Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Ke Pasar


__ADS_3

Putri pun membuatkan teh hangat 2 dan menaronya di meja makan beserta degan Roti yang di temukan sambil menunggu Tegar bangun, tidak lama kemudian Tegar Pun Bagun dan langsung mencari-cari Putri dan menurungi anak tangga dan melihat Putri lagi di dapur.


"Eh kamu suda bangun ???" tanya Putri


Tegar pun langsung menghampiri Putri, "Aku kira kamu kemana-mana, aku kira kamu kabur, aku sangat takut kehilangan kamu"


"lya, aku tau kok, lagian aku nga kemana-mana aku hanya ke dapur, membuatkan kamu teh, di minum dulu mumpung masi hangat"


"lya sayang terimakasih"


Putri pun tersenyum manis melihat Tegar yang meminum tehnya.


"Enak banget rasanya kalau pacar yang bikin"


"Biasa aja kok kaya bikinin orang-orang"


"Bedahlah sayang kan dari tangan sayang yang buat bedahlah"


"Iya suda terserah kamu aja, oh iya temani aku ke Toko yuk aku mau beli baju dan dalaman, kita kesini kan aku nga sempat bawah baju atau perlengkapan apa pun baru kamu bersifat memaksa lagi"


"lya maafkan aku yah, aku tidak berfikir sampai kesitu yang aku pikir aku akan kehilangan kamu jika aku tidak bertindak cepat, maaf ya sayang, oh iya disini tidak ada Toko terdekat adanya pasar"


"Iya suda de, kalau tidak ada toko kita kepasar saja"


"lya suda ayo kepasar sekarang mumpung masi pagi kalau suda siang pasarnya tutup"


Putri pun langsung berdiri dan bersiap-siap,


"Iya ayo kita pergi aku suda siap, pasarnya jauh nga dari sini ???"


"Nga jauh kok lumayan dekat emang kenapa ???" tanya Tegar penasaran.


"Kita jalan kaki aja kepasrnya boleh yah ???"


"Kamu yakin mau jalan kaki ???"


"lya aku yakin, sekalian kita olaraga pagi"


"lya suda terserah sayang saja aku ikuti kata-kata sayang aja"


mereka pun berjalan menuju pasar, sesampainya di pasar Putri pun membeli baju dan keperluannya, dan mengatakan, "Kita beli bahan makanan yuk, buat masak nanti, kamu mau di masakin apa, nanti aku masakin ???"


"Terserah sayang aja masak apapun aku pasti makan"

__ADS_1


Putri dan Tegar pun pergi ke tempat penjualan sayur-sayuran dan mereka pun membeli sayuran, dan Tegar pun mengatakan,


"Sayang kamu masak sayuran yah, nanti aku masak dagin, aku juga mau masakin buat sayang," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Putri.


"Emangya kamu tau masak ???" tanya Putri penasaran.


"Nanti sayang rasain aja kalau masakannya suda jadi di rumah nanti"


mendegar percakapan mereka penjual sayur pun mengatakan, "Kalian pengantin baru yah, baru belajar masak ???"


Putri dan Tegar pun saling berhadapan dan bingun mau jawab apa, hanya bisa tersenyum melihat si penjual sayur.


"Tidak usa malu-malu saya juga dulu baru nikah nga tau masak, tapi seiring waktu tau juga hehehe," ucap Penjual sayur.


Putri pun mau menjawap namun suda di halangi terlebi dulu sama penjual sayur, suda tidak usa malu-malu saya kasi bonus sayur," ucap penjual sayur dan langsung mengisi di pelastik dan memberikanya.


Tegar pun mengambilnya dan membayarnya, dan mereka berdua pun mengucapkan "Terimakasih"


setelah pergi dari penjual sayur Putri pun tertawa, "hahahaha, ada-ada aja yah penjual sayurnya masak kita di bilang pengantin baru"


"Emangnya sayang mau jawab apa, mau bilang kita bukan pengganti baru, tapi belanja keperluan rumah tangga sama-sama, yang mereka tau itu setiap orang yang ke pasaran bersama-sama pasangannya terus masak bareng di rumah dan Pangil sayang-sayang, apa bukan suami istri namanya, dalam fikiran mereka itu seperti itu"


"Gitu yah, aku nga kepikiran," ucap Putri sambil mengaru-garu kepalanya yang tidak gatal.


