Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Tania Suda Sadar


__ADS_3

Doni pun merasa kasihan kepada Putri yang merasa ke bigungan seperti itu, dan menghampirinya, " Putri aku"


"Apa Doni, suda ada kabar dari Tegar ???" tanya Putri degan muka bahagia.


"Maaf Put, aku suda menghubungi Tegar namun nomorya tidak aktif, aku suda kerumahnya dan kata satpam Tegar tidak balik kerumah, orang tua Tegar juga tidak ada di rumah Omnya Tegar sakit dan ahirya keluarga Armandjaya pergi menjenguk adiknya,


dan nga mungkin Tegar juga ikut kesana sedangkan Tegar selalu profesional dalam bekerja, dan kita tau ahirahir ini kan Tegar dan mamanya kan tidak akur, maafkan aku yah Put, aku sama sekali nga tau Tegar di mana"


"Iya tidak apa-apa terimakasih suda membantu ku," ucap Putri dan pergi meningalkan Doni yang masi berdiri, menuju mobilnya dan pergi meningalkan rumah sakit menuju rumahnya sekitaran 40 menit sampailah di rumahnya dan langsung masuk kamar, papa Armadjaya melihat Putri kebingungan membuatnya bertanya-tanya,


"Putri kamu tidak kerja ???"


"Nga pa, Putri mau ke kamar dulu" dan langsung menuju kamarnya,


"Ma ada apa dengan Putri kenapa dia kelihatan murung begitu ???"


"Papa tau, anak kita lagi stres sekarang mikirin anak Armadjaya, yang katanya lagi hilang"


"Masud mama hilang gimana ???"


"Teman Putri bilang Anak Armadjaya tidak ada kabar beberapa hari ini, nga masuk kerja juga dan nga ada di rumahnya juga, nga tau kemana"


"Jadi gara-gara itu Putri pulang degan waja kusut gitu, cuman gara-gara laki-laki itu sampai dia stres emang apa sih bagusnya anak Armadjaya itu, sampai-sampai Putri seperti itu"


"Sudalah pa, tidak usa di bahas minum kopinnya pa" ucap Jamilah menawarkan kopi ke papa Armadjaya.


"Ma coba cek Putri di kamarnya takut kenapa-kenapa"


"lya pa, ini suda mau ke kamar Putri," ucap Jamilah dan langsung berdiri menuju kamar Putri.


"Putri mama mau bicara sama kamu," Putri pun tidak menjawab perkataan mamanya, mama Jamilah melihat Putri suda tertidur karena suda menutup matanya, dan ahirya mama Jamilah pun keluar dari kamar Putri, tidak lama kemudian Putri pun membuka matanya,


"Maafkan aku ma, Putri lagi banyak masalah sekarang Putri tidak mau berdebat sekarang, Tegar kamu di mana sekarang, kenapa tidak ada kabar sama sekali, suda berapa hari ini kamu tidak memberi ku kabar kamu pikir aku tidak menunggu kabar dari mu, hanya tidur yang bisa aku lakukan supaya waktu cepat berlalu dan semoga saja semua ini hanya mimpi dan saat aku membuka mata, suda ada kabar dari Tegar," karna suda merasa lelah menagis Putri pun Ahirya Tertidur,

__ADS_1


di sisi lain Tegar Pun menjaga Tania suda berapa hari namun Tania belum sadar,


"Aku yakin Tania kamu pasti kuat menghadapi ini semua, aku sama sekali tidak perna menyangka kamu bisa mengorbankan diri kamu menolong aku, apakah sebesar ini cinta mu kepada ku sampai-sampai kamu mengorbankan hidup mu demi aku, ayo bagun Tania aku ada di samping mu sekarang, tapi kenapa kamu tidak membuka mata mu, buka mata mu Tania"


maafkan aku Tania jika aku bersalah sama kamu Jagan hukum aku seperti ini Tania aku tidak bisa memaafkan diri ku sendiri jika kamu terusu-terus seperti ini," ucap Tegar sambil memegang tangan Tania, karena kelelahan Tegar pun tertidur di samping Tania,


tidak terasa waktu terus berjalan dan suda menunjukan jam 6 pagi, tiba-tiba Tania mengerjakan tanganya Tegar pun kaget dan langsung membuka matanya dan bagun melihat tangan Tania bergerak dan lama kelamaan Tania pun membuka matanya,


"Tania kamu suda sadar"


"Aku di mana ???"


