
Putri pun mendekat, "apaan sih kok ngomong sendiri" dan melihat Dinda mengungga foto nya namun Putri pun terkena foto bersama End Woo, "Kok ada aku sama End Woo sih" ucap Putri kaget melihat fotonya bersama End Woo.
"Nga ap-apakan cuman berdiri doang di belakang nga ngapa-ngapain, biarin aaahh fotoku bagus bagus semua, aku nga mau hapus"
"Yah suda terserah kamu sajalah, eh kamu mau pulang nga yang aplos suda datang tuh, masi mau kerja, suda jam pulang nih"
"Ooohhh iya kok aku nga nyadar yah, yuk pulang yuk" mereka berdua pun pamit kepada Dokter yang aplos mereka, dan menuju parkiran mobil Putri pun naik ke mobilnya dan pergi meningalkan rumah sakit.
disisi lagi Tegar pun menuju parkiran motor dan membunyikannya dan pergi meningalkan rumah sakit menuju rumahnya.
sekitara 40 menit sampailah di rumahnya dia langsung masuk kedalam rumah dia langsung menuju kamarnya mandi dan ganti baju, kemudian dia pun turun ke bawah lantai dasar menuju meja makan.
"Mba banyak banget makananya ???" tanya Tegar.
"Kata ibu, ada tamu yang datang jadi bikin makanan banyak" jawab Mbanya.
"Mama mana Mba ???"
"Masi di kamar den"
saat Tegar mau menuju kamarnya tiba tiba ada bel berbunyi, Tegar pun pergi membukakan pintu dan yang datang adalah Tania dan keluarganya, Tegar pun mempersilakan mereka masuk.
Mba tolong bilang sama mama, keluarga Tante Marissa suda datang"
Tegar pun pergi ke kamar nya dan mengambil hpnya.
mama Sofia pun datang menghampiri keluarga Marisa
"Maaf baru datang sibuk temani Tania urus berkas berkasnya"
"lya tidak apa-apa mari silakan duduk"
__ADS_1
Tegar pun keluar kamar dan menghampiri keluarga Tania, "Haloy Om, Tante"
"Tegar yah sekarang suda Dewasa Tamba ganteng lagi" ucap Anwar.
"Biasa aja om" jawab Tegar santai.
"Ayo kita ke meja makan saja, mari silakan" ucap Armabdjaya mempersilakan keluarga Anwar
"Saya mau bicara sama Tania dulu yah pa"
Tegar pun memang Tania, dan Tania pun ikut berjalan bersama Tegar mereka ke taman bersama, "Gimana urusanmu di Jakarta ???" tanya Tegar.
"Suda mau selesain sih, oooh iya aku nga nyangka teryata kita di jodohkan dan aku sangat senang"
"Mmmhhhh, sebenar nya ada yang mau saya sampaikan ke kamu"
"Apa, katakan saja nga apa-apa"
"Maaf Tania aku suda mencintai orang lain, aku tidak bisa hidup tanpa nya, aku menerima perjodohan ini karna mamaku yang meminta untuk di jodohkan, aku tau kesehatan mamaku sekarang tidak baik jika aku menolak nya pasti akan berpengaruh pada kesehatanya, aku harap kamu bisa mengerti degan keadaan aku.
aku begitu sangat senang dan teryata cuman karna mamamu sakit dan kamu menerimah perjodohan ini, aku kira tulus dari hati mu menerimah perjodohan ini, lebi baik kamu jelaskan saja ke mamamu bahwa kamu tidak mau di jodohkan denganku.
"Maafkan aku Tania aku sama sekali tidak bermasut untuk menyakiti hatimu, aku suda menjelaskan ke mamaku masalah perjodohan ini, aku suda beberapa kali menolaknya tapi mamaku malah sakit dan ahirya aku menerimah perjodohan ini,
aku mau minta tolong kepada mu berpura-pura menerimah perjodohan ini sampai mamaku bener-bener sehat dan aku akan berbicara kepada mamaku untuk membatalkan perjodohan ini"
"Maaf Tegar aku tidak mau menyakiti keluargaku dan juga keluargamu"
"Plisssssss Tania aku mohon terimah perjodohan ini degan pura-pura.
"Oke aku terimah perjodohan ini degan pura-pura.
__ADS_1
Tegar pun mengucapkan terimakasih kepada Tania.
dalam hati Tania begitu kecewa karena sebenranya, "Aku bener-benar mencintai kamu Tegar, dari dulu sampai sekarang aku tidak bisa melupakan kamu.
Tegar pun memangil Tania masuk kedalam dan menuju meja makan.
"Mari makan nak, ucap Sofia memangil Tegsr dan Tania, Tegar pun duduk dan makan, merekaberdua pun duduk berhadapan setelah mereka makan Tegar pun mengatakan, "Aku sama Tania suda menerimah perjodohan kita"
seketika mama Sofia begitu sangat senang.
"Selamat ya nak, dan berpelukan degan Tante Marissa
Om Anwar pun bersalaman dengan papa Armadjaya, dalam hati Armadjaya, "papa tau nak, kamu tidak tulus menerima perjodohan ini, tapi papa janji ke kamu papa akan bantu kamu untuk berbicara dengan mamamu"
mama Sofia begitu bahagia degan perjodohan Tegar, begitu juga degan Tante Marissa, Nanti tingal kita tentukan tanggal pertunangannya, nanti kita cari sama-sama cincin pertunangannya"
"lya Sofia nanti kita ketemu lagi untuk menentukan gagal pernikahannya"
"lya-iya Marissa"
Tegar pun kembali berdiri dan menuju halaman rumah papa Armadjaya pun melihat Tegar begitu kebingungan namun dia tetap berusaha seperti tidak terjadi apa-apa.
Mama Sofia pun menyuruh Tania mengejar Tegar dan Tania pun pergi mengejar Tegar, "Haiy Tegar Tante Sofia menyuruhku menemani kamu"
"lya tidak apa-apa duduk saja disini," Tania pun duduk di samping Tegar, "Kamu tau nga, aku ketemu dia pertama kali di kampus, aku menabraknya dan dia tidak begitu menghiraukan aku, dan teryata sahabatku lah yang mendekatkan aku denganya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama,
sampai sekarang aku tidak bisa berpaling denganya, aku sangat mencintainya namun karena perjodohan ini membuat ku merasa kebingungan aku tidak bisa mempertahankan cintaku kepadanya namun sampai kapan pun cintaku hanya untuknya."
mendengar perkataan Tegar seperti itu hati Tania pun tersa sakit, dan ingin menagis namun ia menahannya, "yang sabar yah," ucap Tania menyemangati Tegar, sebenraya Tania baik dan setia, hanya saja Tegar mencintai Putri.
"Ayo masuk kedalam rumah nanti kita di cari mereka berdua pun berjalan bersama masuk kedalam rumah, Tegar melihat mamanya begitu bahagiah dan memangil Tania, " Sini sayang Tante Sofia suda Telfon teman Tante pemilik tokoh emas untuk urus cincin kalian"
__ADS_1
hati Tegar begitu sangat sakit, rasayan ingin berteriak mengatakan bahwa dia mau membatalkan perjodohan ini namun melihat mamanya begitu bersemangat dia pun hanya ikut, ikut saja.
Tania pun begitu senang degan perkataan Tante Sofia dan bertanya-tanya dalam hatinya "Andaikan ini beneran andaikan Tegar bener-benar mencintai ku degan tulus pasti aku sangat bahagia, tapi sayang semua ini hanya pura-pura.