjuangan kakaknya untuk dirinya, ia hanya menuntut kasih sayang yang tidak ia dapatkan.

__ADS_1


"Mbak Sisca kakak yang hebat."


Sisca menggeleng, "saat Erina mulai bekerja itu Rean sangat baik pada Erina, entah mengapa Rean membuat Erina nyaman dan Erina merasa punya sosok keluarga saat berada di kantor ... Rean menganggap Erina seperti keluarganya, tapi kebaikan Rean itu salah. Erina yang selama ini haus akan hangatnya keluarga menjadi serakah, dia ingin lebih dan terus menerus membuat Rean menyukainya."


"Aku nggak tau apa yang terjadi, hingga hari itu Erina mengatakan akan menikah siri dengan Rean karena dirinya sudah hamil."


Mendengar Erina hamil, tentu yang paling hancur adalah Sisca, mutiara berharga yang ia jaga mati-matian nyatanya telah rusak.


"Tapi jika dilihat sekarang Rean sepertinya terganggu oleh Erina."


"Tentu saja, Rean tidak menyukai Erina, aku dulu sempat ngobrol setelah mereka nikah. Saat itu aku nawarin ke Erina buat rawat anaknya sehingga mereka tidak perlu menikah."


"Erina pasti menolak."


Sisca mengangguk.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


^^^Central java, 07 Desember 2021^^^


__ADS_2