
Tegar pun tidak menjawab pertanyaan Putri setelah hampir 3 jam perjalanan sampailah di tempat tujuan, Tegar pun turun dari mobil,
"Kita di mana ini Tegar, ini rumah siapa, aku tidak mau turu, ucap Putri merasa kebingungan.
"Turun cepat"
"Pokonya aku tidak mau turun"
Tegar pun menarik tangan Putri keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, Putri pun meronta-ronta melawan Tegar namun Tegar memegang Tangan Putri begitu kuat sehingga Putri merasa kesakitan di tanganya
"Lepasin Tegar, tagan ku sakit"
setelah mendengar Putri kesakitan Tegar pun langsung melepaskan tangan Putri,
"Maafkan aku Put, aku segaja melakukan ini semua karna aku sangat mencintai mu, aku selalu berusaha menjelaskan kepada mu, namun kamu selalu menolak dan tidak mau berbicara degan ku, jadi terpaksa aku lakukan ini"
"Apa lagi yang mau kamu jelaskan Tegar bukanya semuanya suda jelas, jadi aku tidak perlu menjelaskanya lagi"
"Apakah suda tidak ada lagi rasa cinta mu kepada ku sehingga kamu tidak mau berbica degan ku lagi, apa kamu benar-benar suda jatuh cinta degan Kim End Woo, sehingga kamu seperti ini apa laki-laki itu yang suda membuat mu berubah dan berpaling dari aku, jawab Putri ???
Putri pun merasa ketakutan degan bentakan Tegar begitu keras di telinganya,
"Iya aku suda jatuh cinta kepada Kim End Woo, dia sangat baik kepada ku dan selalu ada di saat aku ada masalah, apa kamu suda merasa puas"
Tegar pun begitu emosi mendegar perkataan Putri dan ingin mencium Putri namun Putri langsung mendorong Tegar.
"Kamu jahat, Tegar yang aku kenal tidak seperti ini, kamu egois, ini bukan cinta Tegar tapi ke egoisan kamu, kamu memaksa kehendak mu sendiri aku benci sama kamu sangat membenci mu"
__ADS_1
Tegar Pun mencoba mengendalikan Emosinya dan langsung duduk di lantai dan mengatakan,
"Maafkan aku Put, aku sama sekali tidak bermaksud seperti ini, aku tidak bisa menahan emosi ku mendengar perkataan mu kalau kamu suda mencinta laki-laki lain, aku suda membatalkan Pertunangan ku degan Tania, aku suda menyampaikan kepada keluarga ku dan keluarga Tania, dan mama ku sangat marah kepada ku dan aku pergi dari rumah,
ini adalah rumah papa ku dulu sebelum nikah degan mama ku, kakek ku membeli rumah ini waktu papa ku masi sekolah dulu, yang sekarang di tinggalin sama paman ku, namun jarang di tinggalin karena mereka sering berpergian keluar kota, tapi rumah ini tetap ada pengurusnya, namun pengurus rumah juga hanya datang untuk membersihkannya saja lalu pergi,
papa ku menyuruh ku untuk mengambil keputusan sendiri dan membantu ku untuk tingal disini untuk sementara waktu, jika kamu mencintai Kim End Woo maka pergilah sekarang ini kunci mobil kakak ku, kamu boleh bawah pergi dari sini, maafkan aku yang suda memaksa mu"
Tegar pun berbalik badanya membelakangi Putri dan menyuruh Putri untuk pergi sekarang
Putri Pun ketakutan dan langsung mengambil kunci mobil yang di berikan dan langsung keluar rumah dan menaiki mobil dan membunyikannya di dalam mobil Putri baru sadar bahwa Tegar berbicara degan sunggu-sunggu.
Putri pun kembali masuk kedalam rumah dan melihat Tegar masi duduk di lantai membelakanginya dan menyandarkan kepalanya di meja, Putri pun langsung memeluk Tegar dari belakan, Tegar pun langsung kaget dan membalikan badannya dan mengatakan,
"Bukanya kamu tadi suda Pergi kenapa balik lagi"
"Bukanya tadi kamu bilang kamu suda jatuh cinta degan Kim End Woo ???"
"Itu tidak benar, cuman kamu yang aku cintai Tegar tidak ada orang lain, aku sangat mencintai mu"
"Terus tadi kamu bilang cinta sama Kim End Woo apa ???"
"Itu karena kamu memaksa ku untuk mengakui yang tidak-tidak, tadi aku kira kamu lagi bercandain aku, karna sering bercandain aku, dan aku baru sadar kalau kamu benar-benar berkata sunggu-sunggu"
"iiiiihhhh jadi ini semua kerjaan kamu padahal aku suda ketakutan tadi, takuk kehilangan mu"
"Maafkan aku yah," ucap Putri dan langsung berdiri.
__ADS_1
Tegar pun langsung menarik tangan Putri dan langsung menciumnya begitu sangat lembut dan Putri pun membalas ciuaman Tegar dan mereka pun saling bercuiman, tidak lama kemudian Tegar pun langsung mengendalikan dirinya dia tidak mau sampai melewati batasnya Tegar pun langsung berhenti mencium Putri dan mengatakan
"Aku mau ke kamar mandi dulu buang air, Tegar Pun pergi ke kamar mandi tidak lama kemudian Tegar pun suda keluar dari kamar mandi dan melihat Putri suda tertidur di kursi, Tegar pun langsung mengangkat Putri pinda ke kamar dan langsung membaringkanya di tempat tidur dan menyelimutinya.
sedangkan Tegar duduk di kursi dan membuka Leptopnya melihat email data-data Pasien yang di kirim Doni, dan mempelajarinya tidak terasa malam pun semakin larut dan Tegar pun merasa mengantuk dan tertidur di kursi
ke esok paginya Putri pun suda bangun dan melihat Tegar masi tidur di kursi dan langsung mengambil selimut dan menyelimuti Tegar tiba-tiba kaki Putri terpeleset dan langsung menimpa tubu Tegar dan Tegar pun langsung terbagun dan mengatakan,
"Kamu sedang ngapain sih ???" tanya Tegar
"Maaf-maaf nga sengaja aku mau menyelimuti kamu tapi kaki ku terpeleset dan langsung menimpa kamu hehehe"
dan Putri pun langsung bangun dari atas tubu Tegar dan langsung lari menuju kamar mandi dia merasa sangat malu mukanya pun memerah, Tegar pun tersenyum melihat Putri yang merasa salah tingka dan Tegar pun kembali menutup matanya.
tidak lama kemudian Putri pun keluar kamar mandi dan melihat Tegar masi tidur, Putri pun pergi menuju dapur dan melihat-lihat seisi dapur dan membuka lemari namun tidak menemukan bahan makanan, Putri pun membuka semua lemari dan menemukan teh, gula dan Roti.
"lya suda de kalau nga ada yang bisa di masak minum teh hangat aja yang penting ada penjagal perut biar nga kelaparan," seruh Putri.
Putri pun membuatkan teh hangat 2 dan menaronya di meja makan beserta degan Roti yang di temukan sambil menunggu Tegar bangun, tidak lama kemudian Tegar Pun Bagun dan langsung mencari-cari Putri dan menurungi anak tangga dan melihat Putri lagi di dapur.
"Eh kamu suda bangun ???" tanya Putri
Tegar pun langsung menghampiri Putri,
"Aku kira kamu kemana-mana, aku kira kamu kabur, aku sangat takut kehilangan kamu"
"lya, aku tau kok, lagian aku nga kemana-mana aku hanya ke dapur, membuatkan kamu teh, di minum dulu mumpung masi hangat"
__ADS_1