Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Doni Mengetahui Tegar Dan Tania Suda Bertunagan


__ADS_3

Di sisi lain Putri begitu sangat terpukul degan kehilangannya Tegar Putri hanya berdiam diri di dalam kamar, mama Jamilah pun menghampiri Putri dan membawakan makanan,


"Putri kamu makan dulu nak, suda 2 hari kamu nga makan apa-apa"


Putri pun hanya berdiam diri Tampa mengeluarkan satu kata pun, mama Jamilah pun merasa kasihan kepada Putri dan langsung turun kebawah menghampiri papa Armadjaya.


"Pa aku suda nga sanggup melihat Putri seperti ini, gimana dong pa ???"


tiba-tiba Riky datang menghampiri mamanya mendegar mama Jamilah merintih.


"Ada apa ma, pa kenapa degan Putri ???"


"Ayo kita lihat sama-sama di kamarnya" mereka bertiga pun menuju kamar Putri dan langsung masuk kedalam kamar Putri,


"Sayang ini papa nak, kamu makan dulu yah nak ???"


Putri pun tidak menjawab pertanyaan papanya.


dan Riky pun menyapa Putri Ade ini kakak Riky Ade makan yah ???"


lagi-lagi Putri tidak menjawab pertanyaan kakaknya.


"Pa lihat keadaan Putri kita kenapa seperti ini, apa yang telah laki-laki itu perbuat kepada Putri kita sehingga seperti ini"


Dewangga pun keluar dari kamar Putri, di ikuti degan mana Jamilah, "Aku sama sekali tidak perna menyangka bahwa Armadjaya menyuru anaknya untuk menyakiti Putri kita, jadi ini tujuannya membuat anak kita jatuh cinta kepada putranya dan setelah itu meninggalkanya supaya anak kita menjadi stres, aku tidak akan perna memaafkan keluarga mereka sampai kapan pun, tunggu aku pasti akan membalas perlakuan mu kepada Putri ku tunggu saja"


"Terus gimana pa degan Putri kita sekarang sepertinya dia begitu terpukul degan kehilangan pemuda bernama Tegar itu"


"Papa suda punya rencana ma, papa akan mengirim Putri keluar negri dia akan tingal bersama neneknya dan tantenya di sana, biarkan dia melupakan laki-laki itu"


"Iya pa, ma setuju muda-mudahan setelah dia dia sana Putri bisa melupakan laki-laki itu,"


"Sudalah ma, aku mau makan dulu papa suda sangat lapar," Dewangga dan Jamilah pun pergi menuju meja makan untuk makan, tiba-tiba Putri keluar kamar menuju parkiran mobil pergi meningalkan rumah menuju rumah sakit sesampainya di rumah sakit langsung menghampiri Dinda.


"Kamu suda degar kabar dari Doni soal Tegar sekarang ???"


"Putri, kamu di sini, maaf aku belum tau keberadaan Tegar sekarang"


"Oh gitu, iya suda" dan langsung pergi dari ruangan Dinda menuju rumahnya.


Dinda pun merasa kasihan degan Putri dan menelfon Doni, "Sayang kamu suda ada kabar tentang Tegar ???"


"Maaf Din, aku sama sekali nga tau ke beradaan Tegar sekarang,

__ADS_1


"Gitu yah,"


"Sudah dulu yah, aku lagi di rumah sakit lama aku mau ketemu papa dulu" dan langsung mematikan hpnya, dan langsung masuk ke ruangan papanya, didalam ruangan Doni pun bertemu degan Dokter Dion, "Haiy Dion apa kabar ???"


"Baik, kamu apa kabar lama baget kita nga perna ketemu lagi yah,"


"lya, aku kerja di rumah sakit baru sekarang jadi suda jarang kesini," ucap Doni.


"Gitu dia Dion sekarang, karena suda fokus kerja sampai jarang jegungkin papanya" ucap Dewantara.


"Hehehe, nga kok pa" tiba-tiba ada suster masuk dan memanggil, "Dokter ada pasien"


"Papa tingal dulu yah, dan langsung pergi meningalkan Doni dan Dion.


"Eeh dion kita makan dulu yuk, sambil ngobrol" ucap Doni memangil Dion.


