
Putri hanya bisa tersenyum, End Woo pun pamit kepada Si Mbo, "Aku permisi yah Mbo," ucap End Woo, dan dia pun pergi menuju parkiran mobil dan meninggalkan rumah Putri,
dalam hati End Woo begitu bahagia karna dia bisa lebi dekat dengan Putri, tapi dia pun merasa kasihan melihat Putri begitu terluka degan pacarnya, sekitaran 45 menit dia pun sampai di rumahnya dan langsung memangil manggil Kimberly.
Kimberly pun datang, "Ada-apa kakak, ???" tanya Kimberly.
"Ade tau nga foto yang Ade kasi ke Dokter Putri dia begitu sangat bahagia menerimanya"
"Yang bener kakak, aku senang banget mendengarnya kakak, oh iya kakak sebenarnya Kimberly suka kalau kakak sama Dokter Putri itu jadian, karna Dokter Putri orangya baik, pokonya Kimberly mendukung kakak dengan Dokter Putri sampai jadian.
"Anak kecil ngomongnya suda cinta-cintaan kamu fokus sekolah saja dulu" dan langsung mencubit pipi Kimberly,
dan End Woo pun mengatakan "kakak kekamar dulu"
End Woo pun berjalan menuju kamarnya dalam hatinya berkata, "Memang kakak ini suda memiliki rasa kepadanya.
disisi lain Putri pun bersiap-siap pergi ke rumah sakit, dan dia pun keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Non kan masi sakit, kenapa non mau masuk kerja ???"
"Aku harus kerja bi, lagian aku suda mendingan kok bi, dada Bibi," dan dia pun menuju parkiran mobil dan meningalkan rumahnya menuju rumah sakit.
Dinda pun datang dan langsung menemui Putri diruagannya, "Put, kamu baik-baik saja kan ???" tanya Dinda penasaran.
"Aku hampir mati karena tidak bisa bernafas namun ada seseorang yang memberiku oksigen hinga aku bisa bernafar degan lega" jawab Putri tegas.
"Siapa orang itu yang pastinya orang itu suda menolong mu dari masalah mu" ucap Dinda yang merasa kaget degan perkataan Putri.
__ADS_1
"Makan yuk, tadi aku cuman makan pagi dan sekarang aku lapar banget"
"Bentar lagi Put, kita pulang, kita makan malam dirumah saja
"Biasa kalau suda malam banget aku suda nga ngerasa lapar, pulang kerja langsung tidur karna cape, yah suda kalau gitu aku makan sendiri saja di kantin,"
Putri pun berjalan menuju kantin sendiri sesampai di kantin dia pun langsung memesan makanan sekitaran 15 menit makanan pun datang dan dia pun langsung memakanya,
setelah dia merasa kenyang dia pun pembayarnya dan pergi meningalkan kantin menuju ruangannya,
tiba tiba Tegar melihat Putri lewat dari ruangan sebelah dan kebetulan dia bertemu dengan Dokter Rina membicarakan masalah penyakit pasien yang di pindahkan ke ruangan Dokter Rina,
dia pun langsung mengatakan ke Dokter Rina "Maaf saya tingal sebentar ada urusan tidak lama," Dokter Rina adalah Dokter senior yang suda menikah,
Tegar pun mengejar Putri, "Tunggu Put, aku mau bicara penting sama kamu Penting"
Putri pun menarik taganya dan Tegar pun melepaskannya, Putri pun mencoba untuk turun kebawa namun Tegar pun menghentikanya dan mengatakan, "kenapa kamu seperti ini ???" tanya Tegar.
"Aku tidak mau ketemu degan mu lagi, aku tidak mau melihat mukamu lagi tolong jangan ganggu aku lagi stop sampai disini saja" ucap Putri kesal.
"Segitunya kamu membenci ku, apa kamu pikir aku suda melupakanmu, apa kamu kira aku suda tidak mencintai mu lagi, kamu degar kata-kataku sampai kapan pun orang yang aku cintai hanya kamu, aku di jodohkan dengan anak sahabat mamaku, dia juga sahabat ku waktu SMP, aku suda berapa kali menolak perjodohan ini tapi mama ku selalu sakit dan masuk rumah sakit bahkan dia tidak mau makan sama sekali aku harus apa,
aku tidak Tega melihat mama ku begitu dan ahirya aku mengorbankan cinta ku menerima perjodohan ini, aku harap kamu bisa memahami ku, bantu aku supaya aku bisa menghadapai semua ini bukan malah menjahui ku seperti ini aku semakin sakit jika kamu seperti ini."
Putri pun tersenyum dan megatakan, "Jalan yang suda kamu ambil itu suda benar, aku harap kamu bisa bahagia degan pilihan orang tuamu, ini adalah jalan yang terbaik untuk kita karna orang tua kita tidak perna merestui hubungan kita, jadi marilah kita akhiri sampai di sini saja"
Putri pun berjalan menuju tangga dia ingin menurungi tangga,Tegar pun berkata, "Papa ku suda merestui hubungan kita, karna dia tau wanita yang aku cintai hanya kamu"
__ADS_1
Putri pun berhenti sejenak disat dia mendengar bahwah papa, Tegar suda merestui hubungan mereka, namun Putri pun memutar balik badanya dan mengatakan, semoga pertunangan kamu lancar dan aku selalu mendoakan kamu bahagia bersamanya," dia pun pergi meningalkan Tegar dan menurungi anak tangga dan langsung berlari menuju ruangannya.
"Lama banget di kantin ngapain saja, sampai-sampai suda waktunya mau pulang, baru balik"
"lya maaf habis makan tadi perut ku mules makanya aku langsung kekamar mandi"
"Ayo pulang yuk suda cape banget nih da bau badan pingin langsung mandi"
"Aku ambil tas dulu," setelah mengambil tasnya mereka pun berjalan bersama menuju parkiran mobil.
"Aku tunggu Doni disini soalya aku nga bawah kendaraan katanya dia suda menuju kesini"
Putri pun langsung mengatakan, "Kalau begitu aku duluan yah dia pun langsung naik mobil dan menjalankannya dan pergi meningalkan Dinda, dalam hatinya dia tau pasti ada Tegar, "Aku malas bertemu dengan Tegar semakin aku melihat wajahnya hati ku semakin sakit" seruh Putri dalam hati.
sekitaran 40 menit sampailah Putri di rumahnya dan dia pun langsung menuju kamarnya, mandi dan dia pun turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada pesan masuk dia pun langsung membukanya teryata dari End Woo
haiy, kamu lagi apa, aku mau ajak kamu jalan-jalan dari pada kamu memikirkan masalahmu mendingan kamu ikut aku lihat pemandangan di malam hari.
Putri pun membalasnya
iya suda deh kalau gitu, aku ikut saja.
Putri pun bersiap siap ganti baju dan menunggu End Woo datang dan duduk di teras rumah
Bibi pun datang menghampiri Putri, "Mau jalan sama siapa non, sama den Tegar atau sama den Kim End Woo ???"
"Kok Bibi bisa tau nama lengkap nya End Woo ???" tanya Putri balik.
__ADS_1
"Kemarin malam waktu non sakit dia perkenalkan namanya dan dia mau pulang tapi dia bertanya sama Bibi soal orang tuanya si non jadi Bibi bilang yang sebenarnya, dan sepertinya dia perihatin sama non takut non kenapa-kenapa"