Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Luka Tampa Bekas


__ADS_3

tiba tiba hp Putri berdering yang menelfon adalah Dinda dan langsung mengangkatnya "Haloy Dinda"


"Tadi Doni menelfon ku dan mengatakan Tegar telah menerimah perjodohan nya dan mereka akan segerah bertunangan, aku tau hati mu pasti sangat hancur sekarang sebagai sahabat aku pun tidak sanggup mendengarnya.


seketika wajah Putri berubah yang tadinya begitu bahagia berubah sekejap menjadi sangat sedih dia pun langsung mematikan telfon Dinda, dan dia pun langsung menagis End Woo pun bingung dan bertanya, "Ada apa, kenapa menagis cerita kepada ku, ada apa ???"


namun Putri tidak bisa mengeluarkan satu kata pun dadanya seakan sesak dan hanya bisa menagis sekuat kuatnya.


End Woo pun kebingungan dan bertanya-tanya "Kamu kenapa, bagaimana aku bisa membantu mu kalau kamu tidak mau bicara degan ku, aku tidak tau masalah mu apa, tapi aku janji mulai hari ini, di saat kamu butu tempat curhat aku akan selalu ada buat mu kapan pun kamu butuhkan, aku akan selalu ada untuk mu"


seketika Putri pun langsung memeluk End Woo erat-erat dan menagis sekuat-kuatnya di pelukan End Woo.


End Woo pun membalas pelukan Putri dan mengatakan, "Kalau masalah mu karna keluarga atau pun itu masalah cinta, aku yakin kamu pasti bisa menghadapinya, apa pun masalah mu yang kamu hadapi sekarang aku sangat yakin kamu pasti bisa melaluinya, dan ia pun menghapus air mata Putri,


heiy degar perempuan seperti mu tidak pantas untuk menangis seperti ini, kalau aku tebak sepertinya kamu ada masalah degan pacar mu,


kamu dengar yah perempuan sebaik kamu tidak pantas menagisi yang tidak pantas untuk di tagisi"


End Woo pun mencoba menenangkan hati Putri namun hati Putri begitu sakit sampai badanya pun langsung panas, "Suda tidak usa di tagisi lagi, semuanya suda terjadi, dan menyentuh badan Putri karna tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, End Woo pun kaget, saat menyentuh badan Putri, "Badan kamu panas sekali kita kerumah sakit sekarangi," ucap End Woo kebingunan.


Putri tidak dapa bersuara hanya menggeleng geleng kepalanya namun End Woo suda mengerti dan langsung memeluk Putri, "Aku tidak mengerti perempuan sebaik kamu kenapa ada orang yang menyia-nyiakan, namun sebenarnya End Woo tidak tau masalahnya hanya bisa menebak-nebak.


"Ayo kita pulang badan mu suda panas sekali, End Woo dan Putri pun berjalan menuju mobil dan membunyikan mobilnya dan pergi menuju rumah Putri, sekitaran 45 menit mereka pun sampai di rumah Putri,


End Woo pun membuka kaca mobil dan mengatakan, "Pak buka pagarnya ???"


Satpam pun kaget dan hanya melihat siapa orang ini menyuru buka pagar.


Putri pun menurunkan kaca mobil dan mengatakan, "Pak buka pagarnya ???"


Satpam pun melihat Putri, "Ohiya non, dan langsung membuka pagar"

__ADS_1


Putri pun keluar dari mobil dan tiba tiba iya merasa pusing dan End Woo pun langsung memegangnya "Aku antar kamu masuk kedalam" dan langsung mengulingkan Putri di sofa.


Bibi pun datang dan mengatakan, "Mas ini siapa yah, aduh ganteng banget kaya orang Korea" tanya Bibi.


"Saya temanya Putri saya mengantar Putri pulang karena sedang sakit," ucap End Woo.


seketika Bibi pun sadar yah ampun non Putri sakit, sakit apa non," dan langsung menyentu badan Putri namun terasa panas di tangan Bibi


"Bi minta tolong ambilkan air dingin yah bi buat kompres


Bibi pun masuk kedapur dan mengambil air kompres dan memberikan ke End Woo dan mengompresnya.


"Bibi, orang tua Putri belum pulang yah bi ???"


"Orang tua non Putri mereka tingal di Bandung den"


"Jadi Putri hanya tinggal sendiri bi ???" tanya End Woo penasaran.


kakak nya juga yang bernama Riky, dia juga seorang Dokter dan kerja di Bandung, dan adik nya bernama Tara sekolah di Bandung juga, mereka lebi menetap disana, hanya Putri saja yang menetap dan tingal di Jakarta sesekali dia ke Bandung.


"Gitu yah bi, terus kapan kira-kira orang tua nya pulang bi ???"


"Bulan depan mas"


"Terimakasih banyak bi" End Woo pun kembali melihat Putri dan mengompresnya degan air dingin


Mang Ujang alias satpam datang melihat Putri dan mengatakan "Bagaimana keadaan non Putri ???"


"Badanya masi panas, cuman saya suda kompres degan air dingin," waktu pun semakin larut dan End woo pun berjaga-jaga sepanjang malam dan dia pun merasa mengantuk dan tertidur di sofa.


jam menunjukan jam 5 subu Si Mbo pun suda bagun dan memasak buat non Putri sama temanya.

__ADS_1


ketika Putri bagun dan membuka matanya dia melihat ada End Woo berbaring di sofa, dan Putri pun mengerakan tubuhnya, seketika End Woo terbangun, "Kamu suda bagun maaf aku terpaksa menginap, karna Bibi bilang orang tua mu tingal di Bandung dan hanya kamu yang tingal di Jakarta, jadi aku berjaga-jaga sepanjang malam jangan sampai kamu kenapa-kenapa.


"Terimakasih banyak suda menjaga ku sepanjang malam maaf suda merepotkan"


"Tidak apa-apa saya senang bisa membatu mu" ucap End Woo, sambil tersenyum melihat wajah Putri.


Mbo pun datang membawa makanan dan memberikan kepada Putri dan End Woo, "Cobain deh masakan Mbo ku enak banget"


End Woo pun mencobanya dan, "Sasanya enak banget, kok bisa seenak ini, rasanya kaya masakan mama ku" ucap End Woo heran.


"Mbo memang jago masak" jawab Putri sambil tersenyum melihat Mbo.


"Si non ini, masakan Mbo ma biasa-biasa non apalagi suda tua begini mana enak lagi di makan"


"Beneran Mbo enak banget Mbo masakannya," Mbo pun masuk kedalam dapur mau memasak yang lain.


"Masakan Mbo tadi enak banget, lain kali aku datang lagi yah makan makanan Si Mbo ???"


"lya kapan saja mau datang rumah ku selalu terbuka untuk mu"


"Begitu dong ini baru Dokter Putri yang semangat," ucap End Woo menyemangati Putri sambil Tersenyum manis.


"lya terimakasih suda menghiburku" jawab Putri


"Disaat kamu suda siap untuk berbagi cerita, aku siap kapan saja mendengarkan cerita mu"


Putri pun mengucapkan terimakasih.


"Aku pulang dulu yah, mau mandi dah bauh asam hehehehe, nanti aku kesini lagi kamu istirahat saja dulu tidak usa banyak berfikir,"


"Iya-iya siap" ucap Putri sambil tersenyum,

__ADS_1


End Woo pun pamit kepada Si Mbo, "Aku permisi yah Mbo," dan dia pun pergi menuju parkiran mobil dan meninggalkan rumah Putri.


__ADS_2