Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

Tegar pun diam sejenak untuk memastikan perasaanya ke Biangka apakah masi ada atau suda tidak ada sama sekali, dan ahirya Tegar pun memutuska melepas tangan Biangka dan pergi berlari menuju jalan raya, Biangka pun berteriak memangil Tegar namun Tegar suda tidak memperdulikannya dia hanya pergi mencari Putri.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada Putri tentang perasaanku kepadanya, tentang hubunganku dengan Biangka, kamu di mana Put aku mau bicara sama kamu," seruh Tegar dalam hati sambil mencari-cari Putri namun tidak menemukan Putri.


di dalam perjalan pulang Putri meneteskan air matanya dia merasa heran dengan dirinya. "Kenapa dengang ku ini, kenapa hati ku tersa sangat sakit, Tegar itu suda punya pacar aku harus melupakanya," seruh Putri dalam hati.


setelah Tegar menelusuri jalan namun tidak menemukan Putri Tegar pun pulang kerumahnya, tidak lama kemudian Putri pun sampai di rumahnya dan langsung masuk kedalam rumah, saat masuk dalam rumah Putri melihat mama dan papanya beres-beres barang bergegas pergi.


"Mau kemana ma?" tanya Putri.


"Mau balik Bandung sayang."


"Tapi mama baru 1 Minggu di Jakarta suda mau balik Bandung lagi."


"lya sayang, mama kan harus melihat butik mama di sana, dan satu lagi papa mu tidak bisa lama-lama di sini kerena papamu kan suda menetap di klinik sana sayang," ucap Jamilah.


ayah Putri adalah seorang Dokter praktek, dia memiliki beberapa rumah sakit dan klinik di Jakarta dan di Bandung, namun ia lebih memilih tinggal di Bandung dari pada di Jakarta, namun setiap bulan iya selalu pulang satu Minggu di Jakarta baru balik lagi ke Bandung, sedangkan Kakanya Putri yang bernama Riky menetap di Bandung dan Tara sekolah di Bandung juga, hanya Putri yang tinggal menetap di jakarta.


"Oh iya sayang mulai hari ini kamu bawah mobil sendiri kamu harus mandiri nggak usah naik angkot, apa lagi papa sering lihat kamu berapa hari ini pulang malam kalau kamu ada apa-apa di jalan gimana, apa lagi naik ojek dan taxi."


"Tapi pa?"


"Nggak ada tapi-tapi, mobil kamu suda ada di depan."


"Jadi papa nggak marah Putri keluar malam?"


"Nggak sayang asal kamu tau jaga diri dan tidak keluyuran kemana-mana."


"Paling kalau Putri keluar bareng Dinda sama Lisa biasanya cuman makan makan, belanja itu saja," ucap Putri.


tidak lama kemudian memereka pun menuju mobil dan langsung naik mobil


"Dadaaah kakak, keunya di habisiya di kulkas, Tara suda simpankan buat kakak," ucap Tara sambil tersenyum.


Putri pun memeluk adiknya sambil mencium pipinya, mama Jamilah dan Tara pun melambaikan tangannya. "Hati-hati di rumah, Papa pergi dulu," ucap Dewangga dan langsung pergi meningalkan rumahnya.


disisi lain Tegar gelisa memikirkan kejadian tadi siang tidak bisa makan dan perasaanya selalu gelisa, dan dia suda memutari se isi rumahnya supaya tidak mengingat Putri namun membuatnya semakin pusing dan memutuskan pergi ke rumah Putri.


Tegar pun mandi dan siap-siap pergi kerumah Putri sambil berjalan menuju parkiran motornya dan membunyikan motornya, dan bergegas pergi di tenga perjalan hp Tegar selalu berdering Tegar pun berhenti dan melihat hpnya siapa si yang selalu menelfonya.


saati iya melihat panggilan dari Biangka Tegar pun mengabaikanya dan kemudian Tegar, melanjutkan perjalannya menuju rumah Putri. sekitaran 30 menit sampai lah di rumah Putri.


Tegar pun melihat-melihat di sekitaran rumah Putri namun tidak ada yang orang keluar, dan tidak lama kemudian sekitaran 20 menit tiba-tiba ada satpam keluar. "Cari siapa mas?"

__ADS_1


"Putri ada pak?"


"Ada di dalam, mas ini siapa yah?"


"Saya teman kuliahnya, boleh ketemu sama Putri pak?"


"Maaf mas saya harus bicara dulu sama non Putri kalau mau terima tamu atau tidak, soalya bapak sama ibu suda balik ke Bandung dan non Putri di larang terima tamu. "


"Pak saya minta tolong sekali disampaikan ke Putri ya pak."


"Tunggu saya tanya bi Ija dulu di dalam," ucap satpam dan langsung masuk kedalam rumah dan bertanya kepada Bi lja. "Itu ada tamu teman kuliahnya non Putri katanya mau ketemu, coba tanya non Putri kalau mau terima tamu atau tidak."


"Kalau begitu saya sampaikan dulu ke non Putri," ucap Bibi dan langsung ke kamar Putri.


"Non, ada temanya datang mau ketemu sama non Putri."


"Siapa bi?"


"Nggak tau non katanya teman kulianya non Putri."


