
Tegar pun langsung merangkul Putri dan langsung mencium bibir Putri dengan lembut Putri pun memeluk Tegar dengan erat-erat dan mengatakan.
"Jangan ngambek lagi yah sayang."
Putri pun menganguk, tidak lama kemudian hp Putri berdering dan Putri melihat panggilan dari mamanya, Putri pun mengankatnya "Haloy ma"
"Kamu belum pulang ???" tanya Jamilah.
"Suda ma, ini lagi di jalan mau pulang."
"Belikan papa mu martabak dulu."
"Martabak apa ma, martabak telur atau manis ???"
"Martabak manis saja."
"Iya ma suda yah ma, aku mau cari dulu martabaknya."
"Tunggu dulu nak."
"Apa lagi ma ???"
"Jangan pulang larut malam ya nak cepat pulang"
"Iya ma," ucap Putri dan langsung mematikan hpnya dan mengatakan ke Tegar, "Aku mau cari martabak dulu buat papa ku."
"lya suda ayo kita cari sama-sama" dan mereka pun naik mobil dan pergi mencari martabak.
"Kita beli martabak yang paling spesial ya sayang di tempat yang mahal buat calon mertua ku."
"Nga usa cari di pinggir jalan aja yang penting rasanya enak, aku punya langganan kok martabak enak ayo kesana."
tidak lama kemudian mereka pun sampai di tempat martabak langganan Putri dan langsung turun dari mobil, "Mas martabak manis tiga."
"Ok mba" ucap masnya.
Putri pun duduk menunggu tidak lama Tegar pun sampai dan duduk di samping Putri, "Kamu sering kesini ya beli martabak ???" tanya Tegar.
__ADS_1
"Iya kalau pingin makan martabak pasti selalu beli disini dari aku kecil keluargaku sering beli disini dari dulu yang jualan itu bapaknya sekarang yang jualan anaknya dan rasanya masi sama kok.
"Oh iyah Gar, besok aku mau ke rumah sakit sama Dinda minta tandatangan Dokter Raka soalyan lalukan nga sempat minta karna suda kacau."
"Pokonya aku harus ikut aku anterin kamu males banget si liat mukanya tu orang."
"Iya kamu boleh ikut tapi jangan jeles gitu dong kan cuman minta tanda tangan habis itu pulang lagian sama Dinda juga kok."
"Pasti lah aku ikutan nga mungkin aku nga ikut," tidak lama kemudian masnya datang. "Ini mba martabaknya saya kasi bonus 1 buat Mbanya karena suda langanan."
"Terimakasih mas, memang masnya terbaik hehehe," ucap Putri Tersenyum melihat masnya.
"Sama-sama mba," jawab masnya.
Putri dan Tegar pun masuk ke dalam mobil dan pulang di tenga perjalan Tegar bertanya, "Besok kamu ke rumah sakit jam berapa ???"
"Jam 9."
"Ok de sebelum jam 9 aku suda ada di depan rumah mu."
"Apaan si orang tua ku masi di rumah, kamu mau kenah marah haaaaa."
besok aku tunggu di rumah Doni jam 8."
"Ok setelah 25 menit sampailah dirumah Doni,
Tegar pun turun dari mobil Putri dan Putri pun mengucapkan terimakasih, Putri pun langsung pulang menuju rumahnya sekitaran 10 menit sampailah di rumah Putri
Putri pun masuk kedalam rumahnya dan langsung memberikan martabak ke mama papanya, "Pa ini martabaknya.
"Ma, pangil Mbo, Bibi sama Satpam makan martabak, ini kebanyakan," ucap Dewangga, mama pun berdiri dan memangil mereka semua.
"Kamu beli martabak ini di langanan kita yang lama kan ??? tanya Dewangga.
"Iya, pa Putrikan tau langanan martabak kesukaan papa."
"Papa cobain dulu kalau beneran martabak di langanan papa karna papa itu tau rasanya bagaiman, Jagan sampaikamu sampai salah beli" papa pun mengigit martabaknya dan megatakan, "lya ini beneran ini martabak kesukaan papa, terimakasih ya nak."
__ADS_1
"lya sama-sama pa" tidak lama kemudian mama, bibi dan satpam pun datang, Putri pun mengatakan ke papa dan mamanya, "Aku mau ke kamar dulu ganti baju mau istirahat."
Putri pun menaiki anak tangga di kamarnya dan membuka pintu kamarnya dan langsung saja merebahkan badannya di tempat tidur dalam hatinya begitu banyak pikiran.
"Gimana yah kalau besok aku ke rumah sakit terus Tegar berantem sama Dokter Raka pasti makin kacau nga dapat tanda tangan yang ada cuman perdebatan.
malas aaahh biarin aja makin pusing kepalah ku kalau aku harus mikirin itu semua mendingan aku tidur aja biar tenang, Putri pun menutup matanya dan ahirya Putri pun tertidur, ke esok paginya Putri pun bangun dan langsung ke meja makan sarapan mama pun suda bangun dan mengatakan "Kamu hari ini ada kegiatan apa sayang ???"
"Aku mau ke rumah sakit minta tanda tangan jam 9, oh iya ma, papa mana ???"
"Mandi, katanya mau ke klinik cek kondisi di Jakarta sebelum balik ke Bandung lagi."
"Kasihan papa harus bolak balik Bandung Jakarta demi jadwal kerja di kliniknya sendiri
kenapa papa nga menetap aja sih ma di Jakarta ???"
"Papa mu lebi suka di Bandung, dari pada di Jakarta penduduknya terlalu padat, papa mu suka suasana di pedesaan karna tiap minggu sering sekali ke pedesaan dan ke sungai memancing
kalau di Jakarta papa mu cuman sibuk bekerja dan bekerja terus papa mu jarang menikmati itu semua, mama harap kamu bisa mengerti kalau kamu merasa nga betah dirumah sendiri kamu boleh menyusul mama, papa ke Bandung.
tidak lama kemudian papa pun datang dan langsung menuju meja makan, "Papa suda mau ke klinik, ada pasien pagi ini jadi papa buru-buru."
"Sarapan dulu pa, biar sedikit yang pentin ada isi perut nanti papa," ucap mama Jamilah dan ahirya papa pun duduk sarapan bersama Putri.
"Putri kamu nga ke kampus hari ini ???" tanya Dewangga.
"Cuman mau ke rumah sakit tempat Putri terakhir peraktek mau minta tanda tangan."
"Oh iya bentar lagi kamu wisuda kan kamu mau ikut papa, mama ke Bandung atau kamu tetap di Jakarta ???"
"Mungkin tetap di Jakarta pa."
"Ya suda terserah kamu saja nak, mana yang terbaik buat kamu," ucap Dewangga, dan tidak lama kemudian papa pun suda selesai makan, "Papa berangkat dulu yah, soalya papa ada pasien pagi ini" papa pun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Putri dan mamanya.
tidak lama kemudian Putri pun suda selesai makan dan mengatakan "Aku mau mandi dulu mau siap siapa ke rumah sakit."
Putri pun berdiri dari duduknya dan menuju kamarnya dan langsung saja masuk kamar mandi dan mandi.
__ADS_1
tidak lama kemudian Putri pun bersiap dan keluar kamar dan menurungi anak tangga, dan waktu pun suda menunjukan jam 08.05 Putri pun pamit kepada mamanya, "Aku pergi dulu ya ma."
"lya sayang Hati-hati dijalan, pelan-pelan saja bawah mobilnya, nga usa ngebut-ngebut yang penting sampai degan selamat pulang pun selamat."