Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Curahan Hati Tegar Masalah Perjodohan


__ADS_3

"Nga papa cerita saja, apa sih ??? tanya Doni penasaran, "lagian tidak ada yang marah, siapa yang mau marah sama anak pemilik rumah sakit," seruh Doni dalam hati.


"Kamu bener-bener konsisten sama pekerjaan hebat banget biar ada masah entah itu masalah kuarga atau apa, kamu tetap profesional mantap-mantap memang sahabatku ini," ucap Doni sambil mengangkat ke dua tanganya memberikan jempol.


tidak terasa waktu terus berputar Tegar pun suda kembali dari mengecek keadaan pasien dan tibalah saatnya istirahat Tegar pun pergi keruagan Doni yang hanya bersebelahan saja


Tegar pun memangil Doni.


"Doni, kamu didalam ???" tanya Tegar dan langsung masuk.


"Aku di kamar mandi tunggu dulu," ucap Doni.


"lya aku tunggu," ucap Tegar sekitaran 5 menit menunggu, Doni pun keluar dari kamar mandi, "Maaf lama emangnya ada apa ???" tanya Doni.


"Aku mau bicara sama kamu tapi bukan disini, bisa nga ???"


"lya suda kita keatas aja lantai 3 kita ngobrol diatas, mereka berdua pun berjalan menuju lantai 3, sesampainya di lantai 3 Tegar pun mengatakan.


"Aku di jodohkan sama orang tua ku, aku sangat mencinta Putri aku tidak mau di jodohkan, kemarin aku bicara dengan orang tua ku, tiba-tiba mama ku pingsan, darah tingginya naik gara-gara aku berdebat dengan mama ku, aku di jodohkan dengan teman sekelas ku waktu SMP, namanya Tania, aku menolak perjodohan ini karna aku sangat mencintai Putri, tapi orang tua ku bersih keras tidak mau merestui hubungan ku dengan Putri, aku harus bagaiman Doni, aku kebingungan menghadapi masalah ku yang rumit ini."


"Aku mengerti perasaan mu sekarang bagaimana pasti rumit kan, di saat kita memperjuangkan cinta kita disisi lain orang tua kita tidak merestui hubungan kita dan malah menjodohkan kita degan orang lain membuat kita bingun harus mengambil keputusan, saran dari aku ikuti kata hati mu, mana yang bisa kamu perjuangkan mana tidak, kamu yang ambil keputusan sendiri, kalau kamu mencintai Putri maka perjuagkanlah karna kamu sendiri yang akan menjalaninya kedepan.


tapi jika kamu ingin berbakti kepada orang tua mu maka terimah lah perjodohan itu, dan jalani hidup mu tampa ada rasa cinta, kamu sendiri yang harus memilih kedepan, kehidupan yang mana yang mau kamu jalani, berbakti kepada orang tua atau kah cinta mu, aku tau kamu pasti bisa jalani ini semua, ini adalah ujian buat kamu, yang sabar kamu pasti bisa lewati ini semua," ucap Doni sambil menepuk pundaknya Tegar.


Tegar hanya bisa menghela nafasnya panjang-panjang dan menghebuskanya ke udara.

__ADS_1


"Aku masi bingun Doni, jujur dalam hati ku aku tidak mau melepaskan cinta ku, aku suda susa paya memperjuangkan cinta ku, aku tidak akan melepaskannya begitu saja, tapi aku juga tidak mau membuat mama ku sakit memikirkan perjodohan ku dengan Tania, aku harus apa sekarang aku tidak mungkin mengatakan ke Putri kalau aku di jodohkan pasti hati Putri sangat terluka kalau dia tau aku di jodohkan sama orang tua ku.


"Pasti lah Putri sangat kecewa dia begitu sangat mencintai mu dan dia harus berkorban demi melepaskan cintanya kebayang nga rasa sakitnya itu gimana, andaikan Dinda juga di jodohkan dengan laki-laki lain pasti aku bisa gila, nga kebayangkan perasanya Putri kalau dia sampai tau."


"Jangan pikir aneh-aneh aku pusing nih Jagan Tamba bikin pusing, bantu cari solusi gimana Jagan bantu mikirin yang nga-nga."


