Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Kedatangan Biangka


__ADS_3

"Lama kelamaan aku bener-bener suka sama kamu Put," seruh Tegar dalam hati. tidak lama kemudian Tegar pun selesai makan dan pergi membayar makakanya.


tidak lama kemudian mereka pun pergi menigalkan Restoran pergi menuju rumah Putri. "Soal masalah Ria aku suda selesain secara baik-baik, aku tidak mau menyakiti hati seorang perempuan ayahku selalu bilang jangan pernah menyakiti hati perempuan karna kamu cuman dengan perempuan kamu akan bahagia, dan ingat ibu mu pun seorang perempuan jika kamu tidak suka perempuan itu maka katakanlah secara perlahan dan buat hatinya mengerti dan jika memang kamu suka perempuan itu maka perjuangkanlah."


"Ayah kamu pasti orangnya sangat baik karena mendidik anaknya seperti kamu."


"Ayahku adalah kebanggaanku, kalau kamu sendiri gimana?" tanya Tegar.


"Ayahku adalah orang sangat hebat bagiku dia pekerja keras dia pejuangku dia panutanku dan aku sangat sayang sama ayahku."


"Sama berarti denganku, oh iya kamu sadar nga sih kita banyak kesamaan," ucap Tegar.


"Mungkin kebetulan saja."


"Iya kali ya," ucap Tegar.


"Fokus saja deh bawah motornya."


"lya-iya" ucap Tegar.


karena suda larut malam tidak terasa Putri pun tertidur sambil memegan pinggang Tegar supaya tidak jatuh, berapa menit kemudian motor pun sampai di rumah Putri.


di dalam hati Tegar tidak enak mau membangunkan Putri yang tertidur pulas di pundaknya, sekitar 10 menit Putri pun terbangun. "Maaf Tegar aku ketiduran ya, kenapa nggak bangunin aku."


"Aku nggak enak bangunin kamu yang tertidur pulas."


"Terimakasih banyak suda anterin aku pulang."


"lya sama-sama, masuk gih suda malam."


"lya suda jalan sana."


"Masuk saja dulu baru aku jalan."


Putri pun masuk dan Tegar pun pulang, sesampai kamar Putri langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur sambil tersenyum malu.

__ADS_1


tidak lama kemudian Tegar pun sampai rumah langsung menuju kamar dan langsung berteriak. "Gilaaaaaaaa huuuuhhh, bener-bener gila aku ini,


di banyak orang aku ungkapkan perasaan aku gilahhhh malunya tu mau di taro dima mukaku," seruh Tegar dan langsung berbaring di tempat tidur dan menejamkan matanya dan tidur.


ke esok paginya Putri pun bangun dan berangkat ke kampus seperti biasa Putri menunggu Dinda dan Lisa di depan kampus mereka bertemu dan masuk ke dalam kelas, Tegar pun datang bersama Doni dan Andi dan langsung masuk kelas.


tidak lama kemudian Dosen pun masuk dan menjelaskan, "Bahwa kita akan kedatangan mahasiswa dari luar negri yang pandai dan dapat beasiswa diluar negri, dan sekarang dia di rekomendasikan untuk ke kampus kita, untuk belajar bersama tolong kerja samanya murit-muritmurit-murit," ucap Dosen dan mempersilakan masuk, dan betapa kagetnya Tegar pas melihat orang yang masuk kelas.


Dia adalah orang yang sangat dia kenal yaitu Biangka yang ambisinya lulusan luar negri, Biangka pun masuk dan memperkenalkan dirinya.


tidak lama kemudian Dosen pun mempersilakan Biangka duduk dan Bangka pun duduk di kursi dan selalu melirik Tegar.


Doni dan Andi pun kaget, melihat kedatangan Bangka. "Gawat ni, ngapain dia datang lagi ke sini," seruh Doni dalam hati.


Tegar pun hanya bisa terdiam, saat Dosen keluar Tegar pun langsung keluar kelas bersama Andi dan Doni.


"Tegar, mau kemana?" tanya Doni memanggil Tegar yang suda berjalan duluan kedepan dan langsung mengejarnya.


"Aku bingung kenapa Biangka tiba-tiba ada disini."


"Terus bagaimana dengan perasaan kamu ke Biangka?" tanya Doni.


