Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Nonton Konser


__ADS_3

"lya suda terimakasih ya Doni," ucap Tegar dan langsung mematikan telfonya.


"Beneran perasaanku, kalau sampai sekarang Putri belum ada kabar gimana kalau aku cek sendiri dan pastiin sendiri keadaanya di rumahnya dari pada aku penasaran terus seperti ini," seruh Tegar dalam hati dan langsung mengambil kunci motornya dan keluar dari kamar.


"Kamu mau kemana nak?" tanya Sofia.


"Mau keluar sebentar ma, ada keperluan," ucap Tegar dan langsung menghidupkan mesin motornya lalu pergi menuju rumah Putri, tidak lama kemudian Tegar pun sampai di rumah Putri, dan melihat lihat keadaan rumah Putri yang sepih, setelah 30 menit Tegar menunggu dan disaat Tegar ingin pergi tiba-tiba ada seseorang keluar dan membawa kantong plastik hitam mau buang sampah.


"Maaf mau tanya, apa betul ini rumah teman saya namanya Rio dan punya adiknya namanya Klara?" tanya Tegar.


"Bukan ini rumah Bapak Dewangga punya anak 3 namanya Riky Putri dan Tara," ucap Bibi pembantu rumah tangga.


"Saya kira ini rumahnya teman saya soalya alamatnya sama jadi saya tanya apakah mereka ada di rumah?"


"Kalau den Riky tidak ada, lagi di Bandung, kalau non Putri ada di rumah lagi sakit, kalau adiknya Tara juga ada di dalam."


"Terimakasih bi, maaf saya ternyata salah alamat."


"lya mas tidak apa apa mas."


Tegar pun pergi meninggalkan rumah Putri, mendengar kabar dari bibi kalau Putri sedang sakit, hati Tegar pun merasa semakin bersalah


"Ini pasti gara-gara masalah kemarin yang membuat Putri sakit."


setibanya Tegar di rumah Tegar langsung masuk kamar dan berbaring sambil memikirkan dirinya. "Kenapa aku seperti ini kenapa aku kaya orang bodoh baru kali ini aku rasain kaya gini"


setelah satu hari terlewatkan tiba-tiba hp Tegar berdering yang menelfon adalah Doni dan langsung mengangkatnya, "Haloy."


"Tegar, sebentar malam ada konser kamu ikut kan?" tanya Doni.


"Maaf ya aku nggak bisa ikut."


"Kok gitu sih ayolah, nggak lengkap rasanya kalau kamu tidak ikut, ayo dong Tegar?"


"lya suda de, nanti aku kabari kalau jadi atau nggak."


"Pastiin dong soalya anak-anak juga harus tau kalau kamu jadi ikut atau nggak, lagian nggak lengkap kalau kamu nggak ikut."


mendengar perkataan Doni seperti itu Tegar pun langsung memutuskan untuk datang. "Iya aku datang," ucap Tegar dan mematikan hpnya.


tidak lama kemudian Tegar pun bangun dari tempat tidurnya, dan keluar kamar menuju halaman rumahnya sambil duduk. "Malas banget aku ikut nonton konser tau-tau ada masalah gini malah pangil nonton konser," seruh Tegar sambil memberi makanan ikan di kolam ikan, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan suda malam dan, sebentar lagi konser akan mulai.

__ADS_1


tidak lama kemudian semua sahabat Tegar dan Putri pun suda sampai di konser, Doni pun melihat Tegar belum datang langsung menelfon Tegar.


"Haloy Doni, ada apa?" tanya Tegar.


"Kamu masi bertanya ada apa, aku sama teman-teman yang lain, suda di tempat konser dan kamu belum datang, anak-anak suda pada tungguin kamu," ucap Doni kesal.


"lya suda aku kesana," ucap Tegar dan langsung ganti baju, dan mengambil kunci motornya dan langsung pergi menuju konser.


tidak lama kemudian Tegar pun sampai dan langsung menelfon Doni. "Dimana?" tanya Tegar.


"Di bawa pohon mangga kesini saja."


"Aku kesitu," ucap Tegardan ahirya mereka pun bertemu.


"Suda mulai konsernya?" tanya Tegar.


"Belum tapi suda mulai ramai banyak orang," ucap Doni. tidak lama kemudian konser pun suda mau di mulai dan orang orang-orang pun suda berdatangan dan berdesak desakan.


"Kita disini saja ya Lis," ucap Dinda.


"lya kelihatan kok dari sini," ucap Lisa.


tiba tiba ada seseorang yang menyengol Dinda, dan terlempar untung saja ada Doni yang langsung menahanya. "Hati-hati dong," ucap Doni


"Kamu nggak apa-apa Din?" tanya Doni.


