
"Iya sama-sama, makan dulu nanti lanjutin lagi ceritanya yang penting ada isi perutmu dulu," ucap Doni menyuruhnya makan.
Setelah Tegar selesai makan dan menenangkan perasaanya Tegar pun menceritakan masalahya kepada Doni.
"Selama ini aku sama Biagka hanya dekat dan sempat ada rasa suka dengannya, waktu itu aku janjian dengan Biangka bertemu di taman, aku ingin bertanya kepadanya tetang kedekatan kita apakah bisa lebih, aku pergi ke taman dan bertemu dengan Biangka saat aku ingin bicara dengan Biangka, dia pun memotong pembicaraanku dan mengatakan.
"Aku punya kabar baik buat kamu," ucap Biangka
"Apa itu?" tanya Tegar.
"Tapi kamu jagan marah ya?"
"lya nggak, bilang saja apa?" tanya Tegar penasaran.
"Aku dapat biasiswa keluar negri aku mau keluar negri," ucap Bangka.
mendengar perkataan Biangka seperti itu hati Tegar pun tersa sedikit sakit dan hanya bisa terdiam.
"Tegar, kamu marah yah?"
"Nggak kok, asal kamu bahagia dengan pilihan kamu sendiri aku juga bahagia semoga kamu sukses di sana."
"Terimakasih,"ucap Biangka sambil tersenyum melihat Tegar.
setelah beberapa lama kemudian Biangka pun pergi meninggalkan Tegar, disaat itu hati Tegar terasa sakit dan perih, hujan pun turun membasahi seluru tubuh Tegar dan Tegar pulang dalam keadaan basah kuyup.
ke esok harinya Tegar pun pergi ke rumah Biangka ingin memberikan hadia perpisahan kepada Biangka namun Tegar melihat ada seorang pria lain yang memberikan hadia kepada Biangka dan Tegar pun mengurungkan niatnya untuk memberikan hadia itu dan pergi dari rumah Biangka.
tidak lama kemudian Biangka pun menelfon Tegar untuk mengantarnya ke bandara, dan Tegar pun putar arah motornya kerumah Biangka dan menjemput Biangka. tidak lama kemudian Tegar pun sampai dan Biagka pun naik motor dan Tegar pun mengantar Biangka pergi kebandara.
setalah 30 menit, Tegar pun sampai di bandara Biangka pun mengucapkan terimakasih karena suda mengantarya ke bandara.
tidak lama kemudian Tegar pun berjalan ingin segerah pulang kerumahnya tiba-tiba Biangka berteriak. "Tegar, tunggu aku pulang aku pasti pulang untuk kamu," ucap Biangka.
namun Tegar hanya tersenyum sambil melambaikan tanganya dan tidak lama kemudian Tegar pun pergi dari bandara pulang kerumahnya.
"Terus bagemana perasaan kamu sekarang ke Biangka?" tanya Doni.
"Aku bingun karena sekian lama aku coba kubur semua kisah yang aku alami bersama Biangka dulu, dan kini dia datang kembali dan membicarakan kita mulai lagi dari awal lagi."
__ADS_1
"Terus apa jawabanmu ke Biangka?" tanya Doni semakin penasaran.
"Aku hanya berkata aku lagi fokus kuliah dulu dan tidak ingin berfikir apa pun."
"Seharusnya kamu kasi keputusan langsung ke dia supaya dia tau."
"Aku juga bingun untuk ambil keputusan langsung."
"Aku tinggalin kamu sebentar ya biar kamu bisa berfikir dengan jerni," ucap Doni dan langsung keluar kamar meninggalkan Tegar di kamarnya sendiri dan dia ke dapur makan, habis makan dia pun pergi mandi dan duduk di kursi membiarkan Tegar di kamar sendiri supaya bisa berfikir dengan baik.
tidak lama kemudian Doni pun masuk kamar dan melihat Tegar masi berbaring di tempat tidur. "Doni, aku harus apa sekarang?" tanya Tegar.
"Bangun dulu biar kita bicara,"ucap Doni mengoyangkan tubu Tegar.
"Apa yang membuat kamu bingung sekarang?" tanya Doni sambil memukul paha Tegar agar bagun.
"Perasaanku rasanya tidak karu-karuan."