"Kamu di rumah sakit, kamu kecelakaan"


"Oh iya yah, aku ingat waktu itu aku lihat kamu menyebrang jalan tidak lihat"


"Maafkan aku Tania ini semua gara-gara aku seharusnya aku yang di tempat tidur ini bukan kamu"


"Tidak apa-apa Tegar aku ikhlas menolong kamu"


"Aku tidak membenci mu Tegar, aku bisa mengerti degan perasaan mu, karna aku tau cinta tidak bisa di paksa dan aku juga tidak mau menikah degan laki-laki yang tidak mencintai ku"


"Sunggu baik hati mu Tania, aku sama sekali tidak perna berfikir Tania yang tombol bisa sebijak ini"


"Hehehe apaan sih, aku memang dari dulu seperti ini Tegar, masa kamu nga nyadar sih"


"Sejak kapan kamu menyukai ku ???" tanya Tegar.


"Sejak kita waktu masi SMP dulu, aku suda suka sama kamu dan kamu adalah cinta pertama ku, dan aku selalu mengingat kata-kata mu dulu, kita pasti bertemu lagi, dan aku selalu menunggu kamu, dan aku yakin kamu pasti akan datang, oh iya aku punya sesuatu buat kamu"


"Apa ???"


"Tolong ambilkan tas aku ???"

__ADS_1


Tegar pun mengambil tas Tania yang di atas lemari samping tempat tidurnya, dan memberikan kepada Tania.


Tania pun membuka tasnya dan mengeluarka sesuatu dan memberikan kepada Tegar.


"Ini apa Tania, ???"


"Kamu masi ingat ini ???"


"lni kan jam tangan yang aku berikan sama kamu waktu kita pulang main hujan-hujan dan jam tangan kamu rusak aku membuatkan jam tangan ini sebagai gantinya, kamu Masi menyimpan ini ???"


"Iya aku masi menyimpan kenangan ini dan aku selalu membawanya kemana pun aku pergi walau aku nga memakainya nanti di bilang orang gila lagi pake jam tangan rumput"


"Hehehehe, kamu sekarang jago bercanda juga yah"


"Sini jam tangan aku, itu sangat berharga bagi ku tau, aku mau menyimpanya lagi"


"Buat apa di simpan lagi kan orangnya suda di sini dan kita juga suda ketemu lagi"


"Tidak apa-apa aku mau menyimpanya lagi, mana berikan pada ku"


"Iya aku berikan ini, kamu tipe setia juga yah orangnya sampai simpan barang begitu lama"


"Namanya cinta pertama sangat sulit untuk di lupakan, dan kamu itu cinta pertama ku"


"Maafkan aku yah Tania, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti mu kemarin-kemarin"


"Sudalah Tegar tidak usa bahas itu lagi, oh iya aku lapar banget nih aku mau makan.


"Iya aku pangil suster dulu untuk mengantar makanan," Tegar pun memangil suster meminta makanan, dan tidak lama kemudian makanan pun datang dan memberikan kepada Tegar.


"Kamu makan dulu yah aku suapin"


"Emangnya aku anak-anak di suapin"

__ADS_1


"Kamu kan lagi sakit jadi harus di suapin buka mulut," ucap Tegar sambil menyuapi Tania.


"Tiba-tiba orang tua Tania datang dan betapa bahagianya Tante Marissa melihat Tania suda sadar.


__ADS_2