
"Mana ada sih yang suka sama aku dulu, uda jelek nga tau bergaya penampilan juga nga jelas mana ada cowo mau sama aku."
Kesal kenapa sih ???"
"Kamu mengobrol sama cowo kan ???"
"Iya dia teman sekelas ku dulu dan dia itu duduk di sebelah bangku aku, kami hanya berteman saja kok."
"Dia tidak menaru perasaan kepadamu kan ???"
Putri pun seketika langsung tertawa. "hahahaha."
"Kok kamu tertawa aku serius ni."
"Mana ada sih cowo yang suka sama aku dulu, uda jelek nga tau bergaya penampilan juga nga jelas mana ada cowo mau sama aku."
"Buktinya aja aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu bahkan aku takut kehilangan kamu."
"Karna kamu buta, masa cewek sejelek aku kamu suka," jawab Putri sambil tersenyum manis melihat Tegar.
"Biar kamu jelek aku tetap cinta karna kamu suda menusuk hatiku sampai sedalam-dalamnya."
"Masa sihhh sampai segitunya."
"Wanita jelek ini lah yang suda mencuri hati ku dan menusuknya dengan cintanya membuat ku takut kehilanganya," ucap Tegar langsung mendekatkan dirinya dan langsung mencium bibir Putri dan Putri pun membalas ciuman Tegar dan mereka pun saling berciuman.
"Kok kamu tau kalau aku bicara dengan teman ku ???" tanya Putri penasaran.
"Doni mengirimkan foto kepada ku jadi aku tau kamu ngapain, dan aku langsung ke tempat mu perasaan ku sebenarnya cemburu dengan cowo itu," ucap Tegar dan langsung mencium bibir Putri lagi dengan ciuman begitu lembut lama kelamaan menjadi lebi kuat sehingga membuat Putri bersandar di pohon tempat mereka duduk, "Itu karena aku cemburu sama cowo itu."
"Kamu bener-benar cinta sama cewek jelek ini ???"
"Kamu mau aku teriak di sini biar semuanya tau kalau aku suka sama kamu."
"Bercanda Tegar sayang, disini juga tidak ada orang."
"Hehehehe ,tapi di sebelah banyak orang tau, oh iya mulai dari sekarang itu, aku suda mulai percaya ke kamu, makanya aku sekarang mengontrol diriku dan selalu memberikan kepercayaan kepadamu."
"Terimakasi sayang."
"Iya sayang, ayo kita pulang nanti kamu di cari sama orang tua mu, aku nga mau sampai kamu di marahin karena pulang larut malam."
"Papa, mama lagi pergi ke acara temanya,
__ADS_1
kayanya suda pulang sih, yuk kita pulang" dan mereka pun keluar dari wisata dan menuju mobil sesampainya di mobil mereka pun masuk mobil dan Putri pun menjalankan mobil kali ini yang membawah mobil adalah Putri karna mau mengantar Tegar pulang.
"Tadi kamu kesini naik apa ???"
"Diantar kakak ku."
"Kamu punya kakak ???"
"Iya punya, dia tugas di luar kota."
"Jadi kalian jarang ketemu dong ???"
"Iya nanti kalau cuti aja baru pulang kampung."
Putri pun mengantar Tegar pulang tidak lama kemudian sekitaran 40 menit sampailah di rumah Tegar dan Tegar pun mengucapkan terimakasi.
"Aku pulang dulu yah suda larut malam."
"Iya hati-hati bawah mobilnya, langsung kabari aku kalau suda sampai rumah."
"Iya daaaahhh," Putri pun pergi meninggalkan Tegar menuju rumahnya, sekitaran 35 menit sampailah dirumah Putri dan langsung masuk kedalam rumah namun papa Putri suda ada di dalam rumah, saat Putri berjalan menuju kamarnya tiba-tiba papa Dewangga memangil Putri.
Putri pun kaget dan langsung menoleh ke arah papanya, "Iya, pa."
Putri pun berjalan ke sofa, "Iya, pa, ada apa."
