Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
75. Penyesalan Erina.


__ADS_3

Sudah genap tujuh hari kepergian Ethan, tetapi Erina masih saja betah mengurung diri di kamar Ethan. Memadangi kontak bayi berwarna maroon yang biasanya anak itu tiduri. Erina merindukan tangisan Ethan, tawa anak itu yang menyejukan hati dan Erina ingin sekali Ethan kembali.


Erina ingin menebus seluruh kesalahannya yang telah ia perbuat pada Ethan, ingin mengasihi Ethan dan menyayangi Ethan sepenuh hatinya.


Namun nyatanya semua itu telah terlambat, Ethan kini sudah beristirahat tenang tanpa ingin kembali. Menyisakan penyesalan yang memenuhi seluruh hati Erina, penyesalan mendalam yang menggerogoti seluruh hatinya.


"Maafin mama, Nak."


Bulir bening kembali menetes dari kedua mata itu, membuat aliran sungai kecil dan disusul isakan.


Pintu itu terbuka, menampakan sosok Ditya yang berdiri disana. Lelaki itu memadang Erina yang terlihat sangat menyedihkan, rambutnta yang acak-acakan dan juga bibirnya yang pucat.


Memang tidak ada yang mendatangi Erina sekedar untuk menangkannya, Sisca yang begity kesal tidak peduli lagi dengan Erina lalu Rean apalagi.


Hanya Ditya yang hari ini datang untuk Erina, membuat wanita yang tengah tenggelam dalam berbagai penyesalan itu bangkit.


"Udah, Ethan udah tenang disana. Sekarang kamu jangan kaya gini."


"Aku hiks... Aku jahat baget Dit, Ethan meninggal karena aku."


Erina tidak pernah menyayangi Ethan, bahkan hanya menjadikan Ethan sebagai alat untuk membuatnya dekat dengan Rean.


Saat pertama kali ia hamil, ia sangat senang, bukan senang karena anak itu melainkan karena ia akan semakin dekat dengan Rean.


Dengan menggunakan Ethan, dia akan mengikat Rean untuk berada di sampingnya dan membuatnya bahagia. Erina lupa jika ternyata Ethan bisa dijadikan sumber kebahagiaan pula.


"Enggak. Urusan nyawa itu hanya tuhan yang ngatur, tuhan sayang sama Ethan jadi memaggil Ethan buat kembali."


Ditya membawa Erina ke pelukannya, menepuk pelan punggung wanita itu guna memberikan ketenangan.


"Jadikan ini semua pelajaran dan juga titik balik kamu untuk berubah. Kamu harus janji untuk berubah."


"Apa Ethan bakal maafin aku?"


"Iya, Ethan akan bangga jika ibunya mau berubah menjadi lebih baik lagi. Menjadi pribadi yang jauh berbeda dari sebelumnya."


Erina mengangguk, sudah saatnya ia berada di jalan yang benar bukan jalan menyimpang seperti yang selama ini ia jalani.


Menjadi seseorang yang jahat itu tentu akan mendapatkan balasannya, karma itu nyata dan Erina sudah merasakannya. Hatinya sangat sakit saat kehilangan Ethan.

__ADS_1


"Aku mau berubah, bimbing aku berubah. Aku mau berubah."


Ditya mengangguk dengan seulas senyumannya, "bagus, aku akan bikin kamu berubah."


"Makasih Dit."


Ditya membantu Erina untuk bangkit dari duduknya.


"Sekarang kamu bersih-bersih, kita jalan-jalan cari angin."


Erina mengangguk, ia menghapus sisa-sisa air matanya dan lekas melangkahkan kaki menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Lima belas menit kemudia Erina sudah siap dengan pakaiannya yang bersih dan tubuhnya yang telah bersih pula.


Ditya mengajak Erina ke taman kota, dimana taman itu menyegarkan dan menyejukan, di pagi hari seperti ini hanya ada beberapa orang yang tengah berolah raga karena udara masih segar.


"Semuanya harus berubah dengan cepat banget Dit, aku nggak tahu harua gimana."


"Doain yang terbaik buat Ethan, dan juga berubah buat Ethan. Buat Ethan bangga punya ibu seperti kamu."


Di dala tapi hatinya Erina sangat bersyukur karena tuhan mengirim Ditya untuj menguatkan dirinya, tanpa Ditya entah sekarang Erina tengah seperti apa.


Ditya ini seperti malaikat yang datang untuk menyembuhkannya lalu membawa dirinya ke jalan yang benar.


"Itulah gunanya manusia, harus menjadi berguna untuk orang lain."


"Dan aku hanya menjadi penghalang untuk orang lain, aku perusak rumah tangga orang dan parahnya lagi aku adalah ibu paling buruk di dunia."


Ditya menggeleng, digenggamnya tangan Erina dengan erat. "jangan ngomong kaya gitu, mulai besok kamu bukan Erina yang itu lagi. Kamu adalah sosok Erina lain yang sudah berubah."


Erina mengangguk.


"Oh iya entah sudah beberapa hari kamu nggak makan, ayuk kita makan."


Erina mengangguk, meski perutnya meronta untuk diisi, namun dirinya tidaklah memiliki sedikitpun nafsu untuk makan. Sedikit saja tidak ada.


"Aku nggak nafsu makan Dit."


"Ya harus dipaksalah, kamu nggak boleh sampai sakit Rin."

__ADS_1


"Dit aku beneran nggak nafsu."


Ditya tidak memperdulikan kalimat itu dan langsung menarik lengan Erina guna mengajaknya untuk makan. Mereka pergi ke restoran yang kebetulan berada di seberang taman.


Ditya memesan berbagai masakan yang menguggah selera, tidak tanggung-tanggung satu meja mereka penuh dengan berbagai hidangan yang Ditya pesan.


"Dit kenapa pesan sebanyak ini sih?"


"Biar kamu nafsu makan, ini restoran favoritku. Sudah dijamin rasanya super mantap, kamu pasti ketagihan."


Ditya mengambilkan beberapa lauk ke piring Erina, "udang telur asin sama tumis ayam sayur ini paling aku suka, coba kamu cicipin."


Erina hanya menatap hidangan di depannya tanpa niat untuk memakanya.


"Rin ayolah makan, apa perlu aku suapin? Kamu tuh harus makan, liat pipi kamu tirus kaya gitu, kamu harus cantik lagi."


Seulas senyuaman tergambar begitu juga dengan pipi Erina yang memerah.


"Ayo makan, atau emang maunya disuapin?"


Ditya beralih meraih sendok milik Erina tetapi Erina langsung merebutnya.


"Iya iya aku makan Dit, enggak usah disuapin."


Erina lekas menyantap makanan itu, memakan sebuah hidangan enak dikala perutnya benar-benar kosong. Beberapa hari ini Erina hanya menganjal laparnya dengan segelas air putih, ia sama sekali tidak nafsu untuk menyentuh makanan.


"Gimana enak nggak?"


"Enak, selera makanan kamu emang the best."


"Iyalah."


Ditya ikut senang melihat senyuman yang berada di bibir Erina, akhirnya hari ini ia berhasil membuat wanita yang tenggelam dalam keterpurukannya bangkit kembali dan mengulas sebuah senyuman manis.


Misinya hari ini berhasil.


━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.

__ADS_1


THANKS AND SEE YOU....


Central java, 01 January 2021


__ADS_2