Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Pertunangan Batal


__ADS_3

"Plisss Tegar Jagan bilang ke keluarga kita masing-masing mereka pasti akan kecewa setelah mengetahui pertunangan kita batal"


"Maaf Tania aku tidak bisa berpura-pura lagi, lagian kita tidak boleh berbohong terus-terusan, sampai kapan kita berbohong terus, mendingan kita sampaikan sekarang, aku suda siap menerimah amarah keluarga kita jika mereka marah nanti"


"Tunggu Tegar jagan lakukan ini, aku benar-benar menyukai mu sejak kita masi SMP dulu sampai sekarang, semua kenangan indah waktu kita SMP dulu aku masi menyimpannya semua laki-laki yang datang ingin melamar ku, aku selalu menolakya karena aku selalu ingat kenagan kita dulu, dan aku selalu ingat perkataan mu dulu, aku akan datang mencari mu suatu saat nanti, dan aku selalu berharap kamu akan datang mencari ku"


"Tapi Itukan dulu Tania, aku mengangap mu sebagai sahabat kamu Jagan salah faham degan anggapan itu"


"Tidak Tegar kamu tidak menganggap ku sahabat, kalau memang kamu menganggap ku sahabat, kenapa kamu memberikan aku kenangan-kenangan manis, dan kenapa kamu mengatakan aku akan datang mencari mu, kenapa kamu memberikan aku harapan jika memang kamu tidak menyukai ku"


"Maafkan aku Tania, aku sama sekali tidak bermaksud untuk memberikan kamu harapan, waktu itu aku belum tau apa itu cinta yang aku tau hanyalah persahabatan, kamu perempuan baik Tania, sejujurnya aku juga tidak tega menyakiti mu tapi ini masalah hati, aku mencintai orang lain dan cinta tidak bisa di paksakan, aku yakin kamu pasti akan menemukan laki-laki yang aman mencintai mu degan tulus"


"Bagaimana degan Tante Sofia, kalau Tante Sofia tau pertunangan kita batal mama mu pasti langsung sakit apa kamu tidak kasihan melihat mama mu sakit"


"ini masalah keluarga ku dan aku harus menanggung semua resikonya, aku suda siap untuk mengatakan apa pun yang terjadi yang penting aku suda mengatakanya"


Tegar pun berdiri dari duduknya dan memangil Tania untuk menemui keluarga masing-masing


Tania pun ikut berdiri dan berjalan sama-sama masuk kedalam rumah tidak tersa waktu begitu berjalan dan suda menunjukan pukul 7 malam keluarga Tania dan keluarga Tegar pun suda menunggu mereka datang,


"Kalian dari mana saja nak ???" tanya Sofia.


"Dari taman ma"


"lya suda tidak apa-apa yang penting kalian suda datang ayo kita kumpul keluarga dulu"


setelah semua keluarga masing-masing suda terkumpul tiba-tiba Tegar mengatakan,


"Ma, Ada yang mau Tegar sampaikan ke mama dan untuk semuanya juga yang datang, maafkan saya tidak bisa melanjutkan pertunagan ini karena dari awal saya tidak perna mau di jodohkan, dan saya menerima perjodohan ini karena terpaksa,

__ADS_1


dan kini saya mau membatalkan perjodohan ini aku tidak mencinta Tania dan aku tidak mau berpurah-pura menerimah perjodohan ini dan aku juga tidak mau berpura-pura bertunangan,


Tania juga setuju menerimah perjodohan pura-pura ini, jadi aku harap dari keluarga Tania bisa menerima keputusan ku ini, dan tidak ada permusuhan antara keluarga"


"Maksud mu apa Tegar, mama sama sekali tidak mengerti, kamu jagan bikin mama malu di depan keluarga Tania"


"Maafkan aku ma aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini"


"Tania, apa yang di maksud Tegar, mama tidak mengerti kamu menerimah perjodohan ini cuman pura- pura ???" tanya Marissa.