"Oke," dan mereka pun pergi ke kantin makan bersama.


"Oh iya gimana di rumah saki baru banyak pasien ???


"Lumayan sih, kalau rumah sakit lama banyak pasien nga ???"


"lya banyak karna kan suda lama berdiri dan masyarakat lebi mengenal rumah sakit lama, dan uniknya lagi itu ada pasien yg kecelakaan dan pas sadar langsung Tunangan dan aku yang jadi tukang fotonya menurut ku si unik makanya aku fotoin dan si cewenya itu teman SMA aku sih, hahaha


"Iya boleh" ucap Dion, dan langsung mengeluarkan hpnya dan menunjukan ke Doni.


Betapa kagetnya Doni melihat foto itu dan teryata foto itu adalah Tegar dan Tania yang bertunagan,


"Inikan Tegar dan Tania mereka suda bertunagan, boleh kirim foto ini ke nomor ku"


"Iya boleh, aku kirim, emang ada apa ???"


"Nga ada apa-apa terimakasih yah, aku permisi dulu" dan pergi meningalkan rumah sakit lama menuju rumah sakit baru sesampainya di rumah sakit Doni pun langsung menghampiri Dinda.


"Aku mau bicara sama kamu ???"


"Apa, mau bicara apa, ada pasien nih, cepetan yah Jagan lama"


"Tegar suda bertunangan bersama Tania"


"Apa Tegar suda bertunagan dengan Tania, kok Tegar tega banget sih, gimana degan nasip Putri, kok Tegar bisa-bisanya tunagan sama Tania, Tegar dan Putri mereka saling mencintai tapi kenapa malah milih untuk bertunagan degan cewe lain"


"Tania telah menolong Tegar dari kecelakaan, mungkin itu penyebabnya Tegar menerima pertunaganya degan Tania karena merasa berhutang budi kepada Tania"

__ADS_1


"Sekarang gimana kita bisa menjelaskannya kepada Putri, karna Putri sekarang begitu terpukul degan kehilangan Tegar apa lagi kalau dia degar kabar bahwa Tegar suda bertunagan"


"Lebi baik sekarang kita kerumah Putri"


"Iya suda ayo" ucap Dinda memangil Doni, mereka berdua pun pergi bersama menuju rumah Putri sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri,


"Tante ada Putri ???" tanya Dinda.


"Ada di dalam kamarnya, masuka saja ke kamarnya"


"Iya Tante Terimakasih," dan langsung pergi menuju kamar Putri, Dinda pun masuk kedalam kamar Putri dan melihat Putri sedang berbaring


"Putri, ini aku Dinda"


Putri Pun bagun dan bersandar di tempat Tidur,


"Aku harap kamu bisa sabar dan menerima kenyataan ini yah ???"


"Ada apa Din, bilang saja ada apa ???"


"Coba kamu lihat ini ???"


"Apa ini din ???"


"Lihat saja dulu," Putri pun melihat foto itu dan betapa kagetnya Putri melihat Tegar dan Tania Bertunagan.


"Apa, Tegar suda bertunagan degan Tania ???"


"Iya mereka suda bertunagan dan sebentar lagi mereka akan menikah, kamu yang sabar yah Put, aku tau ini tidak muda bagimu menerima kenyataan ini, tapi aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua"


Putri tidak dapat berkata apa pun dia hanya menagis dan menagis,


"Maafkan aku Put, aku tidak bisa membantu mu, tapi aku akan menemui Tegar, dan menanyakan ini semua, aku juga tidak suka degan sikapnya sekarang, kamu yang sabar yah Put," ucap Doni memberi dukungan kepada Putri.


"Kalau gitu aku, dan Doni permisi dulu yah," ucap Dinda dan langsung keluar dari kamar Putri.


Tiba-tiba mama Jamilah menghampiri Dinda, "Kalian suda mau pulang ???


"Iya Tante, mau balik ke rumah sakit, ini masi jam kerja"


"Oh iya hati-hati di jalan"


"Iya Tente terimakasih" dan langsung melanjutkan langkahnya

__ADS_1


"Tunggu dulu Din," ucap Jamilah memberhentikan langka Dinda.


__ADS_2