Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Siapkan Baju Kebaya


__ADS_3

"lya suda kita pulang" ucap Tegar, mereka pun berdiri dari kursi Putri pun pergi menuju mobilnya sedangkan Tegar pergi menuju motornya sesampainya di kendaraan masing mereka pun membunyikan mesinya dan pergi dari taman menuju rumahnya masing-masing.


sekitaran 40 menit sampailah di rumah Putri Putri pun langsung membuka pintu rumah dan masuk ke dalam mencari mamanya, Putri pun melihat mamanya sedang duduk di kursi sambil nonton tv, Putri pun langsung menghampiri mamanya yang sedang duduk di kursi dan langsung memberikan undangan wisuda.


"Ma ini ada undangan dari kampus undangan wisuda."


mama pun mengambilnya dan membacanya "Akhirnya anak mama wisuda juga mama senang sekali melihat anak mama sukses semua" mama pun langsung memeluk Putri dan mengucapkan, "Selamat yah nak semoga kamu sukses selalu nak" sambil mencium anaknya.


"lya ma, terimakasih karna selama ini mama suda mendukung Putri membiayai Putri sampai lulus, terimakasih juga karna mama selalu sabar menghadapi anak kaya Putri, maafin Putri karna selalu buat mama sering marah dan maafin Putri suda membuat mama,papa selalu hawatir memikirkan Putri."


"lya sayang, namanya orang tua itu hanya ingin melihat anaknya sukses kedepanya, degan kamu suda lulus kulia itu suda membuat mama, papa sangat bangga sama kamu nak."


tidak lama kemudian mama pun menelfon papa dan mengatakan kalau ada undangan wisuda, dari Putri, mendegar perkataan mama, papa pun sangat bahagia dan mengatakan, "Ahirya anak papa Wisuda juga dan mendapat gelar dokter, papa sangat bangga sama anak- anak mereka semua mengikuti jejak papa," ucap Dewangga.


papa dan mama pun masi asyik mengobrol di telfon, Putri pun berjalan ke belakang rumahnya dan langsung ke kolam ikan memberi makanan ikan, dia pun berfikir sejenak, "Bagaiaman kalau nanti mama papa ketemu sama kuarga Tegar


mereka melarangku pacaran, tapi tidak mungkin lagian.


aku suda dewasa suda lulus kulia, tidak mungkin mereka melarangku, tapi bagaimana jika mereka melarang aku pacaran dulu dan menyuruhku kerja dulu, aku pusing memikirnya suda aaahhh pusing" tiba-tiba hp Putri berdering yang menelfon adalah Lisa, dan Putri pun mengangkatnya "Haloy Lisa apa ???"


"Kamu suda dapat baju kebaya buat wisuda nga ???"

__ADS_1


"Belum kalau kamu ???"


"Belum juga tapi hari ini aku sama keluarga ku mau pergi beli baju kebaya kalau kamu sendiri gimana ???"


"Mamaku kan punya butik jadi aku tanya mama ku dulu, aku nga bisa memutuskan sendiri, aku harus sampaikan ke mama ku dulu."


"Ooohhh iya yah, kok aku lupa kalau mama mu kan ada butik," ucap Dinda sambil menepuk jidat."


"Hehehehehe kamu mau datang ke butik mama ku ??? siyapa tau kita bisa satu konsep baju, hanya bedah warna gimana ???"


"Iya boleh nanti aku tanya mama ku dulu yah Put," ucap Lisa dan langsung mematikan hpnya, Putri pun menaru kembali hpnya di saku celananya dan memberikan makan ikan peliharaanya.


setelah memberi makan ikan peliharaanya Putri pun masuk kedalam rumah menuju kamarnya dan langsung saja dia membaringkan badannya di kasur dan berfikir, "Akhirnya wisuda juga sekian lama kulia penuh degan Lika liku ahirya terimah ijasah juga."


Putri pun langsun mencobanya di depan cermin untuk memastikan kecocokan di badanya dan ternyata pas di badanya, Putri pun kembali memperlihatkan kepada mamanya kalau bajunya pas banget di badanya.


begitu juga dengan Dinda dan Lisa suda siap baju kebayanya, hanya saja Tegar masi sibuk mengurus jas nya dan keluarganya karena memang Tegar memiliki niat yang mau mempertemukan keluarganya dengan keluarga Putri harus kelihatan rapih dia memesan baju yang aga lumayan bagus dan mahal, dan ada beberapa baju dan jas buat keluarganya.


membuat iya bolak balik di butik setiap hari untuk memastikan kalau baju dan jasnya suda selesai karna wisuda tingal 2 hari lagi jadi dia yang harus setiap hari ke butik memeriksanya


sedangkan mamanya hanya mempersiapkan untuk sukuran nanti atas keberhasilan anaknya

__ADS_1


dan tidak memikirkan baju yang akan di pakai nanti di acara wisuda anaknya.


karna suda memepet dengan waktu Tegar pun kembali ke butik dan mengatakan ke pada karyawan butik "Bisakah hari ini selesai ???" tanya Tegar.


karyawan butik pun mengatakan, "lya hari ini juga selesai karna tingal memasang kancing baju kebaya mamanya saja yang belum selesai di pasangkan karna kemarin suda malam dan dia pun kelelahan."


"Baik kalau begitu nanti sore saya datang lagi kesini mengambil baju saya, terimakasih sebelumnya karna suda membantu saya menjahit baju keluarga saya," ucap Tegar


karyawan butik pun mengatakan, "sama-sama mas" sebenarya butik tempat Tegar menjahit baju dan jasnya adalah milik mama Putri hanya saja Tegar tidak tau kalau butik itu milik keluarga Putri.


karna mama jamilah memiliki bebera cabang butik di Jakarta dan Bandung kalau papa Dewangga memiliki beberapa cabang klinik dan rumah sakit di Jakarta dan Bandung juga sehingga membuat mama dan papa Putri harus bolak balik Jakarta, Bandung


Tegar pun kembali kerumahnya dan sesampai di rumahnya dia melihat beberapa persiapan makanan di rumah membuat hatinya bertanya tanya dan langsung saja Tegar masuk kedalam rumah dan mencari mamanya setelah Tegar menemukan mamanya dan bertanya "Ma kok banyak sekali persediaan makanan di depan memangnya itu buat apa, apa ada acara ???"


"Mama mau buat sukuran atas wisuda kamu mama mau undang keluarga kita sama teman-teman arisan mama."


"Apa tidak berlebihan ma ???"


"Tidak sayang itu semua rasa syukur mama dan mama merasa sangat bangga sama kamu nak."


"lya suda terserah mama saja lah," ucap Tegar dan Tegar pun menuju kamarnya dan langsung saya melempar dirinya di tempat tidur sambil berkata, "Aku harus kelihatan rapih di depan keluarga Putri semoga keluarga Putri merestui hubungan kami nanti setelah keluarga ku dan keluarga Putri bertemu hubungan ku semakin erat di keluarga kita masing-masing dan kami tidak sembunyi-sembunyi lagi jika ingin bertemu"

__ADS_1


dan tidak terasa suda sore Tegar pun kembali ke butik untuk memastikan baju dan jasnya suda jadi semuanya, ia ingin tampil serapi dan sebagus mungkin di hadapan keluarga Putri nanti, saat keluarga Armadjaya bertemu dengan keluarga Dewangga, hati Tegar pun suda tak sabar ingin mempertemukan keluarganya degan keluarga Putri, dia berharap setelah keluarganya bertemu hubungan mereka bisa makin erat dan direstui dari keluarga masing-masing."


__ADS_2