
Putri pun pergi menuju parkiran dan masuk ke mobilnya dan pergi menuju rumah Doni karna disana pasti suda ada Tegar, dan betul saja sesampai di rumah Doni motor Tegar suda ada di dalam parkiran, Putri pun menelfon Tegar hp Tegar berdering, dan mengangkatnya "Holoy."
"Kamu di mana ???"
"Aku di rumah Doni kamu suda di mana ???"
"Aku di depan rumah Doni kamu jadi antar aku tidak ???"
"lya jadilah sayang."
"lya suda cepat keluar kalau kamu mau antar aku, kalau nga aku pergi sendiri" dan langsung mematikan hpnya
mendengar perkataan Putri seperti itu Tegar pun langsung lari keluar rumah Doni dan langsung keluar pagar didepan rumah Doni suda ada mobil Putri terparkir, Putri pun tersenyum melihat Tegar lari terburu-buru.
"Kamu sengaja yah buat aku lari terburu-buru kamu nga lihat sekarang nafasku putus-putus terengah-engah."
Putri pun tertawa hahahahaha "Aku cuman bercanda tauh, cuman mau lihat keseriusan kamu, maaf-maaf jangan marah yah."
"Kamu bener-bener de Put sengaja kerjain aku yah" Putri pun tersenyum dan mengangkat ke dua tangannya dan mengucapkan, "Maaf-maaf."
Tegar pun bertukar posisi dengan Putri karna Tegar yang akan menyetir mobil Tegar pun membunyikan mesin mobilnya dan pergi dari rumah Doni, sekitaran 45 menit sampai lah di rumah sakit.
namun Putri dan Tegar belum masuk rumah sakit Putri masi menunggu Dinda sekitaran 5 menit Dinda pun baru datang, "Suda dari tadi menunggu ???"
"Lumayan, belum lama yuk masuk ke dalam."
Dinda dan Putri pun berjalan masuk kerumah sakit Tegar pun ikut di belakang saat mau dekat ruangan Dokter Raka, Putri mengatakan ke Tegar,
"Kamu tidak usa ikut masuk ke dalam takutnya jadi kacau di dalam, lagian ada Dinda kok yang temani, aku nga lama kok habis tanda tangan langsung keluar."
"lya suda aku tunggu di luar saja tapi kalau ada apa-apa bilang aku, kalau aku dengar aneh dari luar aku pasti langsung masuk."
__ADS_1
"lya-iya" mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan Dokter Raka namun Dokter Raka belum ada terpaksa Putri dan Dinda menunggu.
Putri pun keluar menemui Tegar dan mengatakan, "Dokter Raka belum datang, jadi aku sama Dinda menunggunya."
"Iya tidak apa-apa tunggu saja."
Putri pun masuk kedalam ruangan Dokter Raka lagi, dan tidak lama kemudian Dokter Raka pun datang dia langsung isi apsen dan langsung keruanganya.
Tegar pun tiba-tiba ingin buang air suda tidak bisa menahannya dan langsung ke Toilet tidak lama kemudian Dokter Raka pun masuk
ke ruangannya di dalam ruangan suda ada Putri dan Dinda menunggu.
saat Dokter Raka masuk dia pun kaget karna ada Putri di dalam yang suda menunggunya dan bertanya, "Kamu suda lama menunggu."
"Lumayan Dok, oh iya Dok saya sama Dinda kesini mau minta tanda tangan."
"Mana yang mau di tanda tangan" dan Dokter pun menandatanganinya habis Dokter Raka menandatanganinya saat Putri mau memasukan bukunya kedalam tas, tiba-tiba ada 2 orang cewe masuk ke dalam ruangan Dokter Raka
teman Riyana pun langsung menunjuk nujuk Putri dan langsung mengatakan, "Dasar cewe nga tau malu yah kamu, emang suda nga ada cewo lain apa yang bisa kamu godain selain tunangan orang atau kamu itu nga laku."
"Maaf ya mba, saya dengan Dokter Raka tidak ada hubungan apa-apa, mba salah paham sama saya, dan bukanya saya suda perna menjelaskanya kepada mba Riyana dan mba Riyana suda mengerti."
