
"Ada pokonya, nanti besok saja, ini suda jam 10 malam aku antar kamu pulang yah, istirahat, aku tau kamu pasti lelah"
"lya suda, kalau gitu kita pulang" End Woo dan Putri pun berjalan menuju mobilnya sesampai di mobil mereka pun naik dan menuju rumah Putri sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri, dan Putri pun mengucapkan terimakasih kepa End Woo suda mengantarnya pulang.
End Woo pun mengatakan, "lya sama-sama aku pulang dulu yah" dan End Woo pun masuk mobil dan membunyikan mesinya pergi meningalkan rumah Putri.
Putri pun membuka pagar dan masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya dalam hatinya dia tidak menyangka kalau Kim End Woo suka kepadanya,
"Maaf End Woo saya tidak bisa membalas cintamu, karna suda ada Tegar di hati ku, aku sangat menyayangi Tegar, walau aku tau Tegar akan segera bertunangan denga Tania,
namun perasaan cinta ku belum bisa beruba, belum ada yang bisa mengantikanya, entah sampai kapan akan terus seperti ini, aku akan coba mengendalikan perasaan ku seperti tidak terjadi apa-apa" seruh Putri dalam hati, karna suda larut malam Putri pun mengantuk dan tertidur.
disisi lain Tegar Pun tidak bisa tidur dia hanya bisa miring kanan miring kiri matanya tertutup namun dia tidak bisa tidur dan ahirya dia bagun dan membuka balkon dan berdiri di balkon sambil melihat bintang di langit dan mengatakan,
"Kenapa takdir ku seperti ini, memang namanya cinta tidak akan bisa berjalan dengan mulus, begitu banyak perempuan yang mencintai ku namun aku tidak bisa membalas cinta mereka, aku hanya bisa mencintai Putri, namun setelah aku bener-bener mencintai perempuan, begitu banyak rintangan yang harus aku hadapi,
aku harus apa sekarang, aku bingung menghadapi semua ini kenapa seperti ini, aku kira setelah keluarga ku dan keluarga Putri bertemu hubungan ku bisa semakin erat namun sebaliknya malah semakin memburuk dan membuat ku semakin menjauh dari Putri
malam pun semakin larut dan Tegar pun masi memandangi bintang-bintang, setelah berapa jam di balkon Tegar pun masuk kedalam kamar dan berbaring di tempat tidur dan menutup matanya dan ahirya dia pun tertidur
ke esok paginya Tegar pun suda bagun, dan langsung pergi mandi dia pun bersiap-siap menuju meja makan setelah sampai di meja makan Tegar pun langsung makan, tiba-tiba mama Sofia datang dan menghampiri Tegar dan mengatakan, "Tegar kamu mau kemana ???"
"Mau ke rumah sakit ma, Tegar harus kerja, hari ini Tegar dinas pagi"
"Nga usa masuk kerja, masak kamu masi masuk kerja, pertunagan kamu tinggal 1 Minggu lagi, ambil cuti saja, lagian papa mu juga salah satu donatur tetap di rumah sakit tempa kamu kerja, jadi tidak usa hawatir, minta cuti, kalau kamu minta cuti pasti langsung di kasi"
__ADS_1
"Nga bisa begitu ma, Tegar harus kerja profesional lagian kerjaan Tegar banyak nga bisa langsung ambil begitu saja tanpa menyelesaikan pekerjaan Tegar terlebi dahulu, kalau begitu Tegar pergi dulu"
Tegar pun berdiri dan pergi menuju parkiran dan membunyikan motornya pergi meningalkan rumahnya menuju rumah sakit, sekitaran 40 menit sampailah di rumah sakit, Tegar pun berjalan menuju ruaganya, sesampainya Tegar pun langsung memeriksa semua data-data pasien,
tiba-tiba Doni datang menghampiri Tegar dan mengatakan, "Selamat pagi bro, kusam amet tu muka, kaya baju nga di strika, hehehe ada masalah apa lagi nga bersemangat gitu"
"Iya nih, biasa pagi-pagi mama ku, ngelarang aku masuk kerja karena pertunangan ku degan Tania tingal 1 Minggu lagi"
"Beneran kamu akan bertunangan sama Tania, nga kebayang gimana sakitnya Putri kalau dia tau pertunangan kamu tinggal 1 Minggu lagi"
"Aku juga nga tau harus apa, aku mau menolak mama ku pasti langsung sakit, jadi aku harus pura-pura mau bertunangan degan Tania, tapi sebelum Pertunangan ku berlangsung aku mau ketemu Putri terlebi dahulu"
Tiba-tiba hp Tegar berdering dan Tegar pun melihatnya ternyata ada telfon dari Tania dan mengangkatnya, "Haloy ada apa Tania ???" tanya Tegar Penasaran.