"Seperti itu si rasanya kalau kita di tingal kekasih karena perjodohan, yah rasanya pasti sakit banget."


"Aku juga nga mau sampai putus sama Putri cuman gara-gara aku jodohin, tapi aku juga nga mau buat mama ku sakit lagi karna aku nga mau di jodohkan dan aku juga nga mau terima perjodohan ini, pusing banget kepalah ku kaya mau pecah sekarang."


"Sabar yah Tegar pasti ada jalan buat kamu


untuk sekarang jalani saja dulu mana baiknya."


"Aku takut pulang nanti mama ku pasti menanyai ku masalah perjodohan ku dengan Tania, aku harus jawap apa ???"


"Jawaban mu sedikit masuk akal," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Doni.


"lyalah pakar cinta, jawab Doni sambil menepuk-nepuk dadanya."


"Terimakasi Doni kamu memang sahabat ku yang selalu memberi ku masukan dan jalan masalah ku," ucap Tegar langsung memeluk Doni.


Don pun menepuk-nepuk punggung Tegar "ltulah namanya sahabat bro, nga usa terlalu di pikirin bisa-bisa kamu sakit nanti, karna terlalu banyak tekanan."


"lya juga sih, huuuuu aku pasti bisa," tiba-tiba hp Tegar berdering Tegar pun melihat hp nya dan teryata yang menelfon adalah Teguh, Tegar pun mengangkatnya dan mengatakan "Haloy kakak."

__ADS_1


"Katanya mama sakit de ???" tanya Teguh


"lya kak, darah tinggi mama naik sampai-sampai pingsan dan masuk rumah sakit."


"Apa mama pingsan sampai masuk rumah sakit, kok bisa."


"Maafin Tegar kakak, ini semua gara-gara Tegar"


"Maksud mu apa ???"


"Aku di jodohkan dengan anaknya Tante Marisa yang namanya Tania dan aku menolaknya aku tidak mau dijodohkan kak, aku sangat mencintai Putri kakak, mama marah dan tiba-tiba langsung pingsan, aku langsung bawah kerumah sakit.


pas sadar mama langsung minta pulang dan dokter yang jaga senior ku dan mengatakan mama boleh pulang, jadi aku bawah mama pulang dengan alasan rajin minum obat dan banyak istihat dan nga boleh stres."


"Terus keadaan mama Sekarang bagaimana ???"


"Suda membaik, kakak nga usa terlalu hawatir mikirin mama."


"Syukur de, kalau gitu, papa telfon aku tadi pagi dia bilang mama sakit, karna kakak masi tunggu surat pindahan kakak mungkin nga lama lagi kakak pinda ke Jakarta.


"lya kakak,, supaya Tegar juga ada teman curhat Tegar lagi kebingungan sekarang kakak harus gimana bilang sama mama soal perjodohan ini aku nga mau di jodohkan kakak."


"Bicara sama mama, papa baik-baik pasti mereka juga akan mengerti jangan bawah emosi orang tua itu maunya lihat anaknya bahagia nga ada orang tua mau lihat anaknya susah kedepanya."


"Kalau gitu seharusnya mama, papa mengerti perasaan Tegar kak, kalau Tegar nga mau di jodohkan dan seharusnya orang tua kita merestui hubungan ku dengan Putri memberikan restunya kepada hubungan kami, bukan malah melarang membuat anaknya malah menjadi sengsarah seperti ini."

__ADS_1


"Begini de mungkin orang tua kita begitu karna orang tua kita dengan orang tua Putri dulunya ada masalah, andaikan tidak ada masalah pasti orang tua kita merestui hubungan Ade dengan Putri.


"Aku tau kak, tapi Putri itu anak nya baik kakak, dia pintar, jujur dan apa adanya lagian nga mungkin juga keluarganya mau menipu kita lagi, sedangkan keluarga Dewangga terkenal kaya raya, tapi merekah malah memilih hidup sederhana, apa lagi Putri orang tuanya Dokter dan memiliki beberapa rumah sakit dan klinik sendiri, tapi dia lebi memilih kerja di rumah sakit yang baru didirikan dan tidak mengenal siapapun di dalamnya dia tidak mau meminta bantua orang tuanya sama sekali, lagian masalalau biarlah berlalu."


__ADS_2