Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Siapa Pria Itu


__ADS_3

"Suda, aku suda ketemu sama mereka, dan mereka juga tidak mengatakan kalau kamu akan balik ke lndonesia secepat ini"


"lya karna aku, belum bertemu sama mereka dan aku belum mengatakan ke mereka kalau aku pulang ke lndonesia hari ini," ucap Putri.


tiba-tiba Jamilah datang menghampiri Putri dan Arya. "Malam ini Tante akan bikin acara makan-makan, kita bakar-bakar ikan dan ayam, Arya bantu Tante yah, Putri juga bantu mama"


"Oke ma, beres," ucap Putri.


tiba-tiba Dewangga berteriak dari halam depan. "Ma kesini cepat semuanya suda di siapin sama mang Ujang nih, ayamnya mana yang mau di bakar," ucap Dewangga.


"Astaga mama lupa, kalia duluan saja," ucap Jamilah menyuru Putri dan Arya ke halaman depan, Putri dan Arya pun berjalan ke halaman depan dan langsung menyapa Dewangga.


"Putri kamu duduk saja nak, Arya bantu om bakar ikan," ucap Dewangga.


"Baik om," ucap Arya dan langsung pergi membantu Dewangga.


tidak lama kemudian Riky dan Jamilah pun datang menghampiri mereka.


"Gimana pa, suda ada yang masak ???"


"Baru juga taro ikannya"


"Bilang saja kalau nga tau bakar, nanti mama sama bibi yang bakar, kalau papa yang bakar takutnya nanti hagus semuanya"


"Mama tenang aja kan ada Arya yang bakar," ucap Dewangga.


"Iya Tante, ada aku kok," ucap Arya sambil tersenyum melihat Jamilah.


"Iya, Tante percaya," ucap Jamilah sambil berdiri di sebuah Dewangga.


Putri pun duduk di kursi sambil melihat makanan di meja yang begitu banyak, Riky pun menghampiri Putri yang duduk di kursi. "Kamu kenapa de, kok bengong ???"


"Kok banyak banget makanan sih kak, emangnya ada acara yah ???"


"Nga ada acara apa-apa, cuman rayain ke datangan Ade saja, mama dan papa begitu bahagia menyambut Ade kembali"

__ADS_1


"Begitu yah kak," ucap Putri sambil tersenyum.


tiba-tiba hp Riky berdering ada seseorang yang menelfon Riky pun langsung mengangkatnya dan aga menjauh dari Putri, Arya pun melihat Putri termenung dan langsung pergi menghampirinya. "Haiy kenapa bengong sih ???"


"Nga, aku nga bengong, cuman habis pikir aja kok sampai-sampi masak sebanyak ini padahal cuman kita-kita aja yang makan"


"Itu artinya kedua orang tua mu sangat sayang sama kamu, dan sangat merindukan kamu makanya mereka memasak banyak buat kamu, jadi kamu harus bersyukur karena kedua orang tua mu begitu sangat menyayangi mu"


"Iya juga sih, kamu dari dulu sampai sekarang selalu menyemangati aku, dan selalu memberikan aku saran yang paling terbaik, kamu termasuk sahabat terbaik ku seperti Dinda dan Lisa"


"lya sama-sama, dari dulu sampai sekarang aku nga berubah, aku tetap Arya yang manis dan selalu kamu kangenin kan"


"Apaan sih, siapa yang kangen sama kamu," ucap Putri sambil tersenyum dan memukul pundak Arya keduanya pun saling memandang dan tersenyum.


Disisi lain Tegar pun merasa gelisa karna tidak ada kabar dari Putri dan memutuskan pergi ke rumah Putri. "Walau orang tua Putri tidak menyukai ku tapi aku kan bisa melihat Putri dari kejahuan," seruh Tegar dan langsung pergi menuju rumah Putri.


sekitaran 30 menit Tegar pun sampai di depan rumah Putri, dan Tegar pun melihat dari kejauhan Putri duduk di kursi bersama seorang pria di hati Tegar bertanya-tanya siapa pria itu, Putri baru datang dari luar negri namun suda ada pria lain yang tak diken suda menunggu di rumahnya, hati Tegar begitu kebingungan ingin rasanya masuk kedalam dan menghampiri Putri namun dia sadar bahwa orang tua Putri tidak merestui hubungan mereka, Tegar hanya bisa melihat dari kejahuan.