Disisi lain Ria pun menceritakan tentang Tegar ke populeranya di kampus, dan dia juga mengatan kalau Tegar itu masi setia menunggu dirinya, membuat Biangka berharap bahwa Tegar masi mengharapkannya.


tidak lama kemudia Biangka pun keluar dan mencari-cari Tegar namun tidak menemukannya Bangka pun malah melihat Andi berdiri di lorong sambil melihat pengumuman, Biangka pun langsung menghampiri Andi. "Haiy Andi apa kabar, lama kita tidak pernah ketemu ya, oh iya kamu lihat Tegar nggak?" tanya Biangka.


"Baik, aku nggak tau Tegar pergi kemana karena Tegar tidak bilang sama aku mau kemana."


"Gitu, ya suda terimakasih," ucap Biangka dan langsung pergi meningalkan Andi.


Andi pun menarik nafasss sambil memegang dadanya. "Ngapain sih dai datang lagi," seruh Andi.


tidak lama kemudian Doni dan Tegar pun datang, menghampirinya dan Andi pun langsung kaget. "Ada apa?" tanya Doni.


"Tadi Bingka datang cari Tegar aku bilang saja nggak lihat."

__ADS_1


"Ngapain sih cari kamu Tegar," ucap Doni.


"Suda aku duga dia pasti akan mencariku," ucap Tegar dan langsung pergi meninggalkan Doni dan Andi dan berjalan menuju ruangan peraktek.


tiba-tiba disana suda ada Biangka menunggunya. "Aku mau bicara sama kamu," ucap Bangka.


Tegar pun langsung menoleh. "Bicara disini saja apa?" tanya Tegar.


"Bukan disini, tapi di tampat lain," ucap Bangka Tegar pun hanya bisa mengikuti perkataan Biangka dan pergi bersama Tegar dan mencari tempat untuk bicara.


"Kita bicara di sini aja." ucap Tegar.


"Aku mau bilang, aku mau minta maaf karena suda meninggalkan kamu, maafin aku yang lebih memili keluar negri dan sampai sekarang pun aku sayang sama kamu dan nggak bisa lupain kamu,


dan aku kembali ke Jakarta karena kamu."


"Maaf Biangka aku sekarang nggak bisa untuk berfikir kesana dan aku sekarang hanya fokus kuliah."


"Tapi kita bisa mulai lagi dari awal, kita bisa kok jalani ini semua bersama-sama sambil kuliah."


"Maaf Biangka," ucap Tegar tampa berfikir panjang Tegar pun pergi meninggalkan Biangka sendiri.


Biangka pun merasa sangat bersedih dan merenungi dirinya sendiri. Tegar pun merasa bimbang dan bingun merasa pusing untu berfikir, dan dia pun mendatangi Doni dan memangil Doni untuk pulang. "Doni panggil Andi pulang bareng."


"Dia nggak bisa soalya mau jalan sama Lisa jangan di nganggu dia lagi PDKT sama Lisa," ucap Doni dan mereka pun pergi meninggalkan kampus namun kali ini Tegar tidak pulang kerumahnya namun pergi kerumah Doni. "Aku kerumah kamu yah," ucap Tegar.


"Oke ayo," ucap Doni. sesampainya rumah Doni, Tegar pun langsung masuk kamar dan melempar dirinya di tempat tidur.


"Aku tau kamu pasti ada masalah, ini pasti gara-gara Biangka. kalau begitu aku ambil minum sama makan dulu," ucap Doni.


"Ok, terimakasih Doni," ucap Tegar


"Anggap rumah sendiri," ucap Doni dan langsung keluar kamar dan masuk ke dapur mengambil makanan dan masuk lagi ke kamar.


"Gar, aku tau hati kamu sekarang lagi bimbang kalau boleh aku kasi saran sama kamu ikuti kata hatimu jangan paksa hatimu jika memang tidak sesuai sama hatimu," ucap Doni sambil menepuk pundak Tegar.

__ADS_1


"Terimakasih Doni, kamu memang sahabat terbaiku," ucap Tegar.


"Iya sama-sama, makan dulu nanti lanjutin lagi ceritanya yang penting ada isi perutmu dulu," ucap Doni menyuruhnya makan.


__ADS_2