
"Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti mu, aku sangat mencintai mu Tegar maafkan aku Tegar, aku sama sekali tidak menyangka hubungan kita akan seperti ini, Kamu sendiri yang mengambil keputusan ini, tapi aku tau Tegar kamu masi memperjuangkan cinta kita,
tapi kamu tidak perna pikirkan bagaiman degan perasaan ku, kamu jahat banget Tegar aku benci sama kamu" sambil memukul-mukul bantal, karna suda larut malam dan Putri pun suda merasah lelah menagis dan ahirya dia pun Tertidur
ke esok paginya Tegar pun suda bangun dan mendegar di dalam rumahnya suda begitu sangat ramai dan sibuk mendekorasi setiap ruangan, Tegar pun turun ke lantai bawah dan menanyakan kepada mamanya
"Ada acara apa ma ???" tanya Tegar heran
"Sebentar malam kan Pertunangan kamu sama Tania jadi mama mau undang keluarga kita sama teman-teman mama"
"Bukanya kita suda perna bicara kalau Tegar menerima pertunangan ini degan alasan tidak usa undang orang cukup keluarga kita saja"
"Mama harus undang orang banyak sayang, mama mau semua orang harus tau kalau anak mama akang tunangan, apa lagi keluarga Tania sebentar malam datang kesini karena Tania kan tidak punya rumah di Jakarta jadi bikin acara pertunangan kalian dirumah kita.
"Bukanya Tante Marisa punya adik di Jakarta Kenap kita tidak kerumahnya saja"
"Mama sama keluarga Tania suda sepakat acara pertunangan kalian di rumah ini"
"Iya suda terserah mama sajalah," ucap Tegar dan pergi mencari papanya, sedangkan papa Armadjaya kelihatan sibuk mengurus sesuatu.
"Pa, gimana nih, mama suda sibuk urus semua pertunangan aku sama Tania"
"Maafin papa nak, papa suda bicara degan mama mu tapi mama mu tetap bersih keras tidak mau sampai pertunangan mu gagal, mama mu suda beberapa hari mempersiapkan semuanya, papa tidak tega melihatnya," ucap Armadjaya dan menepuk-nepuk pundak Tegar dan pergi meningalkan Tegar.
Tegar pun seakan putus asa mendegar perkataan papanya dan pergi menuju kamarnya dan mengambil kunci motor dan keluar kamar menuju parkiran motor tiba-tiba mama Sofia pun berteriak memangil Tegar,
"Kamu mau kemana lagi nak hari ini pertunagan kamu, jadi kamu tidak boleh kemana-mana ayo cepat masuk"
"Tegar mau pergi bentar ma, ada urusan ngq lama kok ma, habis urusan langsung balik ke rumah"
__ADS_1
"Nga boleh nak, nga boleh keluar rumah, kata orang rawan orang mau tunangan terus bawah motor"
"Nga apa-apa ma selama mama ijinin Tegar pasti nga apa-apa di jalan, mama nga usa hawatir tidak lama kok ma" dan Tegar pun membunyikan motornya pergi meningalkan rumahnya menuju rumah Putri, sekitaran 40 menit sampailah di rumah Putri namun saat Tegar sampai di rumah Putri, Tegar melihat Putri naik mobil bersama End Woo dan Tegar pun langsung mengikuti mobil End Woo di belakang,
tidak lama kemudian Putri dan End Woo pun sampai di tempat biasa End Woo datangi mereka duduk bersama di kursi,
"Kok kita kesini ???" tanya Putri penasaran.
"Aku sengaja ngajak kamu kesini karna aku tau kamu pasti kepikiran soal kejadian kemarin malam kan ???"
"Kok kamu bisa tau sih ???"
"Karna aku juga kepikiran kejadian semalam, aku tidak mau melihat kamu bersedih, apalagi menagis, makanya aku sengaja bawah kamu kesini supaya kamu semangat kembali melihat pemandangan indah, dan melupakan setiap masalah mu.
