Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Hati Yang Sakit


__ADS_3

Jamilah pun menyuruh Putri istirahat dan tidak boleh kemana mana hari ini. "Pokonya hanya di rumah saja kalau kamu ada ke perluan di luar nanti Riky yang akan temani kamu kemana pun kamu pergi," ucap Jamilah Tegas.


"Tapi ma."


"Tidak ada tapi-tapi kamu harus dengar perkataan mama mengerti kamu."


"Iya Ma," ucap Putri dengan nada terpaksa.


"Ma, jagan berlebihan begitu ma, kasihan Putri kalau di tekan," ucap Riky.


"Kamu ikut kata-kata mama saja tidak usah membantah kamu mau kalau papamu marah-marah."


"lya ma Riky tau tapi mama juga jangan terlalu keras menekan Putri, kasihan juga Putri ma."


Putri pun suda tidak menghiraukan lagi perkcakapan mama dan kakanya dan langsung saja berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tiba-tiba Riky memangil. "De mulai besok kalau kamu ada perlu apa-apa dan mau keluar nanti kakak yang antar, itu kata mama," ucap Riky.


"Terserah kakak saja Putri, hanya bisa nurut kata- kata mama saja, suda ya kak Putri mau istirahat," ucap Putri dan langsung masuk kamar di dalam kamar Putri menagis sekuat kuatnya. "Aku tidak habis pikir kenapa mama, papa begitu egois kepada Putri tidak memikirkan perasaan Putri hanya memikirkan dendam mereka kepada keluarga Armadjaya, aku harus apa sekarang, aku bener bener bingung," seruh Putri.


Disisi lain Tegar pun masuk kedalam rumah dan mengatakan ke papanya. "Sebenarnya ada apa sih pa, ma tolong jelasin ke Tegar."


papa Armadjaya pun mencoba menjelaskanya


kepada Tegar, "Begini nak keluarga Dewangga itu penipu" dulunya kakek kamu itu kerja sama dengan keluarga Dewangga namun mereka menipunya semua sertifikat tanah itu palsu membuat kakek kamu rugi besar dan jatuh miskin.


dari itu kakek kamu mulai dari awal lagi pada saat itu kamu masih bayi, dari situ keluarga Armadjaya dengan keluarga Dewangga tidak pernah akur sampai sekarang, papa tidak mau kamu ada hubungan dengan anak penipu itu."

__ADS_1


"Tapi Putri bukan penipu pa, dia anaknya baik."


"Dia itu anak dari penipu, namanya anak penipu tetaplah anak penipu pasti suatu saat kamu pasti akan di tipu juga."


"Putri itu baik pa, dia anaknya jujur dan sederhana, lagian buat apa juga Putri menipu dia juga dari keluarga orang yang mampu."


"Pokoknya papa suda mengatakan yang sebenarya, kenapa keluarga kita tidak akan perna akur sama penipu itu jadi putuskanlah hubungan mu degan anak penipu itu, papa tidak mau tau."


mama Sofia pun datang dan mengatakan "Pokoknya mama tidak akan pernah merestui hubungan kamu dengan perempuan itu, keluarga mereka itu sombong dan mereka itu angkuh tambah lagi keluarga penipu namanya penipu tetaplah penipu, mulai dari sekarang jauihi perempuan itu putuskan hubungan kamu dengan perempuan itu."


"Tapi ma, pa Tegar sangat mencintai Putri, Tegar tidak bisa melupakan Putri ma."


"Dari itu mulai sekarang kamu harus melupakan perempuan itu Jagan perna kamu temui dia lagi mengerti kamu, mama tidak mau tau kamu harus menjauhi perempuan itu, memamagnya suda tidak ada perempuan lain apa selain perempuan itu, sampai-sampai kamu tergila-gila sama perempuan itu apa mungkin perempuan itu suda mencuci otak mu sampai kamu tidak bisa melupakanya," ucap Sofia begitu emosi degan perkataan Tegar.


sebenarya dari keluarga Dewangga sama sekali tidak menipu keluarga Armadjaya begitu juga dengan keluarga Armadjaya tidak perna menipu keluarga Dewangga hanya saja ada orang lain yang manipulasi dan mengambil keuntungan dari mereka sehingga keluarga mereka salah paham hinga kini, membuat hubungan Armadjaya dan keluarga Dewangga tidak perna akur.