"Tante Sofia menyuruh ku belanja keperluan di supermarket ,Tante Sofia juga suda mengirim catatan apa saja yang mau di beli, dan kamu disuru temani aku, tolong temani aku yah," ucap Tania.
mendegar perkataan Tegar seperti itu Tania pun terdiam, "Aku suda menduga pasti kamu menolak," seruh Tania dalam hati.
Tegar pun memangil-mangil Tania, "Haloy, Tania kamu mendengarkan Perkataan ku"
Tania pun seakan berpura-pura tidak mendengar perkataan Tegar, "lya-iya Tegar jaringan jelek, iya tidak apa-apa aku bisa pergi sendiri kok, kalau gitu suda dulu yah" dan langsung mematikan telfonya.
"Tania mengajak mu kemana Tegar ???" tanya Doni.
"Mama ku menyuruh ku temani Tania belanja di supermarket, kata Tania tadi, aku malas kemana-mana pikiran ku kacau," tiba- tiba ada pesan masuk dari mama Sofia
__ADS_1
Tegar, temani Tania pergi belanja keperluan tadi mama suda mengirim catatan belanja, banyak yang mau di beli bantuin angkat barang kasihan kalau Tania angkat sendiri.
Tegar pun kaget degan pesan mamanya membuat Tegar langsung duduk bersandar di kursi dan mengatakan, "Aku suda tidak kuat lagi menahan ini semua aku ingin segerah mengahirinya aku nga kuat menghadapi mama yang berusa mendekatkan aku degan Tania.
Melihat Tegar kebingungan Doni pun mengatakan, "Yang sabar sahabat ku, pasti ada jalan antara cinta kalian"
"Putri sekarang suda sangat membenci ku, apa lagi jika dia tau kalau aku akan segera bertunangan pasti lebi membenci ku"
Tegar pun mengirim pesan kepada Tania,
aku akan temani kamu belanja tapi tunggu satu jam lagi soalya pekerjaan ku masi banyak nanti aku kabari lagi setelah pekerjaan ku suda selesai.
Tegar pun mengatakan ke Doni, "Aku barusan kirim pesan ke Tania, aku akan temani dia belanja lagian kalau aku nolak mama pasti tamba marah-marah bikin kepalah ku tamba lebi pusing lebi baik aku turuti saja dulu"
"lya terserah kamu sih, mau tolak atau nga, tapi kalau kamu berani tolak, nanti kelihatan Tante Sofia kaya singa ganas hehehe" ucap Doni mengoda Tegar.
"Apa kamu bilang mama ku singa ganas, terus aku anak singa ganas gitu ???"
"Maaf-maaf bercanda Tegar, Jagan marah yah hehehe"
"lya Doni, aku tidak marah kok, aku mengerti kenapa mama ku seperti itu namanya orang tua mau melihat kebahagian anaknya tapi, kadang orang tua juga bisa salah, muda-mudahan mama ku segera sadar dan melihat betapa besar perjuangan cinta kami demi meluluhkan hati orang tua kami"
"lya-iya aku doakan semoga hubungan kamu sama Putri segerah di restui keluarga kalian masing-masing dan kamu bisa hidup bahagia bersama Putri amin.
"lya terimakasih sahabat ku memang kamu sahabat yang paling Terbaik.
__ADS_1
tidak terasa suda satu jam berlalu dan suda waktunya Tegar menemani Tania berbelanja Tegar pun mengatakan, "Suda dulu yah Doni nanti ngobrolnya lagi aku temani Tania belanja dulu nanti mama ku marah-marah, ini data-data pasien, aku serahkan sama kamu tidak banyak kok hanya ada 3 pasien saja nanti kamu cek kondisinya, aku pergi, tidak lama kok"