"Maafkan Tania ma, Tania sangat mencintai Tegar tapi Tegar mencinta wanita lain, jadi terpaksa Tania terima perjodohan pura-pura ini"


"Apa maksud mu degan semua ini Sofia kamu sengaja mempermalukan kuarga ku, Kita suda berteman lama tapi kena kamu lakukan ini ke keluarga ku, anak mu tidak mau di jodohkan dengan anak ku tapi kenapa kamu tetap memaksakannya membuat anak ku sakit hati"


"Aku juga tidak tau akan jadi seperti ini Marissa,


dan mama Sofia pun kembali melihat Tegar yang masi berdiri di sebelanya, Tegar jagan permalukan mana nak, Marissa ini sahabat mama, dan mama tidak mau kamu membatalkan pertunangan kamu"


"Maafkan Tegar ma"


Tania kamu bener-bebar mencintai Tegar kan, Tante mendukung kamu nak, Jagan perna berhenti mencinta Tegar, karna Tante akan selalu memberi restu untuk mu"


"Iya Tante aku mencinta Tegar, Terimakasih Tante suda mendukung dan merestui Tania, Tapi maaf Tante Tania tidak bisa melakukan apa-apa"


Tidak apa-apa yang penting restu Tante untuk mu nak, pasti ada jalan untuk kalian bersatu, ucap Sofia meyakinkan Tania"


"Cukup ma, cinta tidak bisa di paksa ma, Tegar tidak mencinta Tania, maafkan Tegar ma, Tegar harus pergi sekarang"


"Kamu mau kemana nak, ini pasti gara-gara perempuan itu kan kamu seperti ini, dia suda meracuni otak mu supaya kamu tunduk degan dia nak"

__ADS_1


Tegar pun berjalan menuju parkiran dan membawah mobil milik kakaknya yang suda di sediakan olah papa Armadjaya Tegar pun naik mobil dan membunyikan pergi meningalkan rumahnya menuju rumah Putri, sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri, Tegar pun menelfon Satpam rumah menanyakan kalau Putri suda Pulang,


namun satpam rumah mengatakan belum pulang, terpaksa Tegar memutuskan untuk menunggu Putri sampai pulang, Tidak lama kemudian Putri pun suda datang dan Putri pun turun dari mobil End Woo, setelah End Woo pergi Tegar pun langsung menghampiri Putri degan mobil Kakanya, Putri pun kaget melihat ada mobil merah berhenti di hadapannya, Tegar pun turun dari mobil dan menghampiri Putri.


"Tegar, aku kira siapa tadi, ada apa lagi sih Tegar ???" tanya Putri.


"Put aku mau bicara serius sama kamu"


"Aku cape Tegar, kamu mau bicara apa lagi semuanya suda jelas, suda berapa kali aku bilang sama kamu masa kamu nga ngerti-ngerti juga sih"


Tiba-tiba Tegar menarik tangan Putri masuk kedalam mobil,


"Kita mau kemana Tegar, kamu Jagan macam-macam yah, kita mau kemana sih sebenarnya"


"Duduk saja diam tidak usa banyak pertanyaan"


Putri pun hanya duduk terdiam setelah mendengar bentakan dari Tegar, Tidak lama kemudian Putri pun bertanya kembali,


"Sebenarya kita mau kemana Tegar ini suda jauh dari rumah ku"


Tegar pun tidak menjawab pertanyaan Putri setelah hampir 3 jam perjalanan sampailah di tempat tujuan, Tegar pun turun dari mobil,


"Kita di mana ini Tegar, ini rumah siapa, aku tidak mau turu, ucap Putri merasa kebingungan.


"Turun cepat"


"Pokonya aku tidak mau turun"


Tegar pun menarik tangan Putri keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, Putri pun meronta-ronta melawan Tegar namun Tegar memegang Tangan Putri begitu kuat sehingga Putri merasa kesakitan di tanganya.

__ADS_1


__ADS_2