Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Bertunagan


__ADS_3

"Maafkan aku yah Tania, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti mu kemarin-kemarin"


"Sudalah Tegar tidak usa bahas itu lagi, oh iya aku lapar banget nih aku mau makan"


"Iya aku pangil suster dulu untuk mengantar makanan," Tegar pun memangil suster meminta makanan, dan tidak lama kemudian makanan pun datang dan memberikan kepada Tegar.


"Kamu makan dulu yah aku suapin"


"Emangnya aku anak-anak di suapin"


"Kamu kan lagi sakit jadi harus di suapin buka mulut," ucap Tegar sambil menyuapi Tania.


"Tiba-tiba orang tua Tania datang dan betapa bahagianya Tante Marissa melihat Tania suda sadar,


"Tania kamu suda sadar nak, syukurlah kamu suda sadar nak"


"Iya ma"


"Terimakasih Tegar kamu suda menjaga Tania selama ini"


"Sama-sama Tante, memang seharusnya aku menjaga Tania karena Tania suda menong ku"


"lya, Tante mengerti, oh iya orang tua mu hari ini akan datang menjenguk kamu dan Tania mungkin sekarang suda di jalan, Tante senang kamu suda setia menemani Tania.


"lya Tante"


tiba-tiba Papa Armadjaya dan ibu Sofia pun datang dan minat Tania suda sadar, "Tania kamu suda sadar nak, Tante sangat senang mihat kamu suda sadar nak, lihat itu Tegar Tania suda berkorban demi kamu, karna dia benar-benar sangat mencintai kamu,


dan kamu masi ingat kan waktu kamu membatalkan pertunangan kalian kamu pikir Tania tidak merasakan sakit hati tapi apa kamu perna pikir perasaan Tania, tidak kan apa balasan Tania kepada kamu dia mengorbankan hidupnya demi menobg kamu nak"


"Mama mau kamu sadar nak, dan bisa bertunangan kembali bersama Tania, buka hati mu untuk Tania, karena Tania sangat mencintai mu nak, kamu mau kan bertunangan sama Tania ???"


"Ma, jangan paksa Tegar ma," ucap Armadjaya.


"Iya aku mau ma," ucap Tegar.


"Apa kamu mau, tapi kali ini kamu serius kan ???"

__ADS_1


"lya ma, kali ini Tegar serius ma"


"Syukurlah kalau kamu serius nak, mama sangat bahagia mendengarnya nak"


Tegar, apa kamu serius degan ucap mu mau bertunangan degan ku ???" tanya Tania penasaran.


"lya aku serius"


Tania pun tersenyum sangat bahagia mendengar perkataan Tegar bahwa dia suda setuju untuk bertunagan.


"Oh iya bagaiman kalah hari ini juga kalian bertunagan, mana tidak mau sampai kaya kemarin-kemarin banyak halangan,"


"Aku sih Terserah Sofia saja mana baiknya dan aku selalu bawa cincin pertunangan kalian dulu waktu tidak jadi tunangan, sebenarnya mau Tante balikin tapi Ahirya kalian mau tunangan juga"


"Tegar sini nak tukar cincin sama Tania" ucap mama Sofia, dan Tegar pun mendekat ke tempat tidur Tania.


tiba-tiba Dokter pun masuk dan mengatakan, saya mau periksa keadaan Tania sekarang"


"Oh iya silakan Dokter"


Dokter pun memeriksa keadaan Tania, " keadaan Tania sekarang suda membaik tapi harus tetap banyak lstirahat"


"Iya bisa bu, lagian Tania ini juga teman SMA saya"


"Oh kalian berteman, iya suda kalau gitu foto"


Tegar pun membuka cincin dan Tania pun memberikan taganya, Tegar pun memasukan cincin di tangan Tania dan begitu juga degan Tania memasukan cincin di tangan Tegar.


