
"Tegar kamu suda sadar nak ???"
"Pa, aku kenap kok aku di rumah sakit ???"
"Orang tua Tania menelfon papa katanya kamu kecelakaan"
"Orang tua Tania, oh aku ingat Tania telah menolong aku, waktu itu aku mau menyebrang jalan tiba-tiba ada mobil mau menabrak aku dan ada seseorang yang mendorong aku dan ternyata orang itu adalah Tania, gimana ke adaan Tania sekarang pa ???"
"Tania belum sadar nak"
"Aku mau lihat keadaan Tania sekarang pa"
"Jagan nak, kamu baru sadar"
"Nga pa, aku nga bisa tenang kalau aku tidak tau keadaan Tania," ucap Tegar dan langsung melepas infus yang melekat di tanganya dan turun dari tempat tidur,
"Dimana ruangan Tania ???"
"Di sebelah nak,"
Tegar pun langsung masuk kedalam ruangan Tania yang madi berbaring di tempat tidur,
"Gimana keadaan Tania Tante ???"
"Dia belum sadar," ucap Tante Marissa.
Tegar pun duduk di samping Tania, "Maafkan aku Tania seharusnya aku yang berbaring di sini bukan kamu, aku nga tau kenapa kamu bisa datang tiba-tiba menyelamatkan aku, ayo Tania bagun aku yakin kamu pasti kuat"
namun Tania tetap tidak membuka matanya, "Tegar kamu balik ke kamar kamu dulu nak, kamu juga harus istirahat, kamu baru sadar nak" ucap Armadjaya.....
"Pa aku mau jagain Tania di sini, biarkan aku di sini menunggu Tania sampai sadar"
"Tapi nak, kamu juga harus istirahat kamu baru sadar nak, kamu harus ingat kondisi kamu"
__ADS_1
"Pa biarkan aku di sini saja dulu, nanti kalau aku merasa lelah aku akan kembali ke ruangan ku,"
"Iya suda, kalau kamu perlu apa-apa hubungi papa," ucap Armadjaya dan keluar dari kamar Tania.
disisi lain Putri pun menghubungi Tegar namun tidak ada kabar, Putri pun pergi menemui Doni berkali kali namun Doni juga tidak tau di mana Tegar, Putri pun pergi ke Apertemen Tegar namun tidak menemukan keberadaan Tegar, Putri pun menelfon Tegar namun nomornya tidak aktif,
Putri pun merasa putus asa dan kembali pulang kerumah, mama Jamilah melihat Putri menaiki tangga menuju kamarnya dengan wajah murung pucat tidak ada gairah hidup, mama Jamilah pun menghampiri Putri,
"Kamu kenapa nak, apa yang terjadi sama kamu, kamu sakit bilang sama mama ???"
"Putri tidak apa-apa ma, Putri mau masuk kamar," dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
mama Jamilah merasa bahwa Putri sedang ada masalah dan menghubungi Dinda, hp Dinda berdering dan mengangkatnya, "Haloy Tante Ada apa ???"
"Dinda Putri kenapa ada masalah apa ???" tanya mama Jamilah penasaran.
"Sebenarnya,"
"Apa, cerita sama Tante, apa ???"
"Tegar, anak Armadjaya itu ???"
"Iya Tante, Tegar tiba-tiba menghilang, aku sama Putri suda mengecek di Apertemennya dan rumah Tegar tapi tetap tidak ada kabar bahkan aku suda tanya sama satpam di rumah Tegar, mereka juga bilang kalau Tegar tidak perna pulang kerumah, Putri frustasi memikirkan Tegar"
"Betulkan dugaan aku, ini pasti gara-gara anak Aramdja itu yang membuat Putri seperti ini, memang yah laki-laki itu awas yah, dasar suda keluarganya menipu keluarga ku sekarang anak ku di bikin stres seperti ini awas kalau saya sampai ketemu"
"Tante Jagan marah-marah kasihan Putri Tante Jagan di tekan karena aku sama temsn-yang lain tidak tau keberadaan Tegar sekarang"
"lya Tante mengerti, terimakasih ya Dinda, suda yah," dan langsung mematikan hpnya.
