Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Rencana Perjodohan Tegar dan Tania


__ADS_3

lya bener ya ohh iya Tegar kamu kasi nomor kamu sama Tania supaya bisa saling menghubungi." ucap Sofia menyuruh Tegar memberi nomornya.


Tegar pun memberikanya dan Tania pun menyimpan nomor Tegar di hpnya, Tante Marisa pun pamit dan masuk kedalam mobil dan pergi meningalkan rumah Tegar.


"Aku ke kamar dulu mau mandi," ucap Tegar dan pergi meningalkan mamanya di halaman rumah, Tegar pun sampai dalam kamar dan langsung pergi mandi


Mama Sofia pun masuk kedalam rumah dan duduk di ruan tv menunggu Papa Armadyaja pulang sambil nonton tv, "biasa jam segini papa suda pulang," seruh Sofia dalam hati.


tiba tiba ada suara Papa Armadjaya yang datang memberi salam dan Mama Sofia pun menjawap dan memangil Armadjaya Dudu di sebelahnya.


"Papa cape ma, mau mandi dulu, papa juga lapar nanti kita bicaranya," ucap Armandjaya.


"lni penting pa," ucap Sofia, meyakingkan Armadjaya.


"Penting apa si ma," jawab Armadjaya degan nada renda.


"Makanya duduk di sini mama ceritain, "Gini pa tadi Marisa datang sama anaknya Tania, mama sama Marisa sepakat untuk menjodokan Tegar sama Tania."


"Tunggu dulu ma, Marisa yang mana ini ???" tanya Armadjaya sedikit kebingungan"


"Tetangga kita yang di Bandung pa, masa lupa" jawab Sofia."


"Oohhh itu iya-iya papa ingat terus mau di jodohin sama anaknya yang cewe Satu kelas sama Tegar dulu waktu SMP itu ???" tanya Armandjaya balik."


"lya bener pa, itu dia anaknya, cantik banget sekarang pa, baru dia itu sekarang suda jadi ibu lurah di desa kita."


"Masa sih,, waktu kita di Bandung dulu papa nga perna lihat."


"Dulu itu kan dia masi sibuk kulia sekarang kan suda lulus."


"Kalau papa sih Terserah mama saja mana baiknya."


"Tadi mama lihat Tegar dan Tania begitu akrab banget, kayanya nga masalah de kalau mama jodohin sama Tania."


"Tapi ma, Tegar mau nga di jodohin, apa lagi dia itu kan cinta sama anaknya Dewangga itu."


"Emang Papa mau Punya menantu penipu ??? mama nga mau pokonya mama nga akan merestui hubungan mereka sampai kapanpun," ucap mama Sofia merasa kesal kepada Armadjaya.


"Terserah Mama sajalah."

__ADS_1


"Jadi Papa setuju kan ???" tanya Sofia.


"Mmhhh,,,, iya, jawab Armadjaya sedikit mengerutu.


Mama Sofia pun kelihatan sangat senang dan bersemengat, "Aku mau telfon Marisa dulu mau kabarin berita ini"


"Terserah mama saja lah" jawab Armandjaya pasra.


Mama Sofia pun langsung mengambil hp nya dan langsung menelfon Marisa hp Marisa pun berdering dan mengangkatnya, "Haloy sofia ada apa ???" tanya Marissa.


"Gini Marissa aku mau bicara soal perjodohan anak kita."


Ooohh iya tadi saya suda telfon suami saya dia setuju-setuju saja apalagi suami saya tau kalau Tegar itu anak yang baik dia kan suda kenal dari kecil."


"Aduuuh sama suami saya juga setuju menjodohkan Tegar sama Tania, gimana kapan rencananya yang bagus yah ???"


"Terserah Sofia saja kapan baiknya saya ikut kata Sofia saja."