Tegar pun berjalan kedepan sedangkan Putri mengikuti di belakang dan mengatakan, "Tunggu Tegar kamu jalan cepat sekali, sampai ngos-ngosan aku mengejarmu"


sesampainya di tempat penjual daging Tegar pun membeli daging setelah mereka membeli beberapa keperluan masak ahirya mereka pun memutuskan untuk pulang.


"Sayang suda tidak ada lagi kan yang mau kamu beli ???" tanya Tegar.


"lya suda tidak ada lagi"


"Kalau gitu kita pulang sekarang yah, aku suda merasa sangat lapar"


mereka berdua pun suda sepakat untuk pulang mereka pun berjalan sepanjang jalan dan tiba-tiba Putri merasakan suda aga lelah berjalan dan di tamba degan bawaan berat dan mengatakan, Kita berhenti sebentar"


"Kenapa kamu capek yah ???" tanya Tegar.


"lya lumayan si, terasa capenya tapi aku suka kok, ayo jalan lagi"


tiba-tiba Tegar membelakangi Putri dan membungkuk, "Ayo naik sayang"


"Kamu mau menggendong ku tapi masi jauh perjalanya"

__ADS_1


"Suda naik saja"


"Tapi aku berat loh, emang kamu kuat gendong aku ???"


"Suda naik saja tidak usa banyak pertanyaan"


Putri pun naik di pundak Tegar, dan mereka pun berjalan menuju rumah,


"Makasih ya, maaf aku suda merepotkan mu ???"


"Tidak apa-apa sayang, aku senang bisa memanjakan kamu, aku tidak mau melihat mu terluka apalagi kelelahan"


"Makasih ya, selama ini kamu tetap memperjuangkan cinta kita, maafkan aku yang kadang mengabaikan mu, itu semua aku lakukan agar aku tidak begitu terluka, makanya aku sedikit menjauh dari mu"


"Iya sayang aku mengerti kok"


"Terus sampai kapan hubungan kita terus seperti ini, aku nga tau ujian apalagi yang akan kita menghadapi nanti"


"Iya sayang aku tau, kita harus selalu sabar menghadapi setiap ujiang demi memperjuangkan cinta kita"


"Iya Tegar sayang," ucap Putri sambil memcubit telinga Tegar.


"Jagan tau, geli, aku tidak bisa menahan geli"


"Biarin aja biar kamu ketawa terus, biar hati ku juga senang"


"Kok gitu sih sayang aku nga tahan geli berhenti cubit telinga ku nanti kamu jatuh"


"Iya-iya aku berhenti" tidak lama kemudian mereka pun suda sampai di depan rumah, Tegar pun mengurungkan Putri dari pundaknya.


"Aku pasti berat yah, ???"


"Nga kok sayang, aku buka pagar dulu yah,"


Tegar pun membuka pagar dan Putri pun masuk kedalam rumah, dan Tegar pun kembali membuka kunci rumah dan mereka berdua pun masuk kedalam rumah, dan mereka pun langsung menuju kursi, Tegar pun langsngsung duduk di kursi dan mengatakan sayang minta tolong ambilkan aku air, aku haus banget"


"Siap di ambilkan" Putri pun berdiri dan menuju kulkas dan membawahkan segelas air, dan memberikan kepada Tegar.


"Terimakasih sayang ku"


"Sama-sama sayang ku"


Enaknya di Pangil sayang di tamba degan senyuman manis terasa enak banget rasanya, kaya lagi di Cars fuul tenaga ku"

__ADS_1


"Masa sih segitunya," ucap Putri dan langsung mencubit pinggang Tegar.


__ADS_2