
"Iya de nanti aku juga kerumah Tegar siapa tau di ijinin beneran, nanti aku sampaikan ke Andi kamu sampaikan ke Lisa ya."
"Iya pasti aku sampaikan ke Lisa, suda ya aku mau siap-siap dulu," ucap Dinda dan langsung mematikan hpnya kemudian Dinda pun menghubungi Lisa dan keduanya pun pergi kerumah Putri mencoba minta ijin kepada orang tua Putri.
"Permisi pak," ucap Dinda.
"Iya, mba ini siapa ya ???" tanya Satpam
"Saya teman kulia Putri pak, Putri ada ???"
"Iya ada mba mau di pangilin ???" tanya satpam.
"Tidak usah pak saya mau ketemu sama
bapak sama ibu ada di dalam ???" tanya Dinda.
"Ada mba silakan masuk," ucap Satpam dan mempersilakan mereka masuk, Dinda dan Lisa pun masuk kedalam rumah dia pun memangil bibi, "Tolong panggilkan bapak sama ibu," ucap Dinda.
"Iya non," jawab Bibi dan pergi memamingil Putri di kamarya tidak lama kemudian Bibi pun menghampiri Dinda dan Lisa.
"Non Dinda sama non Lisa tunggu saja dulu silakan duduk," ucap Bibi.
Dinda dan Lisa pun duduk di kursi sekitaran 10 menit Jamilan pun keluar kamar. "Eeeh ada Dinda sama Lisa ada apa tumben kerumah ???" tanya Jamilah.
"Putri, ada Tante ???" tanya Dinda.
"Ada dikamarnya emang ada apa ???" tanya Jamilah penasaran.
"Malam ini ada perpisahan di kampus diharuskan malam ini datang apalagi Putri itu salah satu siswa yang memiliki nilai tertinggi di kampus."
Jamilah berfikir sejenak. "Tante tidak mengijinkan Putri keluar rumah dulu karena ada sedikit urusan di rumah."
"Tidak lama kok Tante habis acara penyambutan langsung pulang kok Tante, percaya de Tante, aku sama Putri suda berteman dari kita masi SMA sampai sekarang Tante juga kenal keluarga ku kan," ucap Dinda mencoba meyakinkan Jamilah agar di beri ijin keluar rumah.
"Iya Tante si percaya sama Dinda tapi Tante tau disana pasti ketemu sama laki-laki yang bernama Tegar itu kan ???" tanya Jamilah.
__ADS_1
"Emang kenapa Tante dengan Tegar, lagian Tegar itu terkenal di kampus baik dan pintar berpartisipasi."
"Pokonya papa Putri melarang dia untuk bertemu dengan pria yang nama Tegar itu kalau kamu mau pangil Putri pergi, Tante nga mau dia bertemu dengan pria itu."
"Iya Tante mereka nga akan bertemu, habis acara perpisahan Putri langsung pulang Tante," ucap Dinda terus meyakinkan Jamilah.
"Iya Tante percaya de sama aku dan Dinda," ucap Lisa tamba meyakinkan Jamilah.
"lya suda Kalau gitu Tante pagil Bibi dulu," ucap Jamilah dan menyuruh Bibi kekamar Putri.
"Bi toolong bilang sama Putri sebentar malam jam 7 ada acara perpisahan di kampus," ucap Jamilah dan Bibi pun pergi ke kamar Putri.
Dinda dan Lisa pun mengucapkan terimakasi kepada Jamilah.
"Iya sama-sama, tapi ingat pesan Tante ya nga boleh ketemu sama pria yang namanya Tegar dan nga boleh pulang larut malam, dan satu lagi Putri keluar rumah diantar sama kakaknya Riky."
"Tapi Tante, kok sama kakak Riky ???" tanya Dinda kaget.
"Harus diatar sama Riky kalau nga Putri tidak boleh keluar rumah dengan alasan apapun," ucap Jamilah Tegas.
"Ok kalian tunggu saja Putri disini paling bentar lagi dia selesai dandan dan menemui kalian.
"Iya Tante terimakasi," sahut Dinda dan Lisa.
disisi lain Doni dan Andi pun kerumah Tegar dan mencoba untuk meyakinkan orang tua Tegar.
"Om hari ini da perpisahan di kampus dan Tegar harus datang apalagi Tegar mahasiswa yang memiliki nilai paling tinggi di kampus dia harus datang," ucap Doni.
