Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Salah Paham


__ADS_3

Bingka pun kaget mendengar perkataan Tegar bahwa suda ada orang lain di dalam hatinya. "Siapa Tegar, katakan siapa orangnya?" tanya Biangka penasaran.


"Kamu tidak perlu tau siapa orangya, aku harap kita tidak membahas masalah ini lagi, masalah kita suda berakhir sampai disini, aku yakin kamu pasti ketemu orang yang benar-benar sayang kepadamu tapi bukan aku


Biangka mendengar perkataan Tegar dia pun menganguk dan menangis, Tegar pun pergi meninggalkan Biangka sendiri yang merenungi dirinya, saat Tegar melewati tempat sampa dia melihat tempat sampa yang iya lewati tadi tidak terjatu dan kini iya lihat berantakan,


dan dia pun melihat ada gantungan hp Putri jatuh tidak jauh dari tempat sampah, Tegar pun mengambilnya dan berfikir sejenak. "lni kan punya Putri aku sering melihatnya ada tanda P."


seketika Tegar tersadar dan berlari. "Berarti Putri ada disini tadi dan mendengar perkataanku, bagaimana kalau dia salah paham. "Putri, aku tidak mau kamu salah paham lagi kepadaku aku sangat sayang kepada mu," seruh Tegar dalam hati.


Putri pun sampai di kantin dan mengajak jalan kedua Temanya. "Kita jalan-jalan yuk, refresing sekalian belanja."


Kedua sahabatnya pun tersenyum manis dan langsung berdiri dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan kantin mereka menuju parkiran dan pergi meningalkan kampus.


tidak lama kemudian Tegar pun datang menghampiri Doni. "Lihat Putri nggak?" tanya Tegar.


"Barusan mereka pergi emangnya ada apa?" tanya Doni balik.


"Aku ada perlu sama dia, mereka pergi kemana?"


"Katanya mau pergi jalan-jalan rame-rame sama Dinda dan Lisa."


"Kamu tau nggak mereka jalan-jalan kemana?"


"Aku tidak tau karena aku tidak tanya."


mendengar perkataan Doni seperti itu Tegar pun langsung pergi menuju parkiran dan menghidupkan motornya dan pergi meningalkan kampus, dalam hati Tegar bertanya-tanya. "Aku harus cari Putri kemana dan aku tidak tau mereka berjalan kemana, aku takut Putri salah paham lagi ke aku tentang Biangka yang jelas-jelas aku mencintanya dirinya," seruh Tegar dalam hati.


sepanjang jalan Tegar selalu melihat kiri dan kanan dan kadang pun iya masuk di dalam toko berharap ada Putri di dalam, namun kenyataan Putri tidak ada. "Kamu kemana sih Put," seruh Tegar dalam hati dan mencoba menelfon Putri namun nomorya tidak aktif.


disisi lain Putri mencoba melupakan semua apa yang iya lihat tadi dengan cara makan makan dan belanja, Dinda pun heran melihat temanya begitu banyak iya makan. "Habisin makananya, ini kita belanja yah gaysss hidup itu harus di nikmati," ucap Putri.


mendengarnya perkataan Putri seperti itu Dinda langsung menaro tangannya di kepalah Putri. "Kamu sehat kan?" tanya Dinda.


"Iya aku sehat lah."


"Tumben kamu seperti ini.


"Hidup itu harus di nikmati," ucap Putri sambil tersenyum melihat kedua sahabatnya.


tidak lama kemudian mereka bertiga pun suda selesai makan dan berjalan mencari cari baju, tidak terasa suda 4 jam mereka berjalandan akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang. "Pulang yuk suda sore ni," ucap Putri.


Dinda dan Lisa pun setuju, dan ketiganya pun berpisah dan Putri pun pulang menuju rumahnya sekitaran 45 menit Putri sampai di rumahnya dan menyuruh satpam untuk membuka pagar


setelah pagar di buka Putri pun langsung masuk dan memanggil satpam. "Pak aku mau minta tolong kalau ada teman aku datang bilang saja aku tidak ada di rumah lagi nyusul orang tuanya ke bandung."


"Beres non," ucap satpam.


Putri pun masuk dalam rumah dan langsung masuk kamar dan langsung berbaring di tempat tidur. "Aku tindak mau memikirkan si pleboy itu, dia tidak pernah setia dan dia mudah mengungkapkan perasaanya pada semua wanita, mudah mengatakan cinta," seruh Putri.

__ADS_1


tidak lama kemudian sekitaran 20 menit Tegar pun sampai di rumah Putri. "Pak ada Putri di dalam pak?" tanya Tegar.


"Eeeh masnya yang kemarin ya, oh iya non Putri tidak ada mas," ucap Satpam.


"Kemana pak?"


"Barusan non Putri berangkat ke Bandung mas, ke rumah orang tuanya."


"Yang benar pak."


