Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Perihatin Terhadap Sahabat


__ADS_3

mendengar perkataan Lisa seperti itu Andi pun kaget. "Maksud mu apa Lisa, kok kamu bilang seperti itu ???" tanya Andi.


"Kamu suda tidak jujur kepada ku dan kamu membelah sahabat mu aku juga membelah sahabat ku, untuk mengindari perselisihan kita mendingan kita tidak usa berdekatan dulu," jawab Lisa.


"Aku akan menceritakan tapi kami harus janji tidak mengatakan kepada Putri."


"Iya aku tidak akan memberitahukan kepada Putri apa memang, selama itu tidak membuat sahabat ku sakit hati, aku tidak akan mengatakanya."


"Karina, itu adalah sahabat Biangka kamu Taukan, aku Biangka Tegar, Doni, Ria kita itu satu sekolah waktu SMA, dan tentunya kamu tau kalau Tegar itu selalu jadi idolah di kampus begitu juga waktu SMA, aku Doni,Tegar kita sahabatan dan kita juga temanan dengan Biangka dan Karina.


Biangka dan Karina mereka sahabatan kita biasa kerja sama mereka sewaktu kita SMA dulu, karna Tegar dan Biangka dekat maka timbulah rasa suka Tegar ke biangka namun Biangka ini seakan ingin menolak Tegar secara perlahan, karna Biangka suda memiliki pacar namun Tegar sama sekali tidak menyadarinya dan dia selalu di manfaatkan oleh Biangka.


Karina ini sahabat Biangka dia tau Biangka suda punya pacar karna setiap Biangka pulang sekolah selalu pulang terlambat dan orang tua


Biangka selalu menelfon Karina dan mengatakan apakah biangka ada di rumah mu belajar bersama, Karina selalu mengatakan iya karena Biangka suda begitu berjasa kepada Karina dan Karina pun meng iyakan.


Biangka meminta tolong kepada Karina apa bila orang tuan menanyakan kenapa biangka belum pulang bilang saja klau lagi mengerjakan PR bersama mu, karna Karina tau klau Biangka punya pacar Karina merasa kasihan kepada Tegar dan ingin mengatakannya, namun niatnya tidak ia katakan karena mengingat persahabatan mereka Karina hanya punya satu sahabat saja yaitu Biangka.


makanya Karina hanya bisa diam namun lama kelamaan Karina merasa kasihan kepada Tegar dan timbulah rasa suka Karina terhadap Tegar namun, Tegar tidak perna memperhatikan Karina sama sekali karena waktu itu Karina suda punya pacar.


dan Tegar pun sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Karina kita sering kumpul-kumpul bareng, Biangka aku Doni dan Tegar hanya itu saja, di antara mereka tidak ada hubunga spesial atau apalah semacamnya kamu jangan salah paham."


"lya aku mengerti sekarang."


"Jangan sampai Putri tau."


"Emang kenapa kalau Putri tau ???"


"Nanti muncul-muncil lagi kata-kata yang membuat mereka berantem kasihan kan Tegar,


baru ini dia kecelakaan karena demi mengejar kata maaf dari Putri karna salah paham dia tidak menghiraukan dirinya sendiri."


"Iya aku tidak akan bicara apa-apa ke Putri."


"Masuk gih, makan terus istirahat."

__ADS_1


Lisa pun mengucapkan. "Terimakasih." karena suda memberikan informasi tentang Karin.


"Iya sama-sama." tidak lama kemudian Andi pun pamit dan pergi menuju rumahnya.


disisi lain Putri pun siap-siap pergi ke rumah sakit karena suda mau habis peraktek makanya harus lebi cepat datang karena banyak materi yang harus dia catat dan banyak yang harus iya pelajari, dia pun keluar kamar dan menurungi anak tangga dan menuju tempat garasi mobil untung saja mobil ku cepat di perbaiki dan diantar, dalam hati Putri Dokter itu sebenarya baik tapi sayangnya orangnya agak aneh menolong juga nga tulus.


Putri pun masuk ke dalam mobil dan membunyikan mesinya dan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, dia pun berkata sukurlah mobilku suda bagus dan aku tidak terlambat, sekitaran 40 menit Putri pun sampai dirumah sakit dan memarkir mobilnya, dan dia pun masuk kedalam rumah sakit, Dinda pun suda menunggunya di depan rumah sakit Putri melihat Dinda dan menyapanya. "Diantar siapa hayoooooo ???"


"Diantar sama Doni lah emang siapa lagi."


"Doni dinas apa ???"