"Iya bi makasih," ucap Putri dan langsung membuka jendelah dan melihat ke bawah siapa tamu yang dimaksud Bibi, seketika Tegar pun menoleh ke atas dan melihat Putri di jendelah. Putri pun langsung menutup kembali jendelanya dan dia pun turun menurungi anak tangga dan memangil Bibi. "Bilang sama tamu yang di depan saya tidak terima tamu dan saya tidak mau di ganggu."


"Baik non," ucap Bibi dan langsung keluar membuka pintu dan menghampiri Tegar. "Maaf mas non Putri tidak terima tamu dan tidak mau di ganggu."


"Sebentar saja bi."


seketika Tegar pun langsung berteriak. "Putri, aku mohon keluar sebentar saja aku mau ngomong sama kamu," ucap Tegar berteriak memanggil Putri dari luar pagar.


Putri sama sekali tidak menghiraukannya, Tegar pun menunggu di depan pagar tiba-tiba hpnya berdering dan melihat hpnya ada panggilan dari Doni dan langsung mengangkatnya "Haloy."


"Kamu dimana?" tanya Doni.


"Aku lagi di rumah Putri."


"Ngapain di situ?"


"Panjang ceritanya, ada apa?"


"Ceritain sekarang apa, aku hawatir mikirin kamu soalya tadi kamu langsung hilang gitu aja nga bilang-bilang takut kamu kenapa-kenapa sebagai sahabat wajarlah memikirkan sahabatnya takut nanti bunuh diri?"


"Nggak lah aku tidak sebodoh itu juga kali bunuh diri, aku tidak bisa cerita sekarang nanti aku ceritain kalau kita ketemu," ucap Tegar dan langsung mematikan hpnya dan masi menunggu Putri dan berharap Putri akan menemuinya.


tidak terasa suda malam dan Tegar pun masi di depan rumah menunggunya berharap Putri datang menemuinya, tidak lama kemudian hujan pun turun dan Tegar pun masi di depan rumah Putri menungggu.

__ADS_1


Bibi pun merasa kasihan kepada Tegar dan langsung menemui Putri. "Non kasihan temanya, kehujanan dia masi di bawah tunggu non, katanya mau ngomong sama non Putri.


"Iya bi makasih bi," ucap Putri dan langsung mengambil payung dan membuka pintu rumahnya dan keluar.


Tegar pun kaget dan langsung berlari menemui Putri. "Heiy kamu nggak punya rumah ya, pulang sana, kamu mau apa sih?"


"Put, aku mau jelasin soal kejadian tadi siang."


"Kamu mau jelasin apa?"


"Aku tidak ada hubungan apa-apa sama Biangka memang sempat aku punya perasaan sama dia karena kami suda berteman dari SMA."


"Terus apa hubungaanya dengan aku, kita tidak ada hubungan apa-apa."


"Jelas ada hubungannya dengan kamu karena aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu," ucap Tegar mengungkapkan perasaannya.


tidak terasa payung Putri pun jatuh dia pun basa kuyup bersama Tegar, mendengar perkataan Tegar seperti itu dia pun merasa kaget. "Sudahlah Tegar aku tidak suka dengan permainanmu dan ke bohonganmu, aku cape dengan semua permainan hidup mu, terlalu banyak derama."


"Maksud kamu apa, aku bohong apa?"


"Kamu bilang tidak ada hubunga apa-apa dengan Biangka, sedangkan Biangka bilang kepadaku kalau kamu itu pacarnya Biangka terus kamu datang kesini dan bilang kamu dan Biangka tidak ada hubungan apa-apa, apa itu bukan kebohongan namanya."


"Memang kenyatanya seperti itu aku tidak ada hubungan lagi dengan Biangka tolong percayalah kepadaku."


Putri hanya diam tidak membahas masalah Tegar lagi. "Lebi baik kamu masuk dulu semua bajumu suda basa."


Tegar pun masuk dalam rumah, Putri pun pergi ke kamar kakaknya Riky dan mengambil pakaian dan memberikannya kepada Tegar. "Ganti pakaian kamu, bajumu suda basa semua," ucap Putri dan mempersilakan Tegar ke kamar kakaknya menganti bajunya.


tidak lama kemudian Putri pun menyuruh bibi membuatkan teh hangat untuk Tegar, dan Bibi pun menganguk dan pergi menuju dapur membuat teh, tidak lama teh hangat pun jadi dan di taro di meja makan.


Tegar pun suda selesai menganti pakainya dan keluar kamar dan menemui Putri. "Minum teh dulu biar badan kamu hangat."


Terimakashi," ucap Tegar dan langsung duduk di kursi sambil meminum tehnya. "Orang tuamu kemana?"


"Ke Bandung."


"Berapa lama?"


"Setiap bulan orang tuanku datang satu bulan sekali selama 1 Minggu di rumah."


"Jadi kamu sering sendiri?"


"Iya, suda biasa bagiku."

__ADS_1


tidak lama kemudian hujan pun berhenti. "Putri aku pulang dulu yah sebentar hujan keras lagi, aku tidak bisa pulang."


"lya suda hati-hati," ucap Putri dan mengantar Tegar ke depan dan Tegar pun pergi meningalkan rumah Putri menuju rumahnya.


__ADS_2