"Memanagnya kenapa dengan perasaanmu?" tanya Doni semakin penasaran.
"Aku akan jujur ke padamu bahwa sebenarnya sejak pertama kali aku betemu dengan Putri aku suda menyukainya, aku mencintai Putri sekarang namun aku tidak tau harus bagaimana cara mengungkapkanya karena aku takut merusak persahabatan kita sekarang ini."
"Aku akan mengatakannya jika suda waktunya."
"Terus bagaimana dengan Biangka?" tanya Doni.
"ltu dia masalahnya aku suda lupain semua tentang dia, aku suda kubur semua tentang dia, dan aku suda menghilangkan semua perasaanku ke dia, namun kini dia datang kembali dan mengatakan dia ingin kembali, dan ingin memulai hubungan kita ke lebi serius, aku tidak mengatakan apapun ke Biangka aku hanya pergi dengan perasaan yang bimbang, aku tidak bisa berfikir dengan baik."
"Tegar, ikuti kata hatimu siyapa sebenarnya yang kamu cintai di antara merek berdua."
"Jujur Doni, aku suka sama Putri sekarang dia baik, saat aku bersamanya hatiku terasa nyaman aku merasa begitu senang bisa berada di dekatnya, tapi aku tidak tau bagaimana perasaan Putri kepadaku apakah dia juga merasakan yang sama atau hanya aku yang merasakannya."
"Karena kamu belum coba mengatakan perasaanmu kepadanya."
"Suatu saat aku akan mengatakannya, tapi bagaimana dengan Biangka yang jelas suda datang dan mengatakan dia akan kembali kepadaku, aku bingung untuk berfikir aku dalam di lema sekarang."
"Ikuti kata hatimu aku yakin kamu pasti bisa menghadapinya."
"Doni, ini suda sore mendingan aku pulang saja dulu kerumahku."
__ADS_1
"Sebentar lagi pulang kita jalan saja dulu yuk, dari pada di rumah terus tamba banyak pikiran."
"Bentar lagi baru jalan kepalahku masi pusing ini."
"Gar, aku harap kamu tidak menyakiti hati Putri, karena Putri itu orangnya sangat baik sama kita-kita, kalau boleh aku jujur, aku sebagai sahabat mu lebih suka kalau kamu jadian sama Putri dari pada Biagka tapi semua itu kamu yang menjalani hidupmu bukan aku, sebagai sahabat hanya bisa mendukung kamu."
"Terimakasih, kamu memang sahabat terbaikku, oh iya aku mau tanya kalau hubungan kamu sendiri dengar Dinda gimana?" tanya Tegar.
"Aku sayang sama Dinda tapi aku hargai persahabatan kita biarkan lah waktu yang menjawap dan aku tau Dinda juga suka sama aku, hanya karena kita hargai persahabatan kita maka hubunganku dengan Dinda kami berdua mengontrolnya."
"Hebat sekali sih sahabatku ini bijaksekali, sejak kapan kamu bisa berfikir sebijak ini," ucap Tegar sambil menepuk pun dah Doni.
"Baru sadar kamu kemana saja selama ini masa sahabat sendiri nggak tau kalau sahabatnya ini memang bijak," ucap Doni sambil menepuk nepuk dadanya sambil tertawa.
"Dipuji dikit langsung geernya kemana-mana," ucap Tegar sambil geleng geleng kepala melihat tingka Doni aneh Doni.
"Iya deh orang bijak yang selalu membanggakan dirinya."
"lya dong."
"Terimakasih banyak suda numpang disini dan terimakasih juga sudah kasih nasehat."
"Iya sama-sama sahabatku."
"Aku pulang dulu sudah sore."
"Terus kita nggak jadi jalan."
"Lain kali saja."
"lya suda hati-hati di jalan nggak usah banyak mikir."
"Iya-iya." ucap Tegar dan langsung keluar dari kamar Doni menuju parkiran motor dan menghidupkan motor pergi meninggalkan rumah Doni.
di dalam perjalanan Tegar melihat Putri sedang membawa belanjaan Tegar pun langsung putar arah dan menghampiri Putri. "Kamu dari mana?" tanya Tegar.
"Kok ada disini," ucap Putri merasa heran kedatangan Tegar.
"Kebetulan saja lewat, kamu mau kemana?" tanya Tegar balik.
__ADS_1