"Doni, dinas malam, habis dinas dia kerumah ku tadi sarapan di rumah dan dia pun mengantar ku ke sini."


"Terus Doni mana ???"


"Dia lagi ketoko buku beli buku."


"Ayo kita masuk yuk entar terlambat" mereka berdua pun berjalan masuk kerumah sakit dan Dinda pun mengirim W'a ke Doni.


Doni, aku suda masuk kedalam kalau kamu suda cape pulang saja istirahat, klau kamu nga sempat jemput aku, nanti aku pulang sama Putri saja.


oke-oke terimakasih pengertianya sayang.


Dinda membalas


sama-sama sayang.


mereka berdua pun masuk kedalam ruangan dan mengecek status pasien dan memeriksa pasien mereka pun menulis semua satatus pasien di laporannya.


tiba-tiba Dokter Raka memangil Putri.


"Putri, kesini dulu."


"Ngapain sih, nih Dokter kok tiba-tiba pagil aku ada apa yah, seruh dalam hati, Putri pun bertanya ke Dinda ada apa yah kira-kira ???"

__ADS_1


"Suda pergi saja sana pikiran positif saja."


Putri pun pergi keruangan Dokter Raka dan mengatakan, "lya Dok ada apa ???"


"Kamu ikut saya melihat kondisi pasien yang habis operasi kamu harus tinjau keadaanya."


"lya Dokter" Putri dan Dokter Raka pun pergi bersama dan masuk ke ruangan dan memeriksa pasien yang habis operasi Putri pun memeriksa keadaan pasien dan mencatat kondisi dan luka pasien.


setelah Putri memeriksa pasien yang habis operasi Putri pun diajak Dokter Raka pinda ke pasien lain memeriksa pasien yang mau di operas usus buntu.


"Sekarang kamu periksa pasien ini," ucap Dokter Raka.


Putri pun melihat status pasien dan gejalah pasien, setelah Putri periksa dan menemukan keganjalan lain dan mengatakan ke Dokter Raka.


"Sepertinya ibu ini tidak menderita usus buntu namun kecurigaan ku mengatakan kalau dia hanya infeksi saluran kemi karna ada kemiripan gejalah usus buntu sama infeksi saluran kemi memang ada kemiripan tapi lebi mengarah ke infeksi saluran kemi."


Dokter Raka pun terdiam mendengar perkataan Putri dalam hati dokter Raka, "Kamu cukup lumayan tangkap walau tidak memeriksa pasien secara fisik hanya melihat kondisi dan gejalanya saja suda tau wajarlah suda cukup lama dinas selama ini."


"Oke kita selesai memeriksa mari kita keluar ruangan," ucap Dokter Raka, dan memangil Putri berjalan keluar ruangan, tiba-tiba Dokter Raka memangil Putri ke suatu tempat di lantai 3 dimana lantai 3 masi baru sementara pembagunan tapi sebagian lantai 3 suda di gunakan.


"Kita kesini ngapain Dok ???"


"Kesini de kamu lihat itu" Dokter pun menjelaskan ke Putri, dan Putri pun mendekat,


Doker pun mengatakan. "Coba de kamu lihat keluarga itu."


"Emang kenapa Dok dengan keluarga itu ???" tanya Putri.


"Bapak sama ibu itu adalah orang tua dari anak perempuan yang kamu periksa tadi yang statusnya usus buntu, anak perempuan tadi itu tulang punggung keluarganya, suaminya pergi meningalkanya yang suda punya anak 2, ibu itu membesarkan ke 2 anaknya dan orang tuanya, kalau dia di operasi bagaimana dengan nasip orang tuanya dan anak-anaknya.


memang ibu itu memiliki gejalah usus buntu namun lebih mengarah ke infeksi saluran kemi jika Dokter lain mengatakan dia lebi mengarah ke usus buntu dan harus di operasi maka dia akan di operasi."


Putri pun tersadar dan terheran heran, "Dokter ini terlihat Angku dan sombong berhati keras dan nyebelin, di balik semua itu dia memiliki hati yang sangat baik terhadap orang lain," seruh Putri dalam hati.


"Jika suatu saat kamu suda menjadi Dokter yang sukses selalu memperhatikan keluarga pasien disaat mau ambil tindakan pikirkan keluarga anaknya kedepan, yang paling penting adalah ke manusiaan."

__ADS_1


Putri pun tersenyum melihat Dokter dan mengatakan, "Siapppp Dokter senior."


Dokter Raka pun tersenyum manis melihat Putri yang memberi hormat kepadanya.


__ADS_2