
sekitaran 2 jam Tegar tidur dia pun terbangun dan langsung mencari hpnya dia pun meraba raba diatas nakas, Teguh pun terbangun karena melihat adiknya kebingungan. "kamu cari apa ???" tanya Teguh.
"Aku mencari hp ku, kakak lihat tidak ???" tanya Tegar balik.
Teguh pun bangun dan berdiri pergi mengambil hp Tegar di lemari tv dan memberikanya.
terimakasih ya kak," ucap Tegar dan Tegar pun langsung menelfon Putri hp Putri pun berdering dan langsung mengangkatnya. "Haloy," ucap Putri dengan suaran yang serak.
"Kamu menagis ya, suara kamu serak ???" Tanya Tegar merasa kasihan kepada Putri.
"Iya papa, mamaku melarang kita bertemu lagi, dan menyuruh ku untuk memutuskan hubungan kita, aku bingung harus bagaimana sekarang," ucap Putri sedih.
"Iya sama orang tua ku juga mengatakan yang sama tapi kamu jangan hawatir aku akan tetap perjuangkan hubungan kita biar keluarga kita tidak merestui, asal kamu mau berusaha bersama perjuakan cinta kita."
"Iya pasti aku akan perjuangkan cinta kita."
"Terimakasih sayang ku, pokonya jangan pernah menyerah sampai orang tua kita merestui hubungan kita," ucap Tegar saling menyemangati.
"Iya pasti, aku akan memperjuangkan cinta kita sampai orang tua kita merestui hubungan kita,
kamu jaga kesehatan ya disana."
"Iya, kamu juga harus jaga kesehatan, suda ya," ucap Tegar dan Tegar pun langsung mematikan hpnya. mendengar perkataan Tegar membuat Teguh kasihan sama adiknya.
"Kalau kamu benar-benar cinta sama pacar kamu perjuangkan, itu kata kata papa kan," ucap Teguh menyemangati Adiknya.
"Terimakasih kak suda mendukung hubungan aku sama Putri ???"
"Iya sama sama, kakak keluar dulu ya, Kakak ada keperluan di luar, nga lama kakak cepat pulang kok, kamu Jagan bikin aneh- aneh apa lagi melukai dirimu sendiri seperti tadi, Kakak tidak bisa memaafkan diri kakak sendiri kalau kamu sampai kenapa-kenapa, jagan melakukan lagi hal bodoh seperti tadi ya, tunggu kakak pulang tidak lama kok, setelah keperluan Kakak suda selesai kakak akan segerah kembali pulang kerumah."
__ADS_1
"Iya kakak, Tegar janji tidak akan melukai diri Tegar sediri, iya suda kakak pergi sana," ucap Tegar mencoba tersenyum dan menyuruh kakanya pergi.
Teguh pun sedikit tersenyum dan berdirih pergi membuka pintu keluar dari kamar Tegar pergi menuju tempat yang iya tujuan sedangkan Tegar hanya duduk di lantai sambil melempar barang ke dinding, hatinya begitu sangat terluka dengan keputusan kedua orang tuanya melarang berhubungan dengan Putri apa lagi menemuinya.
Tegar tau bahwa dirinya tidak dapat meninggalkan Putri karena dia sangat mencintainya sehingga dia hanya bisa pasrah dan dia yakin bahwa suatu saat nanti orang tuanya dan orang tua Putri merestui hubungan mereka.
Disisi lain Riky hawatir dengan adiknya Riky pun pergi memeriksa di kamarnya dan melihat Putri menagis tersedu seduh.
"Kumu nga apa-apa de ???" tanya Riky.
"Kak kenapa mama, papa egois nga, pikirin perasaan Putri."
"Mereka bukan egois tapi mereka memikirkan hidupnya Ade kedepan."
"Maksud kakak ???" tanya Putri penasaran.