"Arya kesini dulu ayamnya suda siap," ucap Jamilah.


"Iya Tante," ucap Arya dan langsung berdiri dari duduknya pergi menghampiri Dewangga dan Jamilah.


"Nga jago cuman jago makan hahahaha," ucap Dewangga.


"Iya suda ayo kita makan," ucap Jamilah dan mereka pun menuju meja makan yang ada di halaman depan.


"Ma, Tara suda lapar," ucap Tara.


"Tunggu dulu yah sayang, mama panggil Riky dulu, Riky ayo makan nak, makananya suda siap," ucap Jamilah memanggil Riky.


"lya ma," ucap Riky dan pergi menghampiri keluarganya.


"Waaaah," ucap Riky dan langsung duduk di meja makan dan makan.


Tegar pun hanya bisa melihat dari kejahuan di hatinya merasa irih dengan pria yang ada di sebelah Putri.

__ADS_1


"Andaikan pria itu adalah aku, pasti aku sangat bahagia, tapi sayang bukan aku, siapa sih sebenarnya pria itu, kenapa Putri dan keluarganya begitu sngat akrab," seruh Tegar dalam hati.


Tidak lama kemudian mereka pun suda selesai makan dan mereka saling berbincang-bincang. "Arya kamu suda melamar pekerjaan ??? tanya Dewangga.


"Suda om, aku suda melamar pekerjaan dan suda di terimah besok aku suda boleh masuk"


"Kamu kerja di rumah sakit mana ???"


"Rumah sakit tempat Dinda dan Lisa bekerja"


"Kenapa kamu kerja di rumah sakit yang masi baru, Kenapa tidak kerja di rumah sakit yang suda terkenal lama"


"Karna rumah sakit tempat aku kerja nanti tidak terlalu jauh dari rumah ku"


"Iya sudalah tidak apa-apa yang penting kamu suda kerja"


"lya om, terimakasih," ucap Arya.


"Putri kamu sendiri gimana nak, apa kamu mau istirahat saja di rumah untuk sementara waktu atau kamu mau kerja ???" tanya Dewangga.


"Putri belum tau pa, karna Putri belum kepikiran, untuk sementara ini Putri hanya ingin jalan-jalan refreshing"


"Iya suda terserah kamu saja, papa sama mama tidak akan mempermasalakan kamu mau kerja, atau tidak kerja"


"Terimakasih pa, ma," ucap Putri sambil tersenyum melihat kedua orang tuanya tidak terasa waktu terus berputar Dewangga, Jamilah dan Tara pun suda masuk kedalam rumah sedangkan Riky sedang asyik menelfon seseorang.


hanya Putri dan Arya yang masi duduk di kursi sambil mengobrol. "Oh Iya Arya gimana rasanya kuliah di luar negri ???" tanya Putri.


"Gimana yah jelasinnya, sebenraya sih ada enak dan nga enaknya, kalau enaknya itu kita bisa hidup mandiri, bisa mengantur diri sendiri lebi dewasa, tapi ada tidakn enaknya juga, karna jauh dari orang tua, keluarga dan nga ada yang masakin apa lagi kalau sakit tidak ada yang urirsin, tapi kembali lagi tergantung kitanya yang jalaninya"


"Aku yakin kamu pasti bisa menjalaninya, karna kamu itu anaknya, mandiri dan serba bisa, dari dulu," ucap Putri sambil tersenyum melihat Arya.


"Iya aku bisa menjalani ini semua karena berkat kamu"


"Aku, kok aku sih ???"

__ADS_1


"Iya kamu, karna kamu aku bisa semangat menjalani hari-hari ku di sana karena kamu aku bisa menghadapi apapun masalah ku disana dan aku yakin aku pasti bisa"


"Loh, kok aku ??? tanya Putri yang semakin penasaran.


__ADS_2