Tegar pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sampai kamar Tegar pun langsung membaringkan badanya dikasur sekitaran 5 menit Tegar pun bagun dan langsung melempari bantal ke cermin dan dia pun menarik sprei dan membantingnya ke lantai


degan begitu emosi Tegar pun memukul kaca lemari hingga pecah tanganya pun berdarah


dan dia pun hanya membiarkanya berdara.


rasa sakit di tangan Tegar tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya, mendegar suara ribut di kamar Tegar, Teguh pun datang dan langsung membuka kamar Tegar, melihat tangan Tegar berdarah Teguh pun langsung membalut tangan Tegar, dan mengatakan, "Kamu mau bunu diri, tangan kamu suda berdarah begini tapi kamu hanya membiarkanya lama-lama kamu bisa mati kehabisan darah, Kenap kamu bisa sebodoh ini sih."


"Tidak apa kakak aku sama sekali tidak merasakan sakit, tidak sebanding dengan rasa sakit di hati ku, tangan ku berdarah tapi hatiku yang terasa sangat sakit."

__ADS_1


"Kak mengerti perasaan mu de, tapi Jagan karna cinta kamu menyakiti dirimu sendiri."


"papa, mama egois kak, mereka tidak memikirkan perasaan Tegar kak mereka hanya memikirkan dendam mereka degan kulauarga Dewangga."


"Yang sabar de, yakin saja suatu saat mama, papa akan sadar dan menerima perempuan yang kamu sukai menjadi istrimu."


"Terimakasih kak suda mendukung ku dan menyemangati ku, Tegar pun langsung memeluk kakak nya sambil meneteskan air matanya.


setelah Teguh selesai membalut tangan Tegar


Teguh pun menyuru Tegar istirahat, Tegar pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan matanya.


Teguh takut meningalkan adiknya takut Tegar akan melukai dirinya sendiri lebi dari ini dan Teguh pun memutuskan menemani adiknya, melihat mata Tegar suda terpejam hati Teguh sedikit tenang dan ikut berbaring di samping adiknya.


namun Tegar sama sekali tidak tidur hanya memikirkan hubunganya kedepan seperti apa nanti, " Aku takut Putri akan menjauhiku setelah kejadian ini apa lagi orang tua kita sama sekali tidak merestui hubungan kita.


aku takut kehilangan mu Put, aku harap kamu selalu bertahan degan ujian cinta kita, aku tidak bisa hidup tanpa mu, tapi aku juga tidak bisa melawan kehendak orang tuaku.


aku harus bagaimana sekarang, aku sama sekali tidak menyangka setelah pertemuan keluarga kita bukanya semakin erat cinta kita dan mendapat Restu malah semakin menjauh dari kata restu, aku harap kamu bisa kuat menghadapi ini semua demi cinta kita, aku harap kamu mau berjuang bersamaku meluluhkan hati kedua orang tua kita" seruh Tegar dalam hati.


dan tidak lama kemudian Tegar pun merasa mengantuk dan tertidur, sekitaran 2 jam Tegar tidur dia pun terbangun dan langsung mencari hpnya dia pun meraba raba diatas nakas Teguh pun terbangun dan bertanya "Kamu cari apa ???"


"Aku mencari hp ku, kakak lihat tidak ???"


Teguh pun mengambil hp Tegar di lemari tv dan memberikanya, "Terimakasih kak," ucap Tegar dan Tegar pun langsung menelfon Putri hp Putri pun berdering dan mengangkatnya, "Haloy dengan suaran yang serak.

__ADS_1


__ADS_2