Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Cemburu


__ADS_3

"Iya-iya" ucap Tegar dan langsung keluar dari kamar Doni menuju parkiran motor dan menghidupkan motor dan pergi meninggalkan rumah Doni. di dalam perjalanan Tegar melihat Putri membawa belanjaan, Tegar pun putar arah dan langsung menghampiri Putri.


"Kamu dari mana?" tanya Tegar.


"Kok ada disini," ucap Putri merasa heran kedatangan Tegar.


"Kebetulan saja lewat, kamu mau kemana?"


"Aku mau pulang tunggu angkot tapi penuh semua."


"Aku antar pulang saja, naik gih."


"Nggak usah soalya belanjaan ku banyak."


"Nggak apa-apa sini barang mu taro di depan sini."


"Nga usah."


"Nga apa-apa kok," ucap Tegar dan langsung mengambil barang Putri dan menaro di motornya, dan Putri pun terpaksa naik.


"Belanjaan kamu banyak sekali."


"Iya disuru mamaku belanja."


"Itu apa?" tanya Tegar Penasaran.


"Bahan kue mau bikin kue."


"Kamu tau bikin kue?"


"Nggak tau, mamaku yang tau, tapi aku cuman bantuin saja."


"Mmhhh kue apa, boleh aku rasa nga?"


"Boleh tapi nanti ya kalau suda jadi."


"Benear ya Put."


" Iya," ucap Putri.


tidak lama kemudian sampailah di lampu merah, motor Tegar pun berhenti dan tanpa di sengaja di sebelah Tegar itu adalah mobil Biangka dan Biangka pun kaget melihat Tegar berboncengan dengan seorang wanita di dalam hati Biangka begitu terbakar api cemburu.


tidak lama kemudian lampu hijau pun menyalah dan Tegar pun begitu laju membawa motor sehingga Biangka tidak dapat mengejar motornya. tidak lama kemudian sekitaran 30 menit Tegar pun sampai dirumah. Putri pun mengucapak terimakasih.


"Jangan lupa yah," ucap Tegar.


"Apa?" tanya Putri.


"Kuenya di sisain ya."


"Iya nanti aku bawain besok."


"Ok, aku pulang dulu ya."


"Iya, daaah."

__ADS_1


Tegar pun langsung pergi meninggalkan rumah Putri pergi menuju rumahnya setibanya di rumah Tegar mandi makan dan langsung tidur karena kelelahan seharian.


ke esok paginya Biangka suda datang nda menunggu Tegar di depan kampus. "Siapa cewe kemarin yang kamu bonceng?" tanya Biangka.


Tegar pun kaget dan bertanya-tanya dalam hati. "Dia tau dari mana," seruh Tegar dalam hati dan langsung membalikan badanya.


"Maksud kamu apa?" tanya Tegar berpura-pura tidak tau apa-apa.


"Nggak usah berpura-pura aku lihat sendiri kemarin di lampu merah kamu boncengan sama wanita lain di depan mataku."


"Bukan urusanmu."


"Kamu bilang mau fokus kuliah tapi nyatanya boncengan sama wanita lain."


Tegar pun tidak menghiraukan Biangka lagi dan berjalan menuju kelas dengan kesal dan langsung masuk kelas.


tidak lama kemudian Biangka pun pergi ke kelas dan masuk kelas dan melihat Putri suda ada di kelas. "Wanita ini kan yang di bonceng Tegar kemarin," seruh Tegar dalam hati.


tidak lama kemudian Dosen pun datang dan memberikan materi, sekitar 2 jam di kelas memberi pelajaran kelas pun berakhir Dosen pun langsung keluar kelas.


"Aku ke toilet dulu mau buang air kecil, suda dari tadi aku tahan-tahan," ucap Putri dan langsung berdiri dari duduknya pergi ke toilet.


tidak lama kemudian Putri pun keluar dari toilet dan berjalan menuju kelas. tiba-tiba Biangka datang menghampiri Putri dan menahan jalan Putri. "Aku mau bicara sama kamu," ucap Bangka.


"Mau bicara apa?" tanya Putri.


"Suda ikut saja," ucap Biangka memanggil Putri.


tampa berfikir panjang Putri pun ikut setibanya di tempat yang sunyi Biangka pun langsung mengatakan. "Kemarin saya lihat kamu di bonceng Tegar kan?"


"Heiy kok bengong, aku mau tanya apa hubungan kamu dengan Tegar?"


"Nggak ada hubungan apa-apa hanya kebetulan saja kemarin dia lewat dan menolongku mengantar ku pulang."


"Cuman itu."


"lya, emangnya ada apa ya?"


"Aku kasi tau ya, Tegar itu pacar aku dulu aku pergi keluar negri itu karena dukunganya Tegar dan aku pun kembali karena Tegar, aku harap kamu tidak ada perasaan apa pun sama Tegar aku cuman menyampaikan ke kamu supaya kamu mengerti dan tidak berharap lebih sama Tegar."


"Aku tidak ada perasaan apa pun sama Tegar," ucap Putri sambil tersenyum.


Putri pun pergi dalam hatinya terasa sangat sakit dan terluka. "Untung saja aku belum terlalu dalam menyukai Tegar, sedangkan ini saja suda sangat sakit apa lagi kalau aku benar-bener mencintainya pasti lebi sakit dari ini," ucap Putri sambil berjalan masuk kelas.


