
Putri pun masuk kamar dan berbaring dan mengingat ke jadian barusan membuat iya tersenyum sendiri. tidak lama kemudian HP Putri pun berdering dan langsung mengingatnya. "Haloy."
"Haloy maaf soal tadi malam aku tidak bisa datang karena aku harus ke rumah sakit menjenguk sodaraku yang sedang sakit jangan marah?"
"Aku tidak marah hanya kecewa saja sama sahabatku sendiri tega bohongin aku, dan gara-gara ulanya dia itu, dia suda membuat orang lain kecelakaan."
mendengar perkataan Putri seperti itu Dinda pun kaget. "Maksud kamu apa Put?"
"Aku mau kamu jujur, kamu kerja sama kan sama Tegar?"
"Iya maaf, Doni menelfonku minta tolong, katanya Tegar minta tolong mau ketemu kamu dia suda tidak tau bagaimana lagi caranya supaya bisa ketemu kamu."
"Kamu tau nggak, Tegar sekarang itu kecelakaan."
mendengar perkataan Putri, Dinda pun kaget. "Apa Tegar kecelakaan terus gimana keadaanya sekarang, aku bener benar tidak tau."
"lya demi mengejar kata maaf dariku dia suda berjuang begitu besar tanpa memikirkan dirinya sendiri dan dia sekarang kecelakaan tiba-tiba ada motor sangat cepat dan menabrak Tegar.
"Terus bagaimana keadaan Tegar sekarang?"
"Dia tidak mau di rawat di rumah sakit dia tidak mau keluarganya hawatir, terpaksa aku membawanya kerumahku dan merawat di rumah saja, aku ucapkan terimakasih karena berkat kamu aku dan Tegar sekarang suda akur kembali."
"Gimana keadaan Tegar sekarang?" tanya Dinda Penasaran.
"Dia suda tidak apa-apa hanya butu istirahat saja."
"Syukurlah kalau begitu, aku sempat takut tadi mendengarnya."
"Tegar, suda tidak apa-apa kok cuman tadi malam badanya panas tapi sekarang suda turun muda-mudahan suda tidak panas lagi."
"Kalau ada apa-apa sama Tegar langsung kabarin yah Put?"
"Iya pasti, terimakasih ya Dinda, suda ya daaah," ucap Putri dan langsung mematikan telfonya.
tidak lama kemudian Tegar pun menelfon Putri, hp Putri berdering dan mengangkatnya "Haloy."
"Put, aku mau minta tolong bisa nggak"
Putri mengingat kejadian tadi dia masi malu mau ke kamar Tegar. "Nanti satpam kesitu, kalau kamu perlu sesuatu."
__ADS_1
"Put, aku minta tolong sekarang ke kamar ku."
Putri pun mematikan telfonnya dan ke kamar Tegar, takut Tegar kenapa-kenapa. tidak lama kemudian Putri pun masuk ke kamar Tegar, dan melihat Tegar tidak apa apa.
"Kamu mau minta tolong apa, aku kira kamu kenapa-kenapa."
"Aku mau minta tolong bantuin aku bagun dan anterin ke kamar mandi."
Putri pun kaget mendengar perkataan Tegar. "Aku kira kamu kenapa kenapa, cuman mau di bantuin kekamar mandi saja."
"Cepetan aku suda tidak tahan mau ke kamar mandi, Putri pun membantu Tegar ke kamar mandi dan dia menunggu di luar kamar mandi. tidak lama kemudian Tegar pun keluar dari kamar mandi. "Kamu hawatir bangetya sama aku?"
"Apaan si, nggaklah."
"Gengsi banget sih bilang iya."
"Ayo aku bantu ke kempat tidur," ucap Putri dan Tegar pun di pegang sama Putri dan di tuntun kembali ke tempat tidur dan Tegar pun mengucapkan terimakasih.
"lya sama-sama, langsung istirahat saja," ucap Putri dan langsung memutar balik badanya dan mulai berjalan. tiba-tiba Tegar berteriak. "Putri, aku mau tau tentang perasaanmu kepadaku sampai hari ini kamu belum mengatakan tentang perasaanmu kepadaku, aku tidak tau bagemana perasanmu kepadaku sekarang."
"Maaf Tegar aku belum bisa bicara apa-apa sekarang, kamu lagi sakit harus banyak istirahat, suda istirahat saja," ucap Putri dan langsung meninggalkan Tegar.
tidak lama kemudian Dinda dan Doni datang mejenguk Tegar bel berbunyi dan Putri pun membukakan berjalan membuka pintu. "Eeeeh Dinda, Doni masuk yuk."