"Yeeee Ahirya kalian bertunagan juga dan bentar lagi kalian akan segera menikah dan kamu akan menjadi menantu ku, selamat yah nak" ucap mama Sofia.


"Iya terimakasih Tante"


"Jagan pagil aku Tante pagil aku mama, bentar lagi kamu akan menjadi menatu ku"


"Iya Tante, eeh ma"


"Hehehe, nga apa-aps salah nanti kalau suda Nika biasakan pagil mama yah," ucap mama Sofia degan waja bahagia.

__ADS_1


"Ma, Pa, Tante aku keluar dulu yah, mau ke toilet dulu buang air kecil, Tania aku keluar dulu"


"lya, jawab Tania.


Tegar pun keluar dari kamar Tania dan langsung menuju toilet di dalam toilet Tegar pun menagis histeris, " Apa yang telah aku lakukan, aku sekarang suda bertunagan degan Tania, gimana degan Putri, aku yakin Putri pasti tidak akan bisa menerima kenyataan ini kalau dia tau aku suda bertunagan degan Tania,


Sunggu jahat aku kepada mu Put, tapi aku harus apa, aku tidak bisa menolak pertunagan ini karena aku berhutan nyawa kepada Tania, kalau bukan Tania yang menyelamatkan aku mungkin sekarang aku suda tidak berdiri di sini,


Tapi apakah aku harus tersiksa bertunagan dan menikah tanpa ada rasa cinta, aku harus apa sekarang bagaimana aku bisa menjelaskan ini semua kepada Putri dan aku yakin Putri tidak akan bisa menerimah kenyataan ini, aku pusing, memikirkan semua ini, tapi aku harus tetap bersikap tenang dan berpura-purs bahagia di hadapan semua aku tidak mau mereka kecewa yang ke dua kalinya,


mungkin ini jalan yang terbaik antara aku dan Putri, karena memang orang tua kita tidak perna merestui hubungan kita, maafkan aku Put, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita berdua kamu, kamu juga di jodohkan degan Kim End Woo dan aku pun di jodohkan degan Tania semoga kita bisa bahagia degan kehidupan kita masing-masing," ucap Tegar dan langsung meningalkan kamar mandi menuju ruangan Tania.


"Eeh calon suami mu suda datang nih, Tante sama om suda mau pulang dulu yah, nanti Tante jenguk lagi yah nak, kamu jaga kesehata, Tegar jagain Tania, Jagan sampai kenapa-kenapa sebentar lagi kalian akan menikah"


"lya ma, siap"


"Hehehe, gitu dong nak," mama sama papa pergi dulu yah,"


"Oh iya Sofia kita barengan saja aku juga mau pulang mau melihat keadaan Tante Tania yang sedang sakit"


"Oh iya suda kalau begitu ayo," mereka pun keluar dari ruangan Tania meningalkan rumah sakit.


"Tegar kamu pergi makan saja dulu lagian kamu belum sarapan kan ???"


"Nga apa-apa aku jagain kamu di sini saja" ucap Tegar sambil tersenyum melihat Tania.


"Terimakasih banyak yah Tegar kamu suda begitu baik kepada ku.


"Iya sama-sama, asalkan kamu senang aku juga senang"


di sisi lain Putri begitu sangat terpukul degan kehilangannya Tegar Putri hanya berdiam diri di dalam kamar, mama Jamilah pun menghampiri Putri dan membawakan makanan,


"Putri kamu makan dulu nak, suda 2 hari kamu nga makan apa-apa"


Putri pun hanya berdiam diri Tampa mengeluarkan satu kata pun, mama Jamilah pun merasa kasihan kepada Putri dan langsung turun kebawah menghampiri Dewangga,


"Pa aku suda nga sanggup melihat Putri seperti ini, gimana dong pa ???"

__ADS_1


tiba-tiba Riky datang menghampiri mamanya mendegar mama Jamilah merintih.


"Ada apa ma, pa kenapa degan Putri ???" tanya Riky penasaran.


__ADS_2