"Lama sekali di toiletnya?" tanya Lisa.


"lya ni sakit perut, kayanya aku diare deh."


"Aku ambil obat di ruangan praktek yah."


"Nggak usah masi bisa di tahan."


"Harus minum obat Put, muka kamu juga kelihatan pucat."


"Masa sih, aku nggak apa-apa kok," ucap Putri dan dan langsung merunduk kepanya di meja.

__ADS_1


Melihat Putri seperti kesakitan Dinda pun bertanya "Put kamu beneran nga apa-apa?" tanya Dinda.


"Ngga kok, aku nga apa-apa."


"Putri, kalau kamu sakit kita periksa saja dulu lagian disini ada dokter bagian dalam biar kamu periksa supaya di obati segerah."


"Beneran aku nga apa-apa."


Tegar pun melihat Putri ke sakitan dia pun menjadi hawatir ingin mendekati namun masi di dalam kelas dan dia merasa tidak enak banyak orang dan disitu pun masi ada Biangka.


tidak lama kemudian Putri pun keluar kelas diantar oleh Dinda namun Lisa pergi isi apsen di ruang Dosen.


"Tolong isi daftar hadirku dulu," ucap Putri, dan memberikan barkotya kepada Dinda karena lupa memberi barkotnya ke Lisa.


Dinda pun pergi mengejar Lisa ke ruangan Dosen disaat itu Tegar melihat Putri kesakitan namun bukan sakit karena diare tapi karena sakit hatinya. Tegar pun mengiktu Putri dan ketika Tegar ingin memangil Putri tiba-tiba Biangka langsung memangilnya.


"Tegar tunggu," ucap Biangka memanggil Tegar.


Tegar pun berhenti dan menoleh ke belakang. "Ada apa?" tanya Tegar.


"Aku mau kasi ini sama kamu."


"Apa ini Biangka?" tanya Tegar penasaran.


"Nanti buka di rumah saja ayo kita kedepan," ucap Biangka dan mereka pun berjalan bersama sambil menggandeng lengan Tegar dan meninggalkan Putri sendiri.


"Aku lapar banget ni kita makan yuk," ucap Biangka, Tegar pun hanya mengangguk kepalanya dan pergi bersama.


Putri pun melihat mereka berjalan bersama dalam hatinya timbul rasa cemburu melihat Tegar dan Biangka berjalan bersama.


tidak lama kemudian Dinda dan Lisa pun datang. "Putri, aku antar pulang yah," ucap Dinda.


"Nggak usah aku di jemput sama kakakku."


"lyah suda deh kalau begitu aku tinggal ya," ucap Dinda.


"Beneran nggak apa-apa kan ???" tanya Lisa.


"lya nga apa-apa, kalian duluan saja."


Dinda dan Lisa pun meningalkan Putri mereka berdua menuju parkiran mobil dan meningalkan kampus.


Tegar dan Biangka suda sampai di kafe, Biangka pun pesan makanan dan makan namun Tegar tidak bisa makan didalam pikiranya hanya memikirkan Putri.


"Aku tidak bisa makan, kamu saja yang makan kalau begitu aku pergi dulu, " ucap Tegar dan langsung pergi terburu-buru meninggalkan Biangka dan langsung pergi ke parkiran dan menghidupkan motornya langsung putar arah dan kembali ke kampus.


tidak lama kemudian sampalah di kampus Tegar dan melihat-lihat keadaan kampus suda sunyi hanya satu-satu mahasiswa yang lewat dan Biangka pun menyusul Tegar kembali ke kampus, Tegar pun melihat Putri keluar dari toilet dari arah jauh dan ingin menghampirinya. tiba-tiba Biangka datang dan langsung memeluk Tegar dari belakang.


Putri pun melihat pemandangan itu dalam hatinya semakin sakit, dan langsung membalikan badannya, seketika pun Tegar melihat Putri memutar balik badanya dia pun langsung melepaskan tangan Biangka yang memeluknya dari belakang. "Tidak enak di lihat orang apa lagi ini di kampus," ucap Tegar.


"Tidak ada orang juga kok disini dan tidak ada CCTV juga karena dekat toilet," ucap Biangka dan kembali memeluk Tegar


Tegar pun diam sejenak untuk memastikan perasaanya ke Biangka apakah masi ada atau suda tidak ada sama sekali, dan ahirya Tegar pun memutuska melepas tangan Biangka dan pergi berlari menuju jalan raya, Biangka pun berteriak memangil Tegar namun Tegar suda tidak memperdulikannya dia hanya pergi mencari Putri.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada Putri tentang perasaanku kepadanya, tentang hubunganku dengan Biangka, kamu di mana Put aku mau bicara sama kamu," seruh Tegar dalam hati sambil mencari-cari Putri namun tidak menemukan Putri.

__ADS_1


di dalam perjalan pulang Putri meneteskan air matanya dia merasa heran dengan dirinya. "Kenapa dengang ku ini, kenapa hati ku tersa sangat sakit, Tegar itu suda punya pacar aku harus melupakanya," seruh Putri dalam hati.


__ADS_2