"lya nggak apa-apa terimakasih ya," ucap Dinda sambil tersenyum melihat Doni.


"Mendingan kita merapat kesana sedikit de, disini berdempet dempet banget kasian cewe-cewe," ucap Andi. dan mereka pun akhirnya merapat kan dirinya masing untuk melindungi cewe-cewe dari senggolan sana sini.


Tegar pun seakan cuman ikut arus, konser pun suda mulai, dan semua pada berteriak semangat happy-happy.


"Semua orang yang ada di konser ini pasti pada seneng semua, tapi aku datang kesini dengan suasana hati yang sedih," seruh Tegar dalam hati.


beberapa lagu pun suda di nyanyikan, dan tiba-tiba tidak di diduga-duga, Putri pun datang dan menghampiri mereka, Tegar pun keget dan heran dan merasa kalau dirinya sedang berhayal, kalau Putri datang ke konser sedangkan dia tau klau Putri sedang sakit.


"Aku kangen sama mamu berapa hari kita nggak ketemu," ucap Dinda dan langsung memeluk Putri.


"Apa lagi aku kangen banget, nggak ada kabar, nga pernah telfon, oh iyah kok kamu tiba tiba-tiba ada disini Put?" ucap Lisa penasaran.


"Dinda, kirim alamat kalian jadi aku langsung kesini."

__ADS_1


Doni dan Andi pun melihat Tegar tersenyum, dan mereka masi tidak menyangka kalau Putri datang ke konser, Doni berdiri melindungi Dinda, sedangkan Lisa di lindungi oleh Andi.


Tegar pun berdiri di dekat Putri dan melindungi Putri. "Aku minta maaf soal kejadi berapa hari yang lalu," ucap Tegar sambil membisikan di telinga Putri.


"Minta maaf kenapa, perasaan kamu nggak ada salah apa-apa."


"Tetap saja aku nggak enak sama kamu, kesalah pahaman itu kan karena aku penyebabnya."


"Apaan, nggak kedengaran, soalya ribut."


Sontak saja Tegar langsung ungkapan perasaannya. "Aku suka sama kamu," ucap Tegar spontan tampa dia sadari apa yang telah dia ucapkan.


"Apa, nggak kedengaran ribut," ucap Putri. pas lagu pun berhenti dan Putri pun bertanya tadi kamu ngomong apa?" tanya Putri penasaran.


"Nggam kok, iya suda lah, lupain sajalah," ucap Tegar dengan wajah sedikit kecewa.


Putri pun menganggukan kepalanya sambi bilang. dan bilang. "Ok."


lagu pun semakin keras dan teriakan pun semakin kuat di telinga Putri, hati Tegar pun kembali semangat seakan seperti hp yang di Cars 100 % semangat, malam pun semakin larut dan konserpun suda berakhir. Doni pun mengantar Dinda pulang sedangkan Andi mengantar Lisa pulang.


"Putri, aku antar kamu pulang ya," ucap Tegar


menawarkan dirinya untuk mengantar Putri dan Putri hanya mengangukan kepalanya dan mereka berdua pun berjalan menuju parkiran sesampainya mereka pun pergi menuju rumah Putri.


"Putri kamu lapar nggak?" tanya Tegar.


"Emangnya kenapa?" tanya Putri balik.


"Aku lapar soalya nggak sempat makan tadi."


"Iyah suda kalau begitu," ucap Putri pasrah.


Tegar pun langsung belok arah dan mencari tempat makan terdekat dan sampailah di restoran dan langsung memesan makanan.


Putri pun kaget melihat Tegar memesan makanan begitu banyak, dan tidak lama kemudian makanan pun datang. "Putri, kenapa nggak makan?" tanya Tegar.


"Iya aku makan," ucap Putri dalam hatinya heran melihat Tegar memesan makanan begitu banyak.


Tegar pun makan terburu-buru sampai ada nasi melengket di mulutnya, Putri pun tersenyum melihatnya. "Pelan-pelan saja makanya," ucap Putri dan mengambil nasi di mulut Tegar dan melapnya dengan tissue.


Tegar pun memandangi Putri tiada henti-hentinyanya. "Kenapa?" tanya Putri.

__ADS_1


"Tidak kenapa-kenapa," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Putri.


"Lama kelamaan aku bener-bener suka sama kamu Put," seruh Tegar dalam hati. tidak lama kemudian Tegar pun selesai makan dan pergi membayarnya.


__ADS_2