"Mengerti apa haaaaaaa, mengerti klau gara-gara kamu pertunangannya batal gitu yang kamu maksud, dasar wanita nga tau diri nga perna ngaca kali di rumahnya, makanya ngaca-ngaca dong."
tiba tiba ada laki-laki tinggi besar masuk ke ruangan Dokter Raka dengan mata melotot berkaca-kaca saat mendengar perkataan teman Riyana tadi, Nadia pun kaget melihat lelaki itu dan langsung mengatakan Riky ko ada disini ???"
"Ssssssshhhhhhh diam, satu kata pun keluar dari mulut mu menghina adi ku, aku tidak akan perna memaafkan wanita seperti mu," ucap Riky emosi.
Nadia dan Riyana pun kaget mendegarkan perkataan Riky, begitu juga denga Raka, "Putri adik Riky, aku baru tau," seruh dalam hati Raka.
"Aku nga bermasud mengatakan seperti itu Riky," ucap Nadia.
__ADS_1
"lya aku juga nga tau kalau dia ini adik kamu." jawab Riyana.
"Dengan cara kamu menghina adi ku sama saja kamu menghina ku, untung saja kita belum jadian, jadi kita tidak ada hubungan apa-apa."
"Riky kamu salah paham, aku kesini temani sepupu ku Riyana ketemu dengan tunangannya, Riyana mengatakan kepadaku kalau pertunangannya batal karena Raka suka sama cewe lain yang bernama Putri dan ternyata itu adik kamu.
aku sama sekali tidak tau kalau Putri itu adik kamu, aku hanya ikut kasihan dengan cerita Riyana, dan Riyana telah menghasut ku untuk membeci Putri yang ternyata itu adik kamu."
"Raka tolong jelaskan semuanya Raka, ???" tanya Riky.
"Aku jelaskan, aku suka sama adik mu karna selama peraktek di sini dia baik, apa adanya, jujur dan tulus tidak sama seperti, Riyana yang hanya mementingkan dirinya sendiri egois dan hanya mencintai dirinya sendiri, kami hanya di jodohkan aku suda tidak tahan lagi dengan sikap Riyana.
akhirnya aku membatalkan pertunangan ku dengan Riyana tapi tidak ada hubunganya dengan Putri murni karena dari diri ku sendiri yang suda tidak bisa menerima Riyana lagi."
"Raka kalau kamu ada masalah sama pasangan mu bicara sama pasangan mu jagan melibatkan orang lain," ucap Riky tegas.
"Aku sama sekali tidak melibatkan adik mu dia begitu saja datang dalam hidupku dan dia membuatku merasa nyaman denganya namun sayang saat aku mengatakan perasaanku dia menolaku karna dia suda punya pacar, aku mencoba menerima Riyana tapi tidak bisa karna Riyana terlalu egois dan hanya memperdulikan dirinya sendiri.
Riyana tolong jagan ganggu aku lagi perjodohan kita suda batal cari lah orang yang mencintaimu dengan tulus tapi bukan aku biarkan aku juga mencari cinta ku."
"Karna cewe ini kan kamu begini," ucap Riyana seakan tidak bisa menerima kenyataan kalau hubungan mereka suda berakhir.
"Jagan kamu tuduh adik ku, apa tidak cukup jelas perkataan Raka tadi," jawab Riky dan Riky pun mengatakan kepada Nadia kamu sama sepupumu ini sama saja sifatnya.
"Aku tidak sama seperti Riyana dia memang egois orangnya, aku tidak begitu, maafkan aku Riky," ucap Nadia.
"Kakak maafin mba Nadia ya, dia nga salah," ucap Putri.
"Kamu masi membelah orang yang suda meghina mu, itu artinya sama saja menghina kakak mu mengerti, kamu diam saja kita pulang sekarang."
Riky pun menarik tangan Putri dan kuar dari ruangan Raka, Dinda pun ikut berlari mengejar Putri, "Kamu suda dapat tanda tangan Raka ???" tanya Riky.
__ADS_1
"lya suda kakak."