
"Tunggu dulu aku mau ambil tas ku dulu di dalam," ucap Putri, dan mereka berdua pun pergi mengambil Tasnya.
setelah mengambil Tasya Putri pun kembali menemui Dokter Raka dan mengatakan.
"Saya permis Dokter, terimakasih selama ini Dokter suda membimbing saya dengan baik."
Dinda dan Putri pun keluar ruangan Dinda di antar pulang sama Doni, dan Lisa pulang bersama Andi, namun Tegar mengejar Andi dan Lisa dan mengatakan "Lisa, kamu bawa motorku." dan memberikan kunci motornya, teryata Tegar tahu kalau Lisa bisa bawah motor besar.
"Andi, kok Tegar tahu kalau aku bisa bawah motor besar kan pake kopling ???" tanya Lisa.
Andi pun tersenyum dan mengatakan, "Aku sering cerita sama Tegar waktu kita lomba naik motor kopling dulu, maaf-maaf yah."
" Wah wah nga bener de kamu ini, jadi selama ini kamu sering curhat sama Tegar tentang hubungan kita ???"
"Aku hanya bicara keseruan kita saja."
"Wah, wah, wah," ucap Lisa sambil geleng kepalah dan Lisa pun menuju parkiran motor mencari motor Tegar dan membunyikannya,
sedangkan Putri pulang bersama Tegar, dan menanyakan, "Mana kunci mobilmu biar aku saja yang menyetir" Putri pun memberikan kunci mobilnya, dan mereka berdua masuk dalam mobil dan Tegar pun membunyikan mesin dan menjalankannya meningalkan rumah sakit.
terlihat jelas di raut muka Tegar begitu emosi dan kecewa, Putri pun mencoba menenangkan hati Tegar dengan mencoba mendekatkan dirinya dan bersandar di bahunya sambil mengatakan, "Pelan pelan saja bawah mobilnya yang penting kita sampai dengan selamat," sambil memegang muka Tegar.
"Iya ini suda pelan pelan bawa mobilnya" dan tidak lama kemudian sekitaran 30 menit akhirnya sampailah dirumah Putri dan Putri pun mengucapkan, "Terimakasih banyak suda mengantarkan aku pulang, ayo kita masuk kedalam."
tiba-tiba saja Tegar memiliki perasaan yang lain sehingga dia menjalankan mobil dan pergi menjauh dari rumah Putri, dan Putri pun kaget,
__ADS_1
"Kita mau kemana, rumah ku di sana, ada apa sebenarnya Tegar, kita suda jauh dari rumahku," ucap Putri yang kebingungan melihat sikap Tegar.
Tegar pun semakin kencang membawa mobilnya denga begitu kecepatan tinggi, Putri bertanya namun tidak ada satupun pertanyaan Putri yang di jawab membuat Putri semakin kebingungan.
"Tegar, kamu kenapa bicara ???" namun Tegar hanya fokus membawah mobilnya yang begitu kencang dan tidak lama kemudian sekitaran 1 jam perjalana ahirya sampai di tempat tujuan Tegar.
"Kita dimana ???"
"Ini adalah tempat wisata keluarga ku ayo masuk" Putri pun masuk kedalam namun di dalam tidak begitu banyak orang, "Ayo masuk sini, disini yang boleh masuk hanya keluarga ku saja."
tiba tibaTegar berteriak memangil pak Rio, dan
pak Rio pun mendekat, "Eh den Tegar, mau saya bawah kemana saja den, mau saya bawah ke wisata terbaru den ??? tanya pak Rio.
Tegar memangil Putri ke tempat biasa kakek dan neneknya, mereka pun sampai di pinggir sungai, disana ada sebuah pagar yang berdiri koko dan ada ayunan di ranting kayu, dan di bawa kelihatan sungai dan disana banyak sekali kura kura.
"Put, disini lah neneku sering membawaku bermain dulu di sungai itu banyak sekali kura-kura dan mereka semua punya pasangan masing-masing dan tidak bisa terpisa, seperti kita yang tidak bisa berpisa dan selalu bersama mencari satu sama lain, aku sangat sayang sama kamu aku sangat mencintaimu, aku takut kehilangan mu," Tegar pun mendekatkan dirinya ke Putri dan memeluknya dan mengatakan.
