
"Doni bangun dulu aku mau bicara" ucap Tegar membangungakan Doni degan cara mengoyang-goyangkan tubu Doni
"Aiiiissss ada apaan sih, aku masi sangat mengatuk, biarkan aku tidur dulu sejenak baru kita bicara"
"Tidak bisa, pokonya aku mau bicara sekarang juga, ayo bangun"
"Apaan sih, aaah masing ngantuk nih"
"Makanya bangun dulu aku mau bicara penting nih"
"Iya suda bicara saja apa" ucap Doni berbicara sambil menutup matanya.
"Doni bangun dulu kalau nga, bisa-bisa aku hamburin se isi kamar mu, kamu mau aku hamburin ???"
"Iya-iya aku bangun" Doni pun bangun degan mata Tertutup, apa ???"
"Tadi aku ke rumah Putri niatnya aku mau bicara soal hubungan kita aku mau memperbaikinya, saran dari kamu juga, eh malah ada sih, laki-laki Korea itu lebi duluan mengambil hati Putri dan semuanya"
"Wah,,,,, nga bisa di biarin tu, lama-lama Putri dan asisten rumah tangganya juga ikut memberi dukungan nanti supaya Putri bisa semakin dekat degan sih Korea itu, kamu harus segerah ambil tindakan, kamu nga mau sampai hal itu terjadikan," ucap Doni mendegar perkataan Tegar.
"Iya itu, aku harus temui Putri hari ini juga, aku tidak mau kehilangan Putri aku takut kalau Putri sampai memilikih perasaan kepada laki-laki Korea itu, kalau mereka semakin dekat bisa saja Putri memilikih perasaan"
"Hari ini kan Putri sama Dinda dinas siang, aku janjian sama Dinda jemput pas pulang, nah kesempatan kamu temui Putri dan bicara"
"lya suda kalau gitu aku disini saja dulu sampai siang lagian aku malas pulang kerumah yang di bahas mama ku terus soal perjodohan ku dengan Tania, aku tidak boleh keluar rumah karena pertunangan ku tingal 5 hari lagi"
"Terus bagaimana degan Pertunangan mu degan Tania, ? sedangkan kamu masi sangat mencintai Putri, nga munkin juga kamu batalkan pertunangan kamu, bisa-bisa mama mu langsung pingsan"
"Aku suda punya jalan yang harus aku ambil, tapi aku harus ketemu Putri lebi dulu, aku takut Putri semakin dekat degan laki-laki Korea itu bisa-bisa timbul rasa suka, apa lagi laki-laki Korea itu perna mengatakan cinta kepada Putri"
"lya suda kalau gitu nanti aku minta tolong Dinda supaya kamu bisa bertemu degan Putri Tampa ada gangguan apapun termasuk gangguan dari laki-laki Korea itu"
__ADS_1
"Terimakasih yah Doni kamu memang sahabat terbaiku" ucap Tegar sambil tersenyum melihat Doni.
"Suda aaah aku mau ke kamar mandi, buang air sekalian aku mau mandi suda siang nih kamu tunggu disini saja"
"Suda pergi sana, iya aku tunggu disini" ucap Tegar dan langsung berbaring di tempat tidur Doni.
Doni pun berdiri dari duduknya dan langsung menuju kamar mandi dan langsung mandi sekitaran satu jam didalam kamar mandi Doni pun keluar dari kamar mandi dan melihat Tegar suda tertidur.
Doni pun merasa tidak enak membangungkan Tegar yang tertidur pulas hanya membiarkanya tidur, Doni pun menuju meja makan dan makan siang, stelah makan siang Doni pun menonton tv dan tidak terasa waktu begitu berjalan dan suda hampir gelap Doni pun langsung menuju kamarnya dan melihat Tegar masi berbaring tidur, Doni pun membangunkan Tegar dengan cara mengoyang-goyangksn tubu Tegar.
"Tegar bangun suda sore nih, bentar lagi gelap kamu tidur lama sekali"
Tegar pun membuka matanya, Astaga kenapa tidak membangunkan aku ???"
"Maaf Tegar aku melihat kamu tidur nyenyak jadi aku tidak enak membangunkan mu" ucap Doni merasa kasihan kepada Tegar.
"Iya aku mengantuk sekali, tadi malam aku tidur jam 3 subuh, aku mencoba tidur tapi tidak bisa aku merasa gelisa nga bisa tidur"
Tegar pun bagun dan keluar dari kamar, mereka berdua pun menuju parkiran, Tegar pun menaiki motornya sedangkan Doni naik mobil, tidak lama kemudian sekitaran 40 menit sampailah di rumah sakit.
"Aku kabari Dinda dulu kalau aku suda di rumah sakit," ucap Doni dan langsung mengirim pesan kepada Dinda.
Aku suda di tempat parkiran kamu suda pulang belum ???"
Dinda pun melihat pesan Doni dan membalasnya.
Bentar lagi pulang aku masi di ruangan
setelah Dinda membalas pesan Doni, Dinda pun pergi keruagan Putri dan mengatakan, "Putri aku mau curhat sama kamu tapi bukan disini nga enak kalau di degar orang apa lagi ini masalah pribadi"
"Memangnya kamu mau curhat apa ????" tanya Putri penasaran.
__ADS_1
"Ada pokonya tapi Jagan disini"
"Terus mau mu dimana ???"
"Di lantai atas aja kan nga ada orang yang degar pembicaraan kita"
"lya suda de terserah kamu saja de, kalau gitu"
setelah Putri beres-beres dan yang dinas malam pun suda datang dan Putri pun keruangan Dinda dan memangil Dinda ke lantai atas karena suda jam pulang.
"Dinda ayo kita naik ke atas katanya mau curhat ???" tanya Putri
"lya ayo kita keatas," ucap Dinda dan mereka pun pergi bersama naik ke lantai atas setelah sampai Dinda pun mengatakan, aku mau cerita soal hubungan ku degan Doni"
"Emag kenapa degan hubungan kamu degan Doni ???"
"Aku nga tau harus bagaimna kedepanya Kakak ku melarang hubungan ku degan Doni," ucap Dinda degan wajah sedikit mengkerut
"Masa sih kakak kamu melarang hubungan kamu, bukanya selama ini kakak kamu setuju-setuju saja kok tiba-tiba melarang ???"
"Kakak ku tidak suka sama Doni, karna Doni anak motor dan dia sering balapan kalau malam dan kamu sendiri tau kakak ku kan seorang Polisi mana cocok sama anak motor"
"lya juga sih, Doni, Tegar dan Andi kan mereka anak motor dan sering balapan, aku kira mereka suda berhenti, tapi ternyata masi saja balapan nga kapok-kapok meraka itu"
tiba-tiba Dinda merasa sakit perut, Aduh Put perut ku sakit sekali aku ingin buang air, aku ke toilet dulu bentar, kamu tunggu disini saja nga lama kok"
"Iya suda pergi sana buang, aku tunggu disini"
"Beneran yah, Jagan kemana-mana tunggu di sini, aku nga lama kok," ucap Dinda dan Dinda pun berlari ke lantai bawah, Putri pun berdiri di dinding pagar dan melihat bulan dan tidak sangka-sangka ada seseorang berjalan menuju arah Putri dan Putri pun menoleh dan ternyata itu adalah Tegar.
"Kok kamu ada disini ???" tanya Putri merasa kaget degan kedatangan Tegar
__ADS_1
"Put, aku mau ngomong sama kamu" ucap Tegar dan mencoba mendekati Putri.