
"Maaf sayang ini adalah keputusan ku dan suda tidak bisa aku uba-uba lagi"
"Terserah kamu saja si mana baiknya buat kamu"
"lya sayang, yang penting kamu mendukung ku aku pasti bisa menghadapi ini semua asalkan kamu selalu bersama ku," ucap Tegar sambil mengelus-elus kepalah Putri dan Putri Pun tersenyum melihat Tegar.
karna kelelahan di jalan Putri pun tertidur dan Tegar pun fokus membawah mobil karena perjalanan agak lumayan jauh sekitaran 3 jam perjalanan, tidak lama kemudian sampailah di rumah Putri, Tegar pun membangunkan Putri,
"Bagun sayang kita suda sampai di rumah mu" ucap Tegar sambil mengoyang-goyangkan tubu Putri.
Putri pun membuka matanya, "Kita suda sampai yah"
"Iya sayang suda sampai"
"Aku turun dulu yah, kamu mau masuk nga ???"
"Nga sayang, aku mau langsung temui Doni di apertemenya"
"lya suda kalau gitu, daaahhh sayang"
Putri pun turun dari mobil Tegar dan membuka pagar, Tegar pun pergi meningalkan rumah Putri menuju Apartemen Doni, sesampainya di Apertemen Doni Tegar pun langsung masuk kedalam Apertemen Doni, disana suda ada Doni yang menunggu dan langsung memeluk Tegar.
"Selamat datang sahabat ku di Apertemen ku, Aku rindu sama kamu beberapa hari ini kita tidak ketemu aku merasa sangat rindu degan mu"
"Apaan sih baru 3 hari nga ketemu ngomonya suda sangat berlebihan"
"Heheheh, selama ini kan kita tidak perna berpisah jauh apa lagi tidak ketemu selama 3 hari, ngomong-ngomong selama 3 hari ini kamu bersama Putri ngapain saja, cerita dong penasaran nih," ucap Doni mengoda Tegar.
"Kita nga ngapa-ngapain Doni"
__ADS_1
"Masa selama 3 hari ini kamu tidak ada peningkatan gitu, ciuman ke, jalan gitu, apa ke"
"Pikiran kamu Jagan ngeres Doni, kamu kan suda cukup kenal aku selama ini aku orangnya seperti apa"
"Iya juga sih, biar banyak cewe yang mendekati kamu dan merayu kamu tetap aja kamu nga tergoda, imam mu kuat sih"
"Itu kamu tau, aku nga akan kepikiran kesana sebelum kita nikah dan orang tua ku merestui hubungan ku degan Putri, jadi nga usa pikiran yang aneh-aneh buat apa kita rajin ibadah kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita, karna kita rajin ibadah makanya kita bisa melawan hawa napsu kita, kalau kita tidak bisa menahannya yah puasa kalau masi tidak bisa menahannya lagi yah nikah"
"Mmmmmhhh, iya-iya de pak ustad , aku baru mau tanya kelanjutannya gimana suda di ceramaian lebi dulu, iya- iya aku tau kamu orangnya serti apa biar dikurung sama cewe sekalian pun kamu pasti tidak akan tergoda, aku suda tau itu aku cuman bercandain kamu tadi hehehe maaf-maaf yah, aku aja sama Dinda nga kepikiran begitu apa lagi kamu yah," ucap Doni sambil mengangkat kedua taganya
"Iya nga apa-apa, lain kali jangan tanyakan yang aneh-aneh, sekarang kamu bantuin aku mikir gimana caranya supaya mama ku bisa merestui hubungan ku degan Putri itu yang terpenting sekarang, apa lagi pertunagan ku baru batal degan Tania mama ku pasti sangat marah sekarang, makanya aku tidak bisa pulang kerumah"
"lya sih, Tante Sofia orangya keras, gigi dan sulit untuk merubah keputusan, aku belum ada jalan antara hubungan kalian, jadi aku belum bisa kasi saran, untuk sementara waktu kamu tingal di sini saja dulu, malam ini aku akan temani kamu disini"
"lya suda kalau gitu, aku mau tidur dulu aku cape perjalan panjang, aku tidur dulu dan Tegar pun langsung membaringkan badanya di kasur.
disisi lain orang tua Putri pun suda datang dan langsung mencari Putri namun Putri suda tidur, mama Jamilah pun bertanya, "Bi Putri di mana ???"
"Gitu yah bi, yah suda kalau gitu biarkan saja Putri istirahat, oh iya bi besok nga usa masak banyak karena saya sama keluarga mau makan di luar"
"lya bu, kalau gitu saya permisi dulu bu"
"Iya suda sana" mama Sofia dan papa Dewangga pun langsung menuju kamar istirahat karena suda merasa sangat kelelahan.
ke esok harinya Putri pun suda bangun dan langsung menuju meja makan, "Bi kok nga masak sih, kan ada mama, papa tumben Bibi nga masak biasanya kalau mama, papa pulang selalu masak banyak ini kok cuman masak dikit"
"Maaf non, ibu bilang nga usa masak banyak soalya nanti siang mau makan di luar"
"Gitu yah bi, tumben mama mau makan di luar biasanya selalu makan di rumah"
__ADS_1
"Bibi nga tau non" dan bibi pun pergi meningalkan Putri tidak lama kemudian mama Jamilah pun datang dan langsung menghampiri Putri.
"Sayang nanti singa kita makan di luar ya ???"
"Mang ada acara apa ma, tumben makan di luar"
"Sekali-kali sayang kita makan di luar juga, mama kepingin makan kepeting asam manis"
"Gitu ya ma" Tidak terasa waktu begitu terus berjalan dan suda waktunya makan siang, mama Jamilah pun memangil Putri, "Sayang suda belum, kalau suda ayo pergi, mama, papa sama Tara tunggu di mobil ya"
Putri pun berteriak, "Iya ma suda, ini suda mau turun" Putri pun menurungi anak tangga meneluju mobil dan masuk kedalam mobil, papa Dewangga pun menjalankan mobil menuju Restoran tidak lama kemudian sekitaran 40 menit sampailah di Restoran tujuan mereka, dan langsung saja masuk kedalam Restoran dan langsung cari tempat duduk tidak lama kemudian pelayan pun datang dan mama Sofia pun bertanya
"Papa mau makan apa ???"
"Terserah mama saja, mau pesan apa," ucap Dewangga"
"Putri kamu mau pesan apa nak ???"
"Terserah mama, Putri ikut aja" ucap Putri santai.
"Tara pesan eskrim ya ma," ucap Tara.
Setelah selesai memesan makanan tiba-tiba Tara mengatakan "Ma Tara mau ke kamar mandi mau buang air kecil Putri Pun langsung berdiri, "Biar kakak temani ke kamar mandi"
Putri pun berdiri dan langsung membawah Tara ke kamar mandi, sesampainya di kamar mandi Tara Pun langsung masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Putri menunggu di luar tidak lama kemudian Tara pun keluar dan menghampiri Putri.
"Tara suda buang air kecil ???"
"Suda kakak, Tara suda buang air"
__ADS_1
Putri dan Tara pun berjalan menuju mama, papanya namun Putri melihat dari arah kejahuan ada seseorang yang duduk di sebelah papanya, Putri tidak bisa melihat orang itu karena membelakangi, namun Putri bisa menebak-nebak, "Orang ini kaya aku kenal tapi siapa yah, tapi kok kelihatan sangat angrap sama mama, papa"