"lya terimakasih yah suda mengerti degan perasaan aku"
"lya sama-sama," ucap End Woo dan Tersenyum melihat Putri.
"Ternyata laki-laki ini yang membuat kamu berubah Put, dan cepat berpaling dari aku ternyata kamu suda jatuh cinta degan laki-laki lain, pantesan saja selama ini kamu selalu menghindar dari aku, tidak mau bicara degan ku lagi teryata hati mu suda berpaling ke orang lain,
kenapa rasa hati ku begitu sakit melihat kamu bersama orang lain, hati ku tidak relah melepaskan mu degan orang lain, aku sangat mencintai mu Put, maafkan aku yang tidak bisa memperjuangkan cinta kita, tidak lama kemudian Tegar pun pergi meningalkan mereka menuju motornya dan langsung menghidupkannya pergi menuju rumahnya,
sekitaran 40 menit sampailah di rumahnya Tegar pun langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya papa Armadjaya pun melihat Tegar masuk kedalam rumah degan waja begitu bersedih,
tidak lama kemudian keluarga Tania pun datang, mama Sofia pun langsung menghampiri mereka.
"Adu Sofia maaf yah saya datang terlambat macet di jalan"
"lya tidak apa-apa Marissa ayo masuk kedalam," ucap Sofia dan memangil keluarga Marissa masuk kedalam rumah, Marissa pun bertanya mana Tegar ???"
__ADS_1
"Ada di dalam lagi persiapkan acara bentar malam"
"Gimana Marissa bagus nga Dekorasinya ???
Bagus banget Sofia, Tania suka kan sama Demorasinya ???"
"Iya ma, suka," ucap Tania degan wajah sedikit mengkerut karena Tania tau bahwa Ini hanya pertunagan pura-pura.
keluarga Tania degan kuarga Tegar pun saling berbincang-bincang begitu bahagia degan pertunangan anaknya namun sejak tadi Keluarga Tania datang Tania belum perna melihat Tegar dan bertanya kepada mama Sofia,
Tante Tegar kemana soalnya aku tidak melihatnya dari tadi ???" tanya Tania
"Tadi Tante lihat lagi bantu beres-beres di Taman"
"Oh gitu yah Tante"
tidak tersa waktu begitu berjalan dan suda mau menjelang malam, Tegar pun keluar kamar dan pergi menemui Tania,
"Tania, aku mau bicara sama kamu," ucap Tegar memangil Tania menjauh dari keluarganya.
Tania pun pergi menemui Tegar di taman
Tegar Pun memangil Tania duduk di sebelahnya, Tania Pun duduk di sebelah Tegar dan Tania Pun mengatakan,
"Apa Tegar, kamu mau bicara apa ???" tanya Tania penasaran.
"Maaf kan aku Tania, aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini, aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada mu, aku tidak mau bersandiwara lagi di depan keluarga ku dan keluarga mu, aku akan menjelaskan semuanya supaya mereka mengerti"
"Plisss Tegar Jagan bilang ke keluarga kita masing-masing mereka pasti akan kecewa setelah mengetahui pertunangan kita batal"
__ADS_1
"Maaf Tania aku tidak bisa berpura-pura lagi, lagian kita tidak boleh berbohong terus-terusan, sampai kapan kita berbohong terus, mendingan kita sampaikan sekarang, aku suda siap menerimah amarah keluarga kita jika mereka marah nanti"
"Tunggu Tegar jagan lakukan ini, aku benar-benar menyukai mu sejak kita masi SMP dulu sampai sekarang, semua kenangan indah waktu kita SMP dulu aku masi menyimpannya semua laki-laki yang datang ingin melamar ku, aku selalu menolakya karena aku selalu ingat kenagan kita dulu, dan aku selalu ingat perkataan mu dulu, aku akan datang mencari mu suatu saat nanti, dan aku selalu berharap kamu akan datang mencari ku"