Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Mendegar Kabar Mama


__ADS_3

"Kenapa mama dan papa tidak bisa mengerti degan perasaan aku, mereka egois mereka selalu saja mengingat dendam masalalunya, kenapa mereka tidak bisa melupakan yang namanya masalalu biarlah berlalu, aku suda tidak tahan lagi seperti ini terus,


sampaikan akan seperti ini terus, pasti mama, dan papa akan terus menjodohkan aku degan Kim End Woo, apa lagi kalau orang tua Kim End Woo datang pasti perjodohan ini pasti akan berlangsung, dan aku tidak mau sampai itu terjadi, tapi aku juga tidak tau harus apa sekarang,


tapi aku juga tidak mau begini terus aduuuh kepah ku pusing, mendingan aku tidur saja aku suda sangat mengantuk, dan Putri pun menutup matanya dan tertidur.


ke esok paginya Putri pun bangun dan langsung pergi menuju parkiran mobil dan langsung saja pergi meningalkan rumah tampa pamit kepada kedua orang tuanya Putri hanya menyampaikan ke Bibi saja kalau dia ingin berangkat kerja, tidak lama kemudian sekitaran 40 menit sampailah di rumah sakit dan langsung menghampiri Dinda yang sedang membaca status pasien.


"Dinda aku mau curhat sama kamu ???"


"Apa Put, aku masi sibu ni mau periksa pasien"


"Dinda aku lagi serius nih, kali ini aku bener-bener serius baget"


"Iya aku tau emang selama ini kamu nga perna serius apa"


"Dinda, plisss dong dengerin aku dulu"


"lya suda aku degerin, apa ???


"Tegar lamar aku"


"Haaaaa, selamat Put, ahirya Tegar ngelamar kamu juga aku seneng banget mendengarnya aku ikut bahagia bila sahabat ku juga bahagi"


"Iya makasih, tapi sekarang muncul masalah besar"


"Masalah besar apa ???"


"Orang tua ku tetap menjodohkan aku degan Kim End Woo, bahkan orang tua Kim End Woo mau datang ke lndonesi demi kelancaran perjodohan aku Dengan Kim End Woo, gimana nih Din aku bingung harus gimana sekarang"


"Ya ampun pun kok bisa jadi ribet gini sih, kalau masalah perjodohan kamu degan Kim End Woo aku nga bisa bantu apa-apa karna ini menyangkut orang tua, aku cuman bisa bilang yang sabar aku yakin pasti ada jalan terbaik antara kalian berdua"


"Terimakasih yah Din, aku mau balik ke ruangan aku dulu yah," ucap Putri dan langsung berdiri menuju ruangannya, sesampainya di ruangan Putri pun langsung duduk di kursi sambil melamun,


"Dari pada aku melamun terus mendingan aku ke ruangan Tegar" dan langsung berdiri dari duduknya pergi menuju ruangan Tegar. sesampainya di ruangan Tegar, Putri pun langsung masuk kedalam Ruangan Tegar,


"Eeeh sayang tumben kamu ke ruangan aku, kangen yah ???"

__ADS_1


"Apaan sih, nga lah baru aja kemarin ketemu masa suda kangen aja"


"Trus kesini ada apa, tumben sayang kesini tiba-tiba nga bilang-bilang dulu"


"Aku mau cerita sama kamu mama, papa ku tetap menjodohkan aku degan Kim End Woo bahkan orang tua Kim End Woo mau datang ke Indonesia demi kelancaran perjodohan aku degan Kim End Woo"


"Aku yakin sayang semua ini pasti ada jalan yang terbaik untuk hubungan kita, asal kamu yakin, tidak usa terlalu di pikirkan berdoa saja muda-mudahan ada jalan yang terbaik dan orang tua kita merestui hubungan kita"


"Iya, terimakasih yah sayang suda menyemangati aku"


"lya sama-sama sayang, sekarang sayang balik ke ruangan sayang yah, nanti ada pasien loh trus sayangnya di sini"


"Iya aku balik ke ruangan aku dada sayang" ucap Putri dan pergi menigalankan Tegar, menuju ruaganya.