"Kalau gitu nanti aku kabari lagi, kapan ketemunya, terimakasih kalau gitu, suda dulu yah" dan mama Sofia pun langsung mematikan hpnya, dan mengatakan, "Pa, Marisa suda setuju sama perjodohan ini semoga berjalan lancar ya pa."


"lya ma, amin, papa mau pergi mandi dulu habis itu papa mau makan papa suda lapar sekali.


dia pun mengatakan, maafkan aku ya tanamanku maaf aku tidak sempat mengurusmu karna pemilikmu lagi galau beberapa hari jadi tanamanya juga iku galau deh."


Putri pun menyirami semua tanaman di teras kamar tiba tiba hp Putri berdering yang menelfon adalah Tegar Putri pun buru buru mengambil hpnya dan mengangkatnya "Haloy Tegar"


"Sayang kamu lagi apa ???" tanya Tegar.


"Lagi siram bunga pada layu semua"


"Kok layu semua kenapa ???" tanya Tegar balik.


"Karna pemiliknya beberapa hari galau makanya tanamnya juga galau de, hehehehe"


"Kasihan deh"


"Apanya yang kasihan ???"


"Bunganya"

__ADS_1


"Loh kok bunganya si, aku nga dikasihani, gitu yah suda de, aku matiin aja hpnya


"Eeehhhhh cuman beranda tau, langsung ngambek"


"liihhh dasar Bolot"


"Kok Bolot sih, sayang dong"


"Iya sayang,,,"


Tegar gitu dong sayang, tiba-tiba mba memangil, "den di pangil ibu kebawah," Tegar pun menjawap, "lya mba nanti saya turun mba"


"Sayang nanti lagi telfonya yah mama ku memangil tu dahhhh sayang," dan langsung mematikan hp nya.


Tegar pun turun ke bawah dan langsung ke ruang tv dan mengatakan, "mba mama mana ???"


"Lagi di kamar den, Tegar pun duduk di kursi dan menghidupkan tv dan nonton tv tiba-tiba mama dan papa pun datang


Tegar pun langsung mengatakan ada apa ma ???"


"Ada yang Mama, Papa mau bilang sama kamu"


"Apa ma, pa ???"


"Mama, papa suda memikirkan ini sebelumnya gini nak mama, papa sayang sama kamu nak, jadi papa sama mama memutuskan menjodohkan kamu dengan Tania, Mama, papa suda bicara degan keluarga Tania dan mereka menyetujui perjodohan kalian."


"Maksudnya apa Ma, pa kok


mama papa menjodohkan Tegar tampa memberitahukan Tegar setuju atau tidak, dan Papa Mama tau kan kalau aku hanya mencinta Putri dan tidak ada yang lain maaf Ma, Pa Tegar tidak mau di jodohkan."


"Mama tidak mau kamu ada hubungan dengan perempuan itu mama tidak akan perna merestui hubungan kalian."


"Ma, cinta itu tidak bisa di paksakan ma, Tegar yang menjalani kedepannya ma.


Pokonya mama nga mau dengar apa-apa pokonya kamu harus menerima perjodohan ini klau tidak aahhhhhhh,,,


tiba tiba Mama Sofia langsung pingsan Papa Armadjaya pun langsung kaget dan Tegar pun ketakutan melihat mamanya pingsa, Tegar dan Papa Armadjaya pun langsung mengangkat ke mobil dan membawa kerumah sakit.


setibanya di rumah sakit Tegar pun langsung membawa keruangan dan langsung mendaftar ke Perawat Tegar pun langsung mengatakan ke Dokter Rina mama saya tiba-tiba pingsan,

__ADS_1


Dokter Rina pun langsung memeriksa tekanan darah nya ternyata darah tinggi 160/100 yang membuat mama Sofia darah tinggi Tiba-tiba karna dia emosi dan tidak dapat mengendalikan emosinya dan langsung pingsan, tidak lama kemudian Mama Sofia pun suda sadar.


__ADS_2