"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang ???"
"Dari acara pernikahan teman pa."
"Kamu lihat ini jam berapa, ini suda larut malam, kalau kamu ada apa-apa di luar sana gimana atau ada orang jahat dijalan gimana ???"
"Maafin Putri pa, suda pulang terlambat."
"Pokonya jagan perna pulang larut malam begini lagi, papa hawatir kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana."
"Iya pa, Putri minta maaf."
"lya suda pergi sana tidur suda larut malam."
Putri pun menaiki anak tangga pergi menuju kamarnya, namun hati Putri merasa bersalah kepada papanya yang sunda memberi kepercayaan kepadanya, namun iya mengabaikannya, Putri pun langsung melempar dirinya ke kasur, dan berkata, "Baru kali ini papa kelihatan marah sama Putri sebelumnya papa nga perna marah sama Putri."
memang papa Dewangga bersifat penyanyang kepada seluru anak-anaknya dan papa Dewangga jarang sekali marah.
__ADS_1
tidak lama kemudian Putri pun bagun dan menganti pakainya dengan baju tidur tidak lama kemudian Tegar pun menelfon Putri hp Putri berdering dan mengangkatnya, "Haloy"
"Kamu suda sampai rumah ???"
"lya suda baru sampai."
"Terus orang tua mu suda pulang, mereka marah tidak melihat kamu pulang larut malam ???"
"Iya suda, papa kelihatanya marah kepada ku karna pulang larut malam cuman papa nga perna marah kepada ku sebelumnya, tapi aku lihat tadi kaya mau marah cuman nga bisa marah, aku takut sampai papa marah."
"Maafkan aku yah, sayang ini pasti gara-gara aku memangil kamu ke tempat wisata jadi kamu pulang terlambat deh, aku jadi ngerasa bersala banget sama kamu."
"Tidak apa-apa kok, sayang, oohh iya besok kita kekampus yah tanda tangan."
"Iya sekalian mau ambil undangan buat orang tua."
"Kamu mau undang berapa orang wisuda nanti ???"
"Cuman orang tua ku saja dan kakak ku."
"Sama berarti, aku juga begitu, suda yah aku suda mau istirahat, aku suda mengantuk."
"lya suda tidur gih, mimpi yang indah," jawab Tegar dan langsung mematikan telfonya, dan menaroh hpnya di atas meja nakas dan langsung berbaring di tempat tidur dan tidur.
disisi lain papa masuk ke kamar dan membangunkan mama Jamilah dan mengatakan ke mama Jamilah, "Kayanya Putri suda mulai beruba deh ma."
"Beruba bagaimana maksud papa, ???"
"Dia baru pulang selarut ini."
"Tadi kan dia bilang ke acara pesta pernikahan teman SMAnya, mungkin dia bertemu degan teman- teman sekolahnya dulu mengobrol sampai lupa waktu, kita juga kan perna kaya gitu juga dulu kalau ada reuni sekolah."
"lya papa tau, tapi kalau dia seperti ini terus gimana ???" atau jangan-jangan dia itu suda punya pacar tapi tidak bilang sama kita, coba de mama pikir."
"lya juga si pa, besok mama tanyakan ke Putri kita istirahat saja ini suda larut malam."
"Papa masi kepikiran ma, nga bisa tidur, papa jadi hawatir sama Putri takut dia salah dalam memilih pasangan."
"Sudalah pa, tidak usa dipikirkan lagian Putri itu suda dewasa dia tau mana yang terbaik untuk dirinya sendiri, besok pagi mama tanyakan ke Putri, istirahat gih pa, suda larut malam mama suda mengantuk."
"Iya suda kalau gitu, kita tidur saja asal mama jangan lupa tanyain besok."
"Iya pa, besok mama tanyain, ayo tidur pa, ini suda larut malam, papa besok juga ada pasien kan."
__ADS_1
"Iya besok papa ada pasien yah suda papa tidur" dan ahirya mereka pun tertidur.