"Jujur aku sangat takut kehilanganmu, saat aku mendengar perkataan Dokter tadi aku begitu emosi ingin rasanya aku memukul Dokter itu," ucap Tegar, dan tiba tiba Tegar langsung mendekatkan dirinya dan mencium bibir Putri dengan begitu mesra dan lembut.
Tegar tidak dapat mengendalikan dirinya karna bercampur dengan emosi dia pun mencium bibir Putri dengan sedikit kuat dan membuat Putri merasa sedikit kesakitan di bibirnya, sontak saja Putri langsung mendorong Tegar. "Kamu kenapa ?? tanya Putri merasa heran.
"Tegar yang aku kenal bukan seperti ini, kamu bukan Tegar yang aku kenal," ucap Putri dan dia pun ketakutan melihat Tegar seperti itu.
seketika Tegar pun langsung berteriak "Ahhhhhhhhhh, aku tidak bisa mengendalikan emosi ku, aku takut kehilang orang yang aku cintai aku suda korbankan segalanya demi orang yang aku cintai.
__ADS_1
pertama Ria suka sama aku suda dari dulu waktu pertama masuk SMA
namun aku tidak perna mencintainya, aku mencoba menyukai Biangka namun Biangka mencintai orang lain dan dia hanya memanfaatkan aku, dan aku tidak sadar selama 3 tahun, dan aku baru sadar setelah Biangka mengatakan sayang kepada lelaki lain yang tidak lain adalah pacarnya.
dan bodonya aku selama itu aku tidak sadar dan mengangap klau Biangka juga memiliki perasan lebi kepadaku, ternyata hanya memanfaatkan materiku saja, sejak itu aku lebi memilih hidup yang sederhana dengan motor ku, dan kini Biangka kembali dan mengatakan ingin kembali kepadaku.
namun aku menolaknya dengan baik karena aku mencintai dirimu aku memilimu karna cuman kamu yang ada di hatiku, dan sekarang datanglah sahabat Biangka yang bernama Karina dia pun mengatakan klau dia sangat mencintaiku aku adalah cinta pertamanya dan sangat sulit melupakanku.
Kemarin pas aku dinas malam dan tidak disangka aku bertemu dengan Karina kami satu ruangan, Karina menceritakan semuanya tentang Biangka klau dia punya pacar dulunya dan dia tau kalau Biangka punya pacar, namun tidak dapat mengatakanya kepadaku karna Karina dan Biangka adalah sahabat dan Biangka suda meruba Karina menjadi lebi baik dalam berpenampilan.
Karina merasa kasihan kepadaku karna selalu di manfaatkan oleh Biangka lama kelamaan timbulah rasa suka itu kepadaku, dan akulah cinta pertamanya dan dia mengatakan selama 7 tahun ini dia tidak dapat melupakan ku walaupun kita tidak perna bertemu namun dia masi sering mengingat diriku.
namun apa jawaban ku, aku mengatakan aku suda punya pacar aku tidak bisa menghianati pacarku aku sangat menyayanginya hanya dia yang aku sayangi aku sangat mencinta pacarku, dan hari ini orang yang aku cintai orang yang aku sayangi ada lelaki lain mengatakan cinta kepada kekasihku dan aku melihat dengan mata kepalah ku sendiri dan mendengar langsung dari telingaku sendiri.
betapa ketakutannya diriku kehilangannya,
aku takut kehilangan dirimu aku sangat mencintaimu aku takut kamu meninggalkan aku, dan aku tidak dapat mengontrol emosi ku
sehingga berbuat diluar pikiranku, maafkan aku Putri aku sama sekali tidak ada maksud seperti itu justru hanya takut kehilangan mu saja.
Putri pun terharu mendengar perkataan Tegar dan langsung memeluk Tegar dengan begitu erat eratnya dan mengatakan aku lebi mencintaimu Tegar, saat aku mendengar ceritamu aku lebi takut kehilanganmu, aku termasuk beruntung bisa mencintaimu."
"Maafkan aku soal barusan yah ???" ucap Tegar yang tiba-tiba memeluk Putri dari belakang, Putri pun membalikan badannya dan mencium bibir Tegar sedikit-sedikit dan mengatakan, "Aku suda memaafkanmu."
Tegar pun tersenyum dan memeluk erat erat Putri dari belakang dan hari pun suda mau malam, dan Putri selalu bersin bersin, "Ayo kita pulang sepertinya kamu suda kedinginan."
__ADS_1