"Tiba-tiba Riky datang dan menghampiri mama Jamilah, "Ada apa ma ???"
"Kasihan adik kamu tuh di sakitin sama anak Armadjaya itu"
__ADS_1
"Aku mau ke kamar Putri dulu ma," dan langsung pergi ke kamar Putri sesampainya di kamar Putri Riky pun melihat Putri sedang menangis, "De ada apa, kenapa menagis ???"
"Tidak ada apa-apa kakak, aku cuman mau sendiri saja, kakak keluar saja Putri mau istirahat" dan langsung menutup matanya"
Riky pun tidak dapat berkata apa-apa dan langsung saja keluar kamar Putri dan menutupnya kembali"
"Bagaimana sama adik mu, kamu suda bicara ???" tanya Jamilah.
"Putri tidak ingin bicara apa-apa ma cuman mau istirahat saja"
"Kamu tau adik mu, dia itu stres mikirin laki-laki yang bernama Tegar itu, tadi mama telfon Dinda, dan dia cerita semua katanya Tegar itu suda 3 hari tidak ada kabar, bayangin baru 3 hari aja nga ada kabar dia suda seperti itu, gimana kalau sebulan"
"Ma, Putri itu lagi bersedih sekarang, tapi anehnya emang Tegar kemana ???"
"Mana mama tau, dia kemana lagian mamanya merestui hubungan mereka lebi bagus kalau dia tidak menemu Putri lagi"
"Ma tolong ma, Jagan bilang begitu kalau Putri degar bisa-bisa tamba sakit, dia mikirin Tegar dan perkataan mama, kasihan Putri ma"
"Kamu setuju adik mu berhubugan sama anak Armadjaya itu, ingat nak mereka perna menipu keluarga kita, sekarang dia suda menyakit Adik kamu, Jagan-jagan ini semua siasat Armadjaya menyuruh anaknya mendekati adik kamu"
"Ma, Jagan prasangka buruk belum tentu itu semua benar"
"Kamu masi saja membela anak Armadjaya itu, suda mama malas berdebat sama kamu mama mau tidur suda mengantuk, papa mu tidak pulang malam ini karena ada dinas malam," dan pergi meningalkan Riky yang masi berdiri tidak lama kemudian Riky pun masuk kamar,
disisi lain Putri tidak bisa tidur dan masi memikirkan Tegar dan selalu menelfon Tegar berharap nomor Tegar aktif, namun tidak aktif, karna suda larut malam dan tidak ada Telfon dari Tegar Putri pun tertidur,
ke esok paginya Putri pun bagun dan langsung pergi ke parkiran mobil dan pergi meningalkan rumah tampa pamit sama keluarganya, menuju rumah sakit sesampainya di rumah sakit Putri pun langsung menuju ruangan Tegar namun Tegar tidak ada di ruagan,
Doni pun merasa kasihan kepada Putri yang merasa ke bigungan seperti itu, dan menghampirinya, " Putri aku"
"Apa Doni, suda ada kabar dari Tegar ???" tanya Putri degan muka bahagia.
"Maaf Put, aku suda menghubungi Tegar namun nomorya tidak aktif, aku suda kerumahnya dan kata satpam Tegar tidak balik kerumah, orang tua Tegar juga tidak ada di rumah Omnya Tegar sakit dan ahirya keluarga Armandjaya pergi menjenguk adiknya,
__ADS_1
dan nga mungkin Tegar juga ikut kesana sedangkan Tegar selalu profesional dalam bekerja, dan kita tau ahirahir ini kan Tegar dan mamanya kan tidak akur, maafkan aku yah Put, aku sama sekali nga tau Tegar di mana"
"Iya tidak apa-apa terimakasih suda membantu ku," ucap Putri dan pergi meningalkan Doni yang masi berdiri.