Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
93. Tidak ada belaan.


__ADS_3

Sorry for typo, and happy reading.


Raina mengerjabkan matanya perlahan, dirabanya ranjang bagian samping tetapi tidak menemukan Rean disana. Dengan segera ia mengambil semua kesadaranya dan mengerderkan pandangannya. Di dapatinya Rean tengah sibuk dengan laptop dan juga beberapa berkas di tangannya, padahal jam sudah menunjukan pukul dua malam.


Raina bangkit dan berjalan ke arah Rean berada, "mas kok kamu masih belum juga tidur sih? Ini udah jam berapa loh!"


Rean mengalihkan pandangannya pada Raina dan mengulas sebuah senyuman.


"Kok kamu bangun sih sayang, kan—"


"Ngapain malah balik nanya, pertanyaan aku belum dijawab loh, Mas."


"Aku kerjain dikit pekerjaan, ini nanggung sayang."


"Perasaan kamu dari pas pulang kantor nggak selesai-selesai kerjanya, kamu juga butuh istirahat loh, Mas."


Rean menarik Raina ke dalam pangkuannya, membuka layar baru di laptob dan menunjukan sebuah proposal penjualan yang belum dicetak.


"Aku lagi bikin proposal yang akan aku ajuin ke beberapa perusahaan baru, targetnya ada enam perusahaan. Semoga ini bisa membantu perusahaan bangkit."


Pengajuan kerjasama seperti ini bisa membantu Atmaja group untuk bangkit, setidaknya bisa membuat keuangan perusahaan lebih baik lagi.


Rean juga sudah memiliki beberapa rencana lain yang saat ini tengah berusaha ia bangun.


"Kan bikin proposal tugas sekretaris, kamu udah ngerjain banyak hal kan daritadi."


"Kerjaan Thalia juga banyak, bukan cuma aku yang malem ini nggak tidur tapi beberapa tim divisi juga."


Raina hanya bisa menghela nafasnya, terkadang juga menyalahkan diri sendiri yang tidak bisa membantu Rean padahal masalah ini juga ada karena dirinya.

__ADS_1


"Mau aku bikinin kopi?"


Rean menggeleng lalu menunjuk dengan dagu 2 cangkir kopi yang salah satunya sudah tandas.


"Kamu balik tidur ya."


"Aku temenin kamu disini aja, aku janji nggak ganggu kok."


Rean menggeleng. "nggak boleh, kamu harus tidur!"


"Aku disini semangatin kamu."


"Aku nggak semangat kalau kamu disini, kalau kamu mau tidur aku semangat banget. Nanti kena angin malem, kasian baby nya."


Raina hanya ingin menemani Rean, memberikan kalimat semangat dan menghapus lelah lelaki itu.


Tetapi nyatanya Rean lebih menyayangi dirinya dan menyuruhnya untuk istirahat terlebih dahulu.


Raina menghela nafas, setelah mendapatkan kecupan pelan di kening ia bergegas ke ranjang dan merebahkan dirinya kembali.


***


"Loh kamu kenapa kok nangis kaya gini?"


Ibu mana yang tidak terkejut melihat putrinya yang sudah menikah datang ke rumah dengan banjir air mata. Kedua lengan Dewi masing-masing membawa koper berisi pakaian dan juga barang pribadi miliknya.


"Kamu kenapa Dewi? Kamu ada masalah sama Kala?"


"Mas Kala cerain aku, Ma."

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


"Ya, Mas Kala cerain aku dia udah nggak mau sama aku."


"Kamu jangan sembarangan Dewi!"


"Ya emang Mas Kala jahat banget Ma, dia yang selingkuh dia juga yang cerain aku."


Mama memeluk Dewi dengan sangat erat, menepuk punggungnya dan membisikan kalimat penenang tetapi bukannya tenang justru tangisan Dewi semakin menjadi-jadi.


"Kamu tenang, justru tuhan kasih yang terbaik, kamu memang harus pisah jika suami kamu seperti itu."


"Mama apaan sih, kok malah bilang kayak gitu. Mama datengin dong mas Kala, biar nggak nyia-nyiain anak mama."


"Bukannya kata kamu Kala selingkuh dan udah nggak mau sama kamu lagi? Jika itu benar, mama memang nggak terima, mama memang marah sama Kala. Tapi mama juga nggak mau kamu balik lagi sama Kala."


"Mama tuh sama aja, ya!"


Dewi masuk ke dalam kamarnya mengunci kamarnya rapat-rapat.


Mama hanya menatap dengan sendu kamar putrinya itu, seorang ibu tentu tahu betul bagaimana sifat anaknya. Begitu juga dengan Mama yang telah merawat Dewi dari anak itu lahir hingga sebesar sekarang.


Ia tahu bagaimana sifat Dewi yang sangat kekanakan, ia memang selalu membela Dewi dan menyayanginya tetapi mengenai keburukan Dewi ia juga tidak bisa untuk mengelaknya.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


^^^Central java, 28 Februari 2022^^^


__ADS_2