"lya benar mas, tiba-tiba non Putri di suru nyusul kesana sama ibu dan bapak."


"Kapan pulang pak?"


"Kurang tau juga mas."


"Makasih pak," ucap Tegar.


mendengar perkataan satpam Putri tidak ada, hati Tegar begitu kecewa dan berfikir, dan mencoba menelfon Doni.


Doni adalah orang yan tipe setia dengan wanita kalau dia suka dengan wanita dia tidak akan melepaskannya dan cepat meluluhkan hati wanita makanya Tegar lebih terbuka bercerita kepada Doni, sedangkan Andi dia memiliki sifat bucin budak cinta dan muda emosi.


tidak lama kemudian hp Doni pun berdering,


Doni melihat hpnya dan mengangkatnya, "Haloy."


"Doni, aku mau minta bantuanmu," ucap Tegar.


"Aku mohon coba kamu telfon Dinda dan minta tolong tanyakan Putri di mana?"


"Maksud kamu apa, aku belum mengerti?" tanya Doni.


"Begini Doni aku mau bicara dengan Putri masalah tadi siang saat aku dan Biangka bertemu, aku suda mengatakan kepada Biangka kalau aku sama sekali tidak punya perasaan apa pun denganya, aku suda jujur kepadanya kalau aku mencinta orang lain, dan aku rasa Putri mendengar perkataan ku itu.


dan membuatnya salah paham, aku suda kerumanya namun satpam bilang kalau Putri pergi ke bandung jelas-jelas perasaanku mengatakan kalau dia masi ada di dalam rumahnya dan tidak mau menemuiku, tolong bantuin aku Don."


"Coba deh aku telfon Dinda dan mengatakan yang sebenarnya dan muda mudahan Dinda mau membantu."


"Iya terimakasih memang kamu sahabat yang bisa di andalkan."


"Sama-sama," ucap Doni dan langsung mematikan telfonny dan mencoba menelfon Dinda, tidak lama kemudian Dinda pun mengangkatnya dan mengatakan. "Haloy Doni ada apa?"


Doni pun menjelaskan semua tentang Tegar yang menyukai Putri, dan meminta tolong kepada Dinda untuk mempertemukan Tegar dan Putri dan Dinda pun setuju mau membantu mendengar cerita Doni.


tidak lama kemudian Dinda pun mematikan telfonya dan menelfon Putri.


namun nomor Putri sedang tidak aktif, Dinda pun mencoba menelfon ke rumanya dan Bibi pun mengangkatnya. "Bi ada Putri?" tanya Dinda.


"Maaf ini degan siapa ya?"

__ADS_1


"Ini Dinda Bi teman Putri."


"Ohhh non Dinda to, ada apa non ada yang bisa Bibi bantu?"


"Putri, ada Bi?"


"Ada non lagi di kamar mau saya pangilin non?"


"Iya Bu tolong ya Bi, di pangilin."


Bibi pun pergi menuju kamar Putri. "Non ada non Dinda telfon."


"Iya Bi saya kenasana."


Putri pun keluar kamarnya dan mengangkat telfon, "Yah Dinda, ada apa?"


" Put, aku mau minta tolong?"


"Mau minta tolong apa, ada masalah apa Din?" tanya Putri penasaran.


"Aku mau pinjam uang, aku tidak pegang uang sekarang."


"Aku kira kamu kenapa- kenapa ternyata cuman mau pinjam uang tumben sekali pinjam uang."


"Aku harus pandai berbicara jangan sampai ketahuan," seruh Dinda dalam hati. "


Gini Put, sekarangkan keuangan keluarga ku lagi menurun jadi aku perlu uang, orang bisa saja rezekinya naik turun, tolong pinjamkan aku uang."


"Iya juga sih, nanti aku trasfer kirim nomor rekening mu sekarang?"


"Gimana ni aku harus alasan apa yah," seruh Dinda dalam hati danencoba mencari alasan.


"Justru itu, ATM ku semuanya di blokir karena masalah keuangan makanya aku mencoba pinjam sama kamu, aku mau pinjam manual, kita ketemuan saja."


"Yang sabar yah Dinda, terus kita ketemu dimana?"


"Iya makasi ya Put," ucap Dinda.


dalam hati Dinda merasa bersalah kepada Putri dan orang tuanya. "Maaf ya papa Dinda bukan mendoakan papa bangkrut Dinda cuman membantu teman Dinda," seruh Dinda dalam hati.


"Kita ketemu di taman saja gimana?"


"Kapan?"


"Sekarang bisa nggak?"


"Iya uda aku ke taman sekarang."


"Aku siap-siap dulu baru kesana."

__ADS_1


Putri pun keluar kamar dan mencari kunci mobil dan pergi ke taman tidak, lama kemudian sekitaran 20 menit Putri pun sampai di taman


dan menunggu Dinda tidak lama kemudian Putri pun menelfon Dinda.


__ADS_2