"Bagaimana keadaan Tegar?" tanya Doni penasaran.
"Suda tidak apa-apa kok dia lagi istirahat dikamar tamu, ayo aku antar kemarnya."
Doni dan Dinda pun menemui Tegar di kamar tamu dan bertanya."Bagaimana keadaan mu Tegar?" tanya Doni.
"Seperti yang kamu lihat aku tidak bisa bangun dari tempat tidur tidak bisa berjalan kepalah ku sakit semua badanku juga sakit semua."
"Cepat sembuh ya Tegar," ucap Doni.
"Iya terimskasih aku mau istirahat dulu, kalian pulang saja."
Mendengar perkataan Tegar seperti itu Doni dan Dinda pun keluar dari kamar Tegar. "Aku pamit ya sepertinya Tegar tidak mau di jenguk siapapun."
"Maaf yah Doni, Dinda?"
__ADS_1
"lya tidak apa-apa kok, kami pamit yah."
Putri pun melihat kekecewaan Doni dan Dinda saat menjenguk Tegar, Putri pun kesal dan masuk ke kamar Tegar. "Eeeh Tegar kok kamu begitu sihdijenguk sahabat sendiri."
"Aku kenapa, aku cuman bilang mau istirahat saja."
"Tapi tidak dengan seperti itu juga jawapnya itu namanya mengusir secara perlahan-lahan."
"Memang kenyataanya kaya gitu kok."
"Dasar cowo egois, Putri pun berbalik badan dan keluar dari kamar Tegar.
tidak lama kemudian tiba- hp Putri berdering Tegar menelfon dan Putri pun mengangkatnya. "Put aku." tiba-tiba terputus Putri pun berlari melihat Tegar dan Tegar pun suda terjatu dari tempat tidur dan pura-pura kesakitan "Aduahhhhh."
seketika Putri paniknya minta ampun. "Aduuhh bagaimana ini aku harus bawa kamu kerumah sakit sekarang."
"Ahhhh sakit-sakit, tidak usah kerumah sakit bantu aku saja naik ke tempat tidur," ucap Tegar dan Putri pun membantu Tegar naik ke tempat tidur dan Tegar pun masi pura-pura teriak kesakitan Putri pun panik dan bingun. "Bagaimana ini aku harus bagaimana."
"Aku ambil obat saja dulu," seruh Putri dan langsung mengambil obat, Tegar pun tersenyum mani melihat Putri panik. "Kamu sayang sama aku Put, tapi tidak mau mengakuinya," seruh Tegar dalam hati.
saat Putri kembali Tegar pun masi pura-pura kesakitan lagi, sontak saja Tegar mengatakan, "Kamu sayang banget sama aku, tapi tidak mau mengakuinyakan," ucap Tegar spontan.
"Maksudmu kamu apa Tegar?" tanya Putri kaget dengan ucapan Tegar.
"Aku sekarang tau tentang perasaanmu walau kamu tidak mengatakannya."
Putri pun bangun dari tempat duduk dan mau memutar balik badanya namun Tegar menahannya dengan sangat kuat. "Aku ingin kamu mengatakan perasaanmu sekarang juga, aku mau mendengarnya."
"Jadi kamu pura-pura sakit supaya aku kesini gitu maksud kamu, kamu tidak pikir gimana kehawatiran aku saat aki tau kamu kenapa-kenapa kamu nggak pikir itu kan," ucap Putri sambil menangis.
Tegar langsung memeluk Putri yang sedang menagis. "Aku sekarang tau perasaan kamu ke aku sesungguhnya bahwa kamu sangat sayang kepadaku."
"Masa kamu nggak nyadar si kalau aku juga suka sama kamu."
"Bagaimana mau nyadar di saat aku mencoba menyakinkan kamu suka kepadaku, kamu selalu saja mencari alasan, dan tidak mau mengakuinya, sekarang kita suda tau perasaan kita masing-masing, apapun masalahnya yang kita hadapi nanti kita akan selalu berjuang bersama-sama," ucap Tegar.
"lya," ucap Putri Sambil menganggukan kepalanya.
"Sekarang kita suda jadian kamu mau kan jadi pacar aku?"
__ADS_1
"lya aku mau," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar pipinya pun memerah.