
Drtt... Drtt...
Bunyi ponsel Rean yang terus berdering di malam itu sungguh menganggu, sedangkan sang empu-nya masih begitu terlelap menjelajahi alam mimpi. Siapa gerangan yang sangat tidak sopan tengah malam menganggu istirahat orang.
Raina meraih benda kotak itu dinakas, tertera sebuah nama seseorang disana yang bisa ditebak jika itu adalah bawahan Rean. Pandangan Raina berganti pada Rean yang terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya, terbukti dengan lelaki itu tidak terganggu dengan deringan ponsel sedari tadi berbunyi.
Namun, karena takut itu penting Raina pun mengangkatnya.
"Halo Pak, gawat Pak gawat."
Dari nada bicaranya orang di seberang telepon itu terlihat sangat panik dan takut.
"Maaf, ada apa ya?"
"Eh bu, Pak Reannya ada?"
Merasa orang itu ingin membicarakan sesuatu yang mungkin penting Raina langsung membangunkan Rean.
"Mas bangun,"
Setelah beberapa kali Raina memanggil barulah Rean membuka matanya sedikit, ia hanya menatap Raina dengan pandangan bertanya-tanyanya.
"Ini ada telfon, Mas."
Raina menyerahkan ponsel itu, tetapi Rean masih dalam posisinya yang berbaring.
"Halo ada apa?"
"Pak, pabrik di jalan kemangi kebakaran."
Rean sontak melebarkan matanya dan langsung bangkit dari tidurnya.
"Kebakaran kamu bilang?"
"Iya, Pak."
"Saya kesana sekarang."
__ADS_1
Klik,
Rean segera menutup panggilan itu.
"Ada apa, Mas?"
"Katanya pabrik kebakaran, aku harus kesana sekarang."
"Serius Mas."
"Iya sayang."
Rean beralih menyambar kunci mobilnya, tanpa berniat menganti kaos putih dan celana tidurnya itu.
"Mas pake jaket."
Raina mengambil sebuah jaket dan memberikannya pada Rean, "aku berangkat ya sayang."
"Hati-hati, Mas."
Rean mengecup singkat kening Raina sebelum benar-benar melangkahkan kakinya pergi dari rumah itu.
Setibanya Rean di lokasi, api sudah berhasil di padamkan. Meskipun gudang itu sudah dilengkapi dengan alarm anti kebakaran, dimana saat terjadi kebakaran atap-atap akan menyiramkan air tetapi tetap saja tidak ada sepertiga isi gudang yang berhasil diselamatkan.
Perusahaan Rean memiliki 4 gudang pemyimpanan dan gudang ini merupakan gudang induk yaitu paling besar di antara semuanya. Perusahaan ini sudah memiliki nama dan merk yang dipasarkan sudah bukan main-main lagi namanya, brand terkenal yang melaunchingkan tas, sepatu, jam tangan dan juga pakaian dengan kualitas tinggi.
Ada seorang sekelompok pria mendekati Rean, mereka adalah orang-orang pabrik yang tadinya hendak mengirimkan barang ke gudang tetapi saat sampai disini ternyata sudah ramai dengan warga dan juga tim pemadam kebakaran.
"Malam, Pak."
Heru adalah seorang pengawas di pabrik, Rean beberapa kali berjumpa dengan lelaki itu.
"Tidak ada korban jiwa kan?"
Heru menggeleng, "tidak ada, Pak. Tetapi seperti yang diketahui jika kerugiannya pasti sangat besar."
Produk-produk yang akan launching bulan depan dan juga produk yang siap akan dijual tentu tidak tahu berapa yang bisa diselamatkan.
__ADS_1
"Tolong panggilkan security gudang."
Tentu saja gudang ini memiliki security yang menjaga barang-barang yang berada di dalam.
Heru semakin menundukkan kepalanya, "itu dia pak masalahnya, saat saya sampai disini tidak ada sama sekali security yang menjaga."
Rean mengernyit, jelas-jelas gudang ini memperkerjakan 4 security dengan pergantian shift siang 2 orang dan malam juga 2 orang.
Bagaimana bisa sekarang malah tidak ada security yang berada disini.
"Cari security yang bertugas malam ini dan suruh dia langsung menemui saya di kantor."
"Baik, Pak."
Rean memasuki mobilnya, melajukannya untuk pergi ke perusahaan. Memang masih dengan setelah tidurnya dan sebuah jaket tetapi ia tidak peduli, ada beberapa hal yang meunggunya karena kebakaran ini.
Tentu saja kantor sepi, hanya ada para security yang berjaga malam. Rean beranjak pergi ke ruangannya.
Ia akan memeriksa pemesanan dari pelanggan yang untuk besok, apakah ada pelanggan penting yang memesan untuk besok. Pelanggan penting yang dimaksud adalah pelanggan dari rekan perusahaan retail.
Benar saja, besok transaksi yang dilakukan adalah memasok dua perusahaan retail besar dan juga ada 10 pesanan orang dari luar negeri, selebihnya banyak pesanan-pesanan dari dalam negeri.
Tentu Rean tahu mana dahulu yang harus diprioritaskan, ia akan memprioritaskan pesanan dari luar negeri terlebih dahulu dan barulah pesanan dalam negeri, lalu untuk 2 perusahaan retail itu mungkin bisa ditunda pengirimannya, karena lebih mudah berkomunikasi dengan mereka yang telah menjalin kerja sama lama.
Mengapa seperti itu?
Tentu saja hal pertama yang ingin ia lakukan adalah tidak ingin mengecewakan pelanggannya. Meski sedang terkena musibah seperti ini ia harus tetap profesional dan tidak terpuruk terlalu lama.
Jika masalah pelanggan tidak diurusi dan terlalu fokus pada gudang yang terbakar itu tentu ini akan menimbulkan kerugian yang lebih besar dan hilangnya kepercayaan untuk berkerja sama lagi dengan perusahaan ini.
Seharusnya masalah ini di urus oleh tim penjualan yang terdiri dari 3 bagian, tetapi jika yang mengurus mereka itu artinya harus mengadakan rapat, dimana pendapat dari banyak orang itu berbeda dan akan lama mendapatkan keputusan paling tepat.
Sedangkan masalah pengiriman ini tidak boleh ditunda karena perusahaan harus tetap profesional, jadi jika Rean yang mengurusi ini tentu nanti ia yang mengeluarkan perintah sehingga bagian penjualan hanya perlu menjalaninya tanpa saling berdiskusi.
...━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━...
SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.
__ADS_1
THANKS AND SEE YOU....
^^^Central java, 01 January 2021^^^