"Iya bener om Tegar harus datang om karna dia salah satu pelaksanaan perpisahan di kampus sebentar malam, dia adalah toko utamanya dalam menyelagaraan perpisahan kampus tahun ini om," sahut Andi.
papa Armadjaya pun berfikir sejenak karena dia tau betul kalau Tegar datang ke acara perpisahan dia pasti bertemu dengan perempuan itu, dengan terpaksa iya mengatakan, "lya sudahlah kalau memang diharuskan datang."
"Iya om, lagian Tegar itu anaknya pintar om
dia baik dan selalu berpegang teguh dengan kata-kata om ucap Doni, supaya lebih meyakingkan papa Armadjaya.
__ADS_1
"lya suda om ijikan Tegar datang ke acara perpisahan kampus kalian tapi om minta untuk menjauhi perempuan yang namanya Putri itu om tidak suka dengan keluarganya."
"Emang kenapa om dengan keluarga Putri ???"
"Om tidak suka dengan keluarganya Putri , om tidak mau kalau Tegar berhubungan dengan anak dari Dewangga itu."
"Iya om, saya sama Andi akan menjaukan Tegar dengan Putri om."
"Iya om saya akan melarang Tegar dekat dekat dengan Putri om," sahut Andi.
"Iya suda om percaya sama kalian berdua kalian boleh pangil Tegar pergi ke acara kampus kalian biar Teguh yang pangil Tegar di kamarnya" papa Armadjaya pun memangil Teguh dan menyuruh Teguh kemar Tegar menyampaikanya kalau mau ke kampus malam ini.
Teguh pun kekamar, Tegar dan mengetuk kamar Tegar dan membukanya kelihatan Tegar duduk dilantai dan bersandar di tempat tidur dan menutup matanya, Teguh pun langsung menghampirinya "Teman teman kamu datang tuh memangil kamu ke acara perpisahan kampus, dan papa mengijinkan kamu pergi."
mendengar perkataan kakanya seperti itu Tegar pun langsung membuka matanya. "Beneran kak Tegar di ijinin keacara perpisahan kampus ???" tanya Tegar heran merasa tidak percaya.
"lya di ijinin, suda cepetan mandi ganti baju dan pergi sebelum papa berubah pikiran," dengan cepat Tegar pun berdiri dan berlari ke kamar mandi dan mandi, sekitaran 15 menit di kamar mandi Tegar pun keluar kamar mandi dan langsung menganti pakaian dan keluar kamar menemui Doni dan Andi.
"Bagaimana caranya ya sampai papa mengijinkan aku ke acara perpisahan kampus, kok bisa, hebat juga sahabatku ini sampai bisa meluluhkan hati papa," seruh Tegar dalam hati.
Tegar pun berjalan keruang tamu disana iya melihat ada papanya, kakakny, Doni dan Andi dia pun berjalan cepat-cepat suda tidak sabar ingin keluar rumah, sesampainya Tegar pun menghampiri Doni dan Andi, "Ada apa kok kalian datang kerumah ???"
"Menjemput kamulah, soalya malam ini ada perpisahan kampus kalau kamu nga datang bisa-bisa direktur kampus bisa marah besar apa lagi panitia karna kamu salah satu pembicara malam ini.
"lya aku tau tapi aku tidak di ijinkan keluar rumah."
"Suda di ijinkan sama om."
"Iya papa suda mengijinkan kamu pergi kalau mau pergi yah pergi saj, hati-hati dijalan Jagan ngebut-ngebut bawah motor."
papa Armadjaya melihat tangan Tegar di balut dengan perban membuat hatinya bertanya-tanya, "Kenap tanganya sampai di perban seperti itu, apa mungkin Tegar emosi dan melukai dirinya sendiri, papa Armadja mau bertanya namu mengulur niatnya, dan mengatakn nanti sajalah aku tanyakan saat pulang nanti."
"Kami permisi dulu om" ucap Doni dan Andi, Tegar pun langsung pergi meningalkan ruang tamu dan menuju parkiran motornya dan membunyikan motornya dan meninggalkan rumahnya.
di jalan Tegar pun berhenti membawah motor tidak lama mudian Doni dan Andi pun datang menghampirinya kenapa berhenti ada apa ???" tanya Doni.
__ADS_1
"Kalian bilang apa sama papaku sampai di ijinkan, kalian hebat banget memang kalian Sahab tebaiku yang bisa di andalkan."