
"Kala udah berangkat kan?"
Dewi yang tengah membereskan piring di meja makan, mengalihkan perhatianya ke arah mertuanya yang baru saja melontarkan pertanyaan.
Senyuman di bibir Dewi mengembang, "eh Mama udah sampai, aman kok Ma mas Kala baru aja berangkat."
"Syukur deh kalau gitu."
"Semua hiasannya aku umpetin di gudang, tinggal kita pasang aja."
Mereka memiliki rencana untuk memberikan kejutan di ulang tahun Kala kali ini. Sebelumnya Mama tidak pernah memberikan kejutan atau bahkan kado karena Kala bekerja jauh di luar negri dan sekarang adalah saat yang tepat untuk memberikan kejutan ulang tahun puteranya.
Sedangkan untuk Dewi sendiri ini adalah pertama kalinya memberikan kejutan ulang tahun untuk Kala, di usia pernikahan mereka yang masih sangat dini itu tentu memberikan kejutan seperti ini dapat menambah kedekatan mereka.
"Yaudah kamu cuci dulu piring-piring kotornya, biar Mama ambil hiasannya di gudang."
"Oh iya Ma, itu aku letakin di box warna biru itu ya."
"Iya sayang."
Dewi lekas membawa piring-piring kotor bwkas sarapan itu ke dapur, mencucinya satu persatu hingga benar-benar bersih kinclong.
Setelahnya ia kembali bergegas lagi ke ibu mertuanya.
"Ini rencananya kita bagusnya kasih hiasan di kamar, apa di mana ya Wi?"
"Gimana kalau di ruang tamu aja Ma, soalnya kan kalau kamar terlalu privasi buat dimasukin orang lain."
"Privasi apaan orang cuma Mama yang masuk."
"Eh iya sih Ma."
"Mendingan di kamar aja deh Wi, terus nanti pas Kala dateng biar kebingungan karena kamh nggak ada dirumah dan kita ngumpet di kamar. Pas Kala masuk ke kamar baru deh terkejut."
"Ide bagus Ma."
__ADS_1
"Yaudah kita hias kamar yuk Ma."
Dewi dan ibu Kala bergegas menuju ke kamar mereka, untuk menghias dengan pernah pernik ulang tahun.
"Oh iya Ma, kalau Dewi ajak mama Dewi gabung, boleh nggak? Biar rame."
"Tentu boleh banget dong, buruan telfon mama kamu."
Tentu saja mama Kala setuju, mama Dewi ini adalah teman dekatnya, serinf menghabiskan waktu bersama eh malah sekarang besanan.
Dewi mengambil ponselnya dan lekas mendial nomor mamanya.
"Hallo, Ma."
"Iya ada apa Wi?"
"Ini aku sama mama mertua mau kasih kejutan buat mas Kala yang lagi ulang tahun, Mama kesini juga dong biar makin rame."
"Oh Kala ulang tahun, yaudah Mama segera kesitu ya."
Klik,
Dewi mematikan panggilan itu.
"Mama mau kesini."
"Bagus, jadi makin rame."
"Oh iya Ma buat kue nya tadi malem tu toko kue yang udah aku pesen batalin orderan aku, dan aku belum sempet order di tempat lain."
Semalam toko kue yang sudah menerima pesanan itu membatalkan orderan karena dapur mereka baru saja mengalami kebakaran. Dewi tidak sempat memesan di tempat lain karena ketiduran.
"Aduh, mana mepet lagi sayang soalnya kan nanti sore udah harus jadi, kan Mama udah bilang ke kamu kalau Kala menyukai warna gelap dan di kue ulang tahunnya kali ini harus warna abu dan hitam."
"Iya nanti kita cari di toko kue yang warna itu ya Ma."
__ADS_1
"Mana ada sayang, kalau di rak roti yang udah jadi itu biasanya yang warnanya putih atau coklat gitu. Nggak mungkinlah ada warna abu campur hitam, kecuali kalau pesan. Sedangkan pesan kue itu kalau mendadak ga dapet antrean, harus h-1 atau h-2."
"Ya maaflah Ma, aku kan ga sempet mesen tadi malem."
"Yaudah deh nanti kita buat aja, kamu bisa buat nggak?"
"Aku sih nggak bisa, tapi mamaku mungkin bisa."
"Bagus deh."
Membahas ulang tahun Kala, ini adalah pertama kalinya bisa merayakannya bersama.
Dahulu saat mereka masih kuliah setiap ulang tahun Kala, Raina tidak pernah absen membuatkan kue sepecial untuk Kala. Kue dengan corak warna hitam dan abu, bentuk kue selalu berbeda tiap tahunnya tetapi warnanya pasti hitam-abu, sesuai dengan warna kesukaan Kala.
"Oh iya mama baru inget, gimana kalau ajak Raina gabung? Dia pasti nggak lagi sibuk."
Dewi mendengus, 'mulai deh ngomongin mbak Rainanya.'
"Em tapi kan Ma, ini kan acara keluarga, mbak Raina kan orang."
"Orang luar apaan, Mama itu udah anggep Raina keluarga sendiri. Lagian dulu Raina nggak pernah absen bikin kue khusus untuk Kala, jadi nggak dia harus kesini biar ramai."
"Mbak Raina sibuk pasti Ma."
"Enggak sibuk, Raina itu ibu rumah tangga dan jam segini anaknya pasti lagi sekolah."
Dewi menghela nafas, mana bisa dia melawan mertuanya, "yaudah deh Ma telfon aja mbak Rainanya."
...━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━...
SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.
THANKS AND SEE YOU....
^^^Central java, 26 Desember 2021^^^
__ADS_1