Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
52. Aku belum siap berpisah.


__ADS_3

"Diem kamu! Ternyata Mama udah salah besar dalam menilai kamu Rean!"


"Iya tante, menantu tante ini–"


Mama memotong kalimat Erina, "kamu juga diem!"


"Kamu sadar kamu salah Rean."


"Iya Ma, Rean emang salah, salah besar ... tapi tolong kasih Rean kesempatan kedua."


"Nggak! Kalian harus cerai, Mama beneran nggak terima atas perlakuan kamu."


"Ma, Rean janji bakal perbaiki semuanya."


"Nggak ada kesempatan kedua! Dimana Raina?"


Tanpa menunggu jawaban apapun Mama melangkahkan kakinya ke lantai atas, tepatnya ke kamar Rean dan Raina. Hatinya sangat sesak dan ingin segera melihat putrinya, tidak ada ibu yang tidak hancur melihat putrinya di duakan.


Begitu sampai di dalam kamar ia melihat Raina tengah merapikan meja kerja milik Rean yang berada ujung kamar.


"Sayang, "


Raina yang sedikit terkejut mendengarkan panggilan itu, tetapi langsung mengulas sebuah senyuman di bibirnya.


"Eh Mama, udah dari tadi Ma, Mas Rean ada di depan kan?"


Tadi siang Mama tidak jadi datang karena ada urusan mendadak, dan setelah urusannya baru saja selesai ia berencana datang kesini untuk menjenguk menantunya. Namun, sesampainya disini justru mendapatkan kejutan besar.


"Sini Mama mau ngomong."


Mama beranjak duduk di sofa ujung ranjang, Raina juga menyusul untuk duduk di samping ibunya itu.


"Ada apa Ma?"


Mama mengenggam tangan Raina membuatnya semakin penasaran. "Kamu jangan kaget dengernya, ada Mama disini."


"Emang ada apa Ma?"


"Suami kamu, dia selingkuhin kamu."


Kedua bola mata Raina melebar, "Ma-Mama udah tahu?"

__ADS_1


"Jadi kamu juga tahu?"


Raina mengangguk, sebenarnya ia juga terkejut karena mamanya ini tahu tentang ini.


"Kamu ngapain diem aja? Kamu sama sekali nggak cerita ke Mama, Mama ini Mama kamu Raina, orang yang lahirin kamu. Bisa-bisanya hal sebesar ini, Mama sama sekali nggak tahu."


"Maaf Ma."


"Kamu udah lama tahu?"


Raina menggeleng kan kepalanya, "baru Ma."


"Besok Mama temenin ke pengadilan buat urus perceraian kalian."


Raina langsung menggeleng kuat.


"Enggak Ma."


"Maksud kamu gimana?"


"Raina nggak mau pisah sama Mas Rean." lirih Raina.


"Apa?! Buka mata kamu, dia udah selingkuhin kamu Raina! Udah setahun lamanya berhianat, bahkan seorang anak sudah lahir. Kamu masih mau mempertahankan suami kaya dia?"


Raina masih butuh waktu untuk bisa terlepas dari Rean, tetapi jika waktu itu terus ia habiskan bersama Rean, bagaimana caranya ia bisa lepas?


"Ma...."


"Raina, dia udah hianatin kamu."


"Raina belum siap Ma."


"Belum siap apanya? Mama jamin setelah pisah semua kebutuhan kamu dan Mikaila tetap terpenuhi, Mama sama sekali nggak keberatan ngerawat anak sama cucu Mama sendiri."


Air mata itu mengalir di pipi Raina, membuat aliran sungai kecil disana.


"Enggak Ma, Raina cinta sama Mas Rean."


"Kamu bodoh banget Raina! Kamu masih mau sama orang yang udah selingkuhin kamu?"


Raina mengangguk.

__ADS_1


"Raina jangan kaya gini, buka mata kamu lebar-lebar sampai kamu bisa lihat kesalahan suami kamu!"


"Iya Raina tahu kesalahan mas Rean, meski kesalahan itu nggak mungkin bisa Raina lupain tapi Raina bisa memaafkan mas Rean."


"Raina jangan bodoh karena cinta! Kamu harus sadar, besok kita urus semuanya ke pengadilan, beresin barang-barang kamu dan kita pulang."


Raina menggeleng, malam ini entah apa yang membelenggu hatinya, tetapi ia sama sekali tidak bersedia untuk menuruti kalimat ibunya.


"Raina nggak bisa Ma."


"Raina!"


"Raina juga nggak mau kaya gini, tapi Raina nggak bisa membohongi hati Raina."


"Kita ke pengadilan besok!"


"Raina udah dewasa Ma, untuk masalah perceraian Raina bahkan sudah memikirkan itu ribuan kali. Untuk sekarang seperti ini dulu yang terbaik, tolong Mama kasih waktu buat Raina memantapkan hati."


"Lelaki yang udah pernah ngerasain selingkuh itu nggak mungkin berhenti, dia akan terus mengulangi hal itu, karena selingkuh itu seperti candu."


"Tolong Ma, Mikaila juga pasti nggak siap kalau tiba-tiba kita bercerai. Buat Raina kebahagiaan Mikaila juga yang terpenting."


"Kamu harus bisa secepatnya sadar Raina!"


"Ma tolong jangan kasih tahu ini ke Papa ya."


"Tentu papa kamu harus tahu."


Jika papanya tahu, sudah dipastikan surat perceraian langsung sampai tanpa memikirkan apapun lagi. Papa adalah orang yang menjadikan Raina sebagai permata berharganya, bagaimana marahnya dia saat nanti tahu ada yang menyakiti permatanya.


"Raina mohon, biarin Raina yang jelasin semuanya ke Papa."


"Terserah apa kata kamu, Mama nggak paham lagi sama kamu Raina!"


Setelahnya Mama melangkahkan kakinya pergi dari kamar Raina, menyisakan Raina yang kembali menghapus air mata dan kembali menata hatinya.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


^^^Central java,  Desember 2021^^^


__ADS_2