
Jam dinding yang menunjukan angka sembilan itu menjadi sasaran tatapan mata Raina, sebelum kembali menatap ke arah pintu. Mikaila sudah tidur setengah jam yang lalu, tetapi Rean belum juga memunculkam wajahnya di rumah.
Raina sengaja menunggu Rean karena ingin mengatakan soal kehamilannya, meski ia juga tidak memiliki rangkaian kalimat yang bagus untuk mengatakannya, tapi ini tentu harus dibicarakan pada Rean.
Deru mobil yang ia dengar membuatnya bernafas lega, akhirnya yang ditunggu-tunggu juga kembali. Saat beranjak untuk membuka pintu Raina sangat terkejut melihat kondisi Rean.
Kemeja putihnya yang acak-acakan dengan dua kancing teratas terbuka, entah kemana perginya dasi dan juga jas milik lelaki itu. Bau alkohol juga tercium sangat menyengat berasal dari tubuh Rean.
Raina langsung menarik lengan Rean untuk masuk ke rumahnya dan menutup pintu. Raina kembali dikejutkan dengan ruas jari Rean yang terluka, terdapat darah mengering disana.
"Kamu ini kenapa sih Mas."
Rean menggelengkan kepalanya, setengah dari kesadarannya sudah hilang bersama dengan beberapa gelas minuman beralkohol yang ia minum.
Rean membawa Rean yang sempoyongan menuju kamar mereka dan juga mengganti kemeja Rean dengan baju santai.
Selanjutnya Raina mengambil kotak obat guna mengobati luka di tangan Rean, dengan sangat hati-hati Raina membersihkan luka itu.
"Kamu ngapain mabuk segala sih Mas!"
Rean tidak menjawab, tetapi tatapannya itu tidak sedikitpun meleset dari wajah Raina, terfokus dan tidak teralih sedikitpun.
"Maafin aku sayang, aku bodoh banget."
Itu adalah kalimat terakhir yang Rean ucapkan sebelum dirinya terjatuh ke alam mimpi.
Raina hanya memperhatikan Rean yang sudah terlelap, sebenarnya berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Bagaimana bisa Rean pulang dalam keadaan sekacau ini?
***
Kelopak mata itu mulai tergerak bersamaan dengan sinar sang mentari yang menusuk masuk melalu celah gorden, lalu sinar mentari menyilaukan ruangan saat gorden itu dibuka lebar-lebar. Begitu manik itu terbuka sempurna, sakit kepala luar biasa juga menyertai. Memijit kepala sebentar sebelum mengganti posisinya menjadi duduk.
"Udah bangun kamu Mas?"
"Sayang,"
Raina mendekatkan dirinya dengan cara duduk di sisi ranjang, "kenapa semalem pulang dalam keadaan mabuk?"
__ADS_1
Wajah Rean datar, tetapi lelaki itu menatap dalam mata Raina.
"Ada sesuatu yang harus aku jelasin ke kamu tentang Erina, tolong kasih aku kesempatan buat jelasin."
Raina tidak bisa terus menerus menutup telinga dan berusaha tuli dengan penjelasan Rean, meski Rean sempat mematahkan kepercayaannya. Terlebih untuk sekarang ini bukan waktunya terus menerus berseteru.
Muncul sosok baru yang membuat Raina semakin kukuh harus mempertahankan rumah tangganya, tentu ia tidak ingin anak keduanya itu lahir dalam keadaan rumah tangganya yang kacau.
"Jika penjelasan kamu bikin semuanya lebih baik, silahkan jelaskan tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu."
Senyuman merekah di bibir Rean, ini pertama kalinya Raina bersedia memberikan waktu untuk Rean menjelaskan semuanya.
"Malam itu Erina ngejebak aku, dia kasih obat perangsang di minuman dan itu semua terjadi...."
Selema ini Rean memang merasa aneh dengan peristiwa itu, ia hanya meneguk sedikit minuman alkohol tapi dirinya mendadak aneh dan melupakan apa saja kejadian malam itu. Sama sekali tidak sadar jika telah meniduri Erina, taunya itu semua juga merupakan rencana Erina.
"Setelah itu Erina dateng dengan sebuah hasil tes DNA dari bayi itu dan aku, hari itu aku nggak bisa mikir apa-apa, jika aku kasih tau ke kamu aku takut rumah tangga kita akan hancur saat itu juga, jadi aku nggak bisa bilang itu ke kamu dan nikah diam-diam sama Erina ... tapi selama pernikahan itu aku sama sekali nggak nyentuh Erina, aku nggak pernah nginep dirumahnya."
"Kamu tau Erina ngejebak kamu tapi kamu tetep nikahin dia?"
"Aku baru tau tadi malem karena Erina mengakui semuanya, sebelumnya aku taunya kalau itu kecelakaan bukan rencana Erina."
Rean mengenggam tangan Raina, "aku beneran gabisa mikir saat itu, yang terpenting buat aku rumah tangga kita nggak hancur. Maafin aku sayang."
"Kamu mau janji sama aku, buat nggak ngulangin hal ini? Ke depannya masalah apapun itu kamu harus cerita ke aku, kita cari jalan tengahnya sama-sama, karena semenjak kita menikah masalah kamu adalah masalah aku, begitu juga sebaliknya."
Rean mengangguk, "iya sayang, jadi kamu mau maafin kesalahan ku kan?"
"Aku kasih kamu kesempatan kedua, tapi jangan patahin kepercayaan aku dengan perselingkuhan lagi!"
"Enggak! Aku nggak pernah terpikir sedikitpun buat selingkuh dari kamu, kamu ada disampingku aja lebih dari cukup."
Senyum di bibir Raina merekah, selama ini ia memang selalu menutup telinga dan tidak ingin mendengarkan sedikitpun penjelasan Rean, dan setelah mendengarnya tentu hubungan mereka menjadi lebih baik.
Mengapa Raina langsung percaya dengan Rean? Yang pertama adalah melihat sifat Erina, bukan tidak mungkin wanita itu melakukan hal gila semacam itu untuk mendapatkan Rean, karena dari sebelumnya Erima juga sudah menggoda Rean dengan berbagai cara. Dan alasan kedua adalah, hari itu Kala pernah mengatakan jika Raina harus mendengarkan dahulu penjelasan Rean.
"Oh iya Mas, aku juga ada satu hal yang harus aku katakan ke kamu."
__ADS_1
"Apa sayang?"
"Aku—"
"Kenapa?"
"Aku hamil."
Kedua mata Rean membola sebelum sebuah senyuman mereka menghiasi bibirnya.
"Beneran?"
Raina mengangguk,
Rean langsung memeluk tubuh Raina dengan sangat erat, tidak lupa mengecup berkali-kali wajah Raina. Sudah sangat dirindukannya mengecup istrinya itu.
Setelah melepaskan pelukan itu Rean menekuk kakinya mensejajarkan dirinya dengan perut Raina, menarik sedikit baju yang menutupi perut wanita itu dan mengecup perut Raina.
"Hai jagoan ayah? Kamu lagi apa?"
Raina tersenyum, "lagi tidur ayah."
"Ayo kita ke dokter."
"Sekarang Mas? Kamu nggak ke kantor?"
"Kita ke dokter dulu, aku mau lihat jagoan kecilku."
"Yaudah sana kamu mandi dulu."
Rean mengangguk, mengecup pelan bibir Raina sebelum beranjak ke kamar mandi.
...━━━━━ T O B E C O N T I N U E━━━━━...
SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.
THANKS AND SEE YOU....
__ADS_1
^^^Central java, Desember 2021^^^