"Begini de kalau mama, papa membiarkan Ade sama kuarga Tegar tetap berhubungan pasti keluarga kita yang lain tidak akan setuju, karena keluarga kita semuanya itu, tau kalau keluarga Armadjaya itu pernah menipu keluarga Dewangga, mereka pasti tidak akan setuju dengan hubungan Ade dengan Tegar.
"Terimakasih kak, cuman kakak yang mengerti perasaan Putri."
"Suda tidak usah menangis lagi cobalah berfikir jernih ikuti kata hati Ade mana yang terbaik buat Ade suda yah de, kakak keluar ya kakak mau pergi ke toko sepatu mau beli sepatu," ucap Riky dan langsung berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar Putri pergi meninggalkan Putri dikamarnya, hati Putri pun terasa sedikit tenang mendengar perkataan kakaknya.
"Aku tau kak, Orang tua kita pasti menentang hubungan ku degan Tegar karena mereka menganggap keluarga Tegar adalah penipu tapi aku akan tetap mempertahankan hubungan ku degan Tegar walaupun kalian tidak merestui tapi aku yakin suatu saat kalian akan merestui hubungan ku sama Tegar walau Ku tidak tau sampai kapan," seruh Putri.
tidak lama kemudian hp Putri pun berdering dan langsung pergi melihat siapa yang menelfon teryata Dinda, Putri pun langsung mengankatnya "Haloy, Din ada apa ???" tanya Putri.
"Sebentar malam ada acara perpisahan di kampus kamu datang nga ???" tanya Dinda balik.
"Maaf Din, kayanya aku tidak bisa datang."
__ADS_1
"Emangya ada apa kok nga bisa datang, ini kan malam perpisahan Put."
"Ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan jadi maaf ya aku tidak bisah datang."
"Sebenarya ada apa put, ini adalah malam perpisahan masak kamu nga datang kamu kan salah satu mahasiswa terbaik di kampus sayang kalau tidak datang lagian teman-teman suda menyiapkan semuanya untuk acara sebentar malam."
"Sebenarya seluarga ku melarang aku keluar rumah mereka melarang ku bertemu dengan Tegar," ucap Putri mencoba menjelaskan kepada Dinda.
"Maksud mu bagaimana, aku belum mengerti
mama, papa mu ngelarang kamu pacaran gitu, mereka suda tau kalau kamu pacaran dan melarang kamu bertemu dengan Tegar begitu ???"
"Bukan begitu, panjang ceritanya nanti kalau kita ketemu pasti aku ceritakan tapi sekarang aku nga bisa keluar rumah, aku dikurung sama orang tua ku."
"Yah suda aku mengerti, tapi kalau kita ketemu nanti kamu cerita yah."
"Iya pasti aku ceritain."
"lya suda kalau gitu," ucap Dinda dan langsung mematikan hpnya dan langsung menelfon Doni. tidak lama kemudian hp Doni pun berdering dan mengangkatnya. "Haloy iya Dinda ada apa ???" tanya Doni.
"Putri dan Tegar ada masalah, orang tua mereka melarang mereka bertemu," ucap Dinda.
"Kok bisa, mereka pasti dilarang pacaran kan," ucap Doni.
"Kata Putri bukan itu, katanya ada masalah serius kita harus bantu."
"Kamu punya ide nga, supaya mereka bisa bertemu ???" tanya Doni.
"Gimana kalau nanti aku kerumah Putri minta ijin sama orang tuanya siapa tau di ijinin keluar rumah."
__ADS_1
"Iya de nanti aku juga kerumah Tegar siapa tau di ijinin beneran, nanti aku sampaikan ke Andi kamu sampaikan ke Lisa ya."
"Iya pasti aku sampaikan ke Lisa, suda ya aku mau siap-siap dulu," ucap Dinda dan langsung mematikan hpnya kemudian Dinda pun menghubungi Lisa dan keduanya pun pergi kerumah Putri mencoba minta ijin kepada orang tua Putri.