"Aku yakin semua ini pasti ada jalan yang terbaik untuk hubungan aku degan Putri, aku hanya bisa berdoa sekarang" ucap Tegar dan menarik nafas panjang-panjang.


tidak lama kemudian hp Tegar pun berdering yang menelfon adalah papa Armadjaya, Tegar pun kaget papanya menelfon dan langsung mengangkatnya, "Haloy pa, ada apa pa ???" tanya Tegar penasaran.


"Tegar, mama mu sakit nak, mama mu suda sangat rindu sama kamu ingin bertemu sama kamu, papa mohon kamu pulang yah, nak ???"


"lya nak, terimakasih yah nak,"


"Iya pa, suda dulu yah pa, Tegar mau lanjut kerja lagi," dan langsung mematikan hpnya, tidak lama kemudian Putri pun menelfon Tegar hp Tegar pun berdering dan langsung mengangkatnya, "Haloy sayang"


"Tegar, kita makan yuk aku suda sangat lapar tapi aku belum sempat sarapan"


"Kasihan sayang ku kelaparan, bentar lagi yah sayang, soalya aku lagi ada pasien sekarang habis ini baru kita pergi makan, sabar yah sayang, nanti aku telfon lagi tunggu saja sampai 15 menit lagi yah sayang," dan langsung mematikan hpnya.


Tegar pun berdiri dan langsung ke ruangan Doni, "Eeeh Doni aku minta tolong yah, kamu cek pasien ku yah, aku mau pulang menjenguk mama ku yang sedang sakit tapi sebelumnya aku mau pergi makan dulu sama Putri"


"Mama mu sakit, tau dari mana ???"


"Tadi papa ku telfon menyuru ku pulang menjengunk mama ku yang sedang sakit di rumah"


"Oke kalau gitu muda-mudahan mama mu cepat sembuh yah"


"lya terimakasih yah, aku pergi dulu" Tegar pun kembali menelfon Putri,

__ADS_1


"Haloy ayang aku suda berjalan menuju ruangan sayang nih"


"Oh iya sayang, aku keluar ruangan dulu yah, tadi aku juga suda bilang sama Dinda"


"Oke sayang dan langsung mematikan hpnya, tidak lama kemudian mereka pun bertemu di depan ruangan,


"Kamu suda siap sayang ayo kita cari makan," ucap Tegar sambil menarik tangan Putri.


"Kita mau makan di mana ???" tanya Putri.


"Kamu suka makan di mana ???"


Terserah kamu saja sih mau makan di mana aku ikut saja"


"Kalau gitu kamu ikut aku kita makan di Restoran yang makanan enak-enak"


"Okeeee"


Putri dan Tegar pun berjalan menuju parkiran sesampainya di parkiran Tegar pun mengatakan, "Sayang kita naik motor saja yah ???"


"Oke naik apa aja aku mau asalkan selalu. bersama mu," ucap Putri sambil memegang lengan Tegar dan tersenyum melihat waja Tegar.


"Gitu yah sekarang suda pandai mengoda aku," ucap Tegar dan memencet hidung Putri.


"Iiiih sakit tau"


"Ayo naik sayang" Putri pun naik motor dan di bonceng Tegar, tidak lama kemudian mereka pun sampai di Restoran.


"Sayang kita makan di sini saja yah," ucap Tegar


"Iya sayang," mereka berdua pun masuk kedalam Restoran dan memesan makanan, tidak lama kemudian makanan pun datang dan mereka pun langsung memakanya.


"Gimana rasanya sayang enak kan ???" anya Tegar.


"Iya enak baget, aku suka terimakasih yah Tegar kamu suda mengajak aku makan di sini"


"Iya sayang sama-sama suda, makan lagi di habiskan makananya," mereka pun melanjutkan makan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2