
"Anak ayah lagi apa?"
Mikaila yang semula fokus pada dua buah boneka di tangannya langsung mengalihkan pandangannya. Senyumannya terukir lebar saat melihat sang ayah sudah berada di rumah saat hari masih sore seperti ini. Padahal biasanya pulangnya saat malam sudah larut.
"Lagi main, Ayah bawa apa?"
Rean mengangkat box makanan yang berada di tangannya, macaron warna warni itu langsung diberikan pada Mikaila.
"Wah, macaron."
Mata anak itu berbinar melihat macaron yang sangat ia sukai dibawa oleh Rean.
"Bunda mana?"
"Lagi masak Yah."
Rean mengangguk, tangan lelaki itu bergerak mengusak surai putrinya.
"Yah, tadi ada temen Bunda loh, namanya om Kala, dia baik banget ngajakin Mikaila main."
"Kala?"
"Iya Yah."
"Terus tadi main apa aja sama om Kala?"
"Main spiderman-spidermenan Yah, terus tadi kita juga jalan-jalan."
"Om Kalanya baik sama Mikaila?"
__ADS_1
"Iya yah orangnya baik mana ganteng."
"Eh anak kecil masa udah tahu masalah ganteng."
"He.. He... "
"Yaudah Mikaila makan dulu, Ayah mau mandi dulu ya."
"Iya Yah"
Rean melangkahkan kakinya, bukan menuju kamar tetapi menuju dapur. Aroma masakan langsung tercium di hidungnya begitu sampai di depan pintu dapur. Terlihat Raina dengan aphron merahnya yang tengah sibuk memotong sayur.
"Sayang lagi masak apa?"
Tidak ada jawaban, bahkan Raina menoleh saja tidak.
"Tadi kamu ketemu sama Kala ya?"
"Raina mengangguk."
"Jangan temuin Kala."
Rean juga akan biasa saja jika kondisi mereka sedang baik-baik saja, dirinya sangat percaya jika Raina akan menjaga kesetiaannya pada Rean. Tapi saat ini yang terjadi adalah dia belum bisa mendapatkan maaf dari Raina.
Rean tahu jika Raina masih membutuhkan waktu lagi sampai bersedia memaafkannya, dan selama itu Rean tidak akan membiarkan Raina dekat dengan lelaki manapun termasuk Kala.
Kala itu adalah sahabat Raina semasa kuliah, Kala adalah pribadi yang baik, bertanggung jawab, mapan dan yang pastinya tampan. Seperti tidak ada yang kurang dari lelaki itu, wanita manapun juga pasti akan jatuh cinta pada sosok itu.
Hari itu Kala pernah mengatakan jika bersedia menjaga Raina, tentu ucapan Kala hari itu bukan terlihat seperti kalimat manis semata. Kesungguhan dapat Rean lihat dengan jelas.
__ADS_1
"Kala temen aku, apa hak kamu ngelarang?"
"Pokoknya kamu jangan sering ketemu sama Kala."
"Kamu nggak punya hak atur-atur aku kaya gitu Mas!"
"Sayang, aku suami kamu."
"Sekarang cuma suami diatas kertas!"
"Raina!" Nada tinggi itu Rean lontarkan, dia benar-benar tidak terima dengan ucapan Raina.
"Mas, alasan aku masih pertahanin pernikahan ini cuma karena Mikaila. Aku nggak mau anakku nggak ngedapetin kasih sayang lengkap dari orang tuanya, nggak lebih. Tapi kalau nantinya aku udah beneran nggak bisa nggak papa kalau emang kita harus sampai disini."
"Aku sama Erina itu karena sebuah kesalahan, aku bakal jelasin sejelas-jelasnya kasih waktu aku lima menit aja."
"Yang namanya perselingkuhan itu adalah kesalahan, apapun alasanya itu namanya perselingkuhan. Dan kamu udah bohongin aku selama setahun, kamu pikir aku bisa segampang itu percaya lagi sama kata-kata kamu?"
"Aku beneran nggak—"
"Kamu keluar sekarang! Aku nggak mau Mikaila denger kita ribut-ribut."
...━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━...
SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.
THANKS AND SEE YOU....
^^^Central java, 05 November 2021^^^
__ADS_1