Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Kejutan Manis


__ADS_3

"Papa memberimu pilihan, jika kamu tidak menyetujui perjodohan mu, kamu boleh membatalkan perjodohan mu degan Tania, karna berjaga-jaga mama mu pasti sangat marah nantinya, papa akan kirim kamu kerumah om mu, adik papa karena kebetulan mereka pergi ke Kalimantan mama mu tidak akan tau kalau kamu tingal di sana,


untuk sementara kamu tingal disana, disaat suda tenang kamu bisa kembali lagi kerumah ini enta mau tinggal di sini atau kamu mau tingal di rumah lama kita, atau pun dirumah Teguh lagian tidak ada yang tinggalin juga kan, itu semua terserah keputusan kamu"


"Tapi pa, gimana kalau mama tiba-tiba sakit, Tegar nga tega lihat mama sakit kalau Tegar tiba-tiba membatalkan pertunangan Tegar degan Tania"


"Makanya itu kamu harus ambil keputusan sendiri, soal mama mu, nanti papa akan bantu menjelaskanya nanti, yang pastinya kamu berusaha dulu, suda yah papa tinggalkan kamu sendiri biar kamu bisa berfikir degan jernih"


"lya pa, terimakasih banyak pa" dan Tegar pun langsung memeluk papa Armadjaya.


"Iya suda papa pergi dulu nanti mama mu cari papa lagi, Armadjaya pun pergi meningalkan kamar Tergar menuju kamarnya.


sedangan Tegar pasi berdiri di balkon melihat bintang-bintang sambil berfikir, dan mengatakan, "Keputusan apa yah yang harus aku ambil, aku tidak mau membuat mama sakit, gara-gara memikirkan perjodohan ku batal, dan aku juga tidak mau kehilangan Putri apa lagi suda ada laki-laki Korea itu yang selalu mendekati Putri, aku takut lama-lama mereka saling dekat, bisa-bisa Putri memiliki perasaan kepada laki-laki Korea itu,


Aku pusing berfikir kepalah ku sangat sakit rasanya mendingan aku masuk kedalam kamar saja" Tegar pun masuk kedalam kamar dan membaringkan badanya di tempat tidur dia pun kembali berfikir, "Bagaiman kalau besok pagi aku kerumah Putri dan bicara sama Putri siapa tau setelah aku jelaskan semuanya Putri bisa memaakan aku, suda lah mendingan aku tidur saja" malam pun semakin larut dan Tegar pun menutup matanya dan tidak lama kemudian Tegar pu Tertidur.


ke esok Paginya Tegar pun bangun dan suda menunjukan jam 8 pagi Tegar pun langsung bagun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi setelah mandi Tegar pun langsung turun ke lantai bawah dan menuju parkiran motor tiba-tiba mama Sofia berteriak memangil,


"Tegar, kamu mau kemana pagi-pagi begini ???" tanya Sofia mengejar Tegar keparkiran motor.


"Aku mau ke luar sebentar ma ada urusan"


"Ada urusan apa, ? pertunangan mu tingal 5 hari lagi, tidak usa keluar rumah emang kamu tidak bisa ambil cuti 7 Minggu apa ???"

__ADS_1


"Ma, Tegar harus pergi ma, nanti bicara lagi Tegar pergi dulu" dan langsung membunyikan motornya pergi meningalkan mamanya menuju rumah Putri, sekitaran 40 menit sampailah di rumah Putri, Tegar melihat ada mobil warna hitam yang selalu datang kerumah Putri.


"Benar perasaan aku pasti laki-laki Korea itu lagi yang datang, kenapa sih harus selalu datang kerumah Putri ada urusan apa, ? lagian Putri juga ngapain ladenin bikin kesel saja" seruh Tegar dalam hati.


disisi lain Putri pun baru bangun dan langsung cuci muka karena hari ini dinas siang jadi dia bisa bermalas-malasan dirumah tidak lama kemudian Putri pun merasa lapar dan turun ke bawah menuju meja makan sesampainya di meja makan dia pun merasa heran karena melihat begitu banyak makanan,


"Kok banyak makanan, ada acara apa ? kok Bibi Nga bilang kalau ada acara, atau mama pulang hari ini jadi bibi masak banyak, tapi kok mama nga bilang sama Putri kalau pulang hari ini"


tiba-tiba End Woo datang dari arah dapur membawah semangkuk sup dan mengatakan, "Ayo duduk makan"


"Jadi kamu yang masak semua ini ???" tanya Putri merasa heran.


"Iya aku masak semua ini untuk kamu, aku segaja kesini pagi-pagi buat masakin kamu, ini adalah kejutan buat kamu" jawab End Woo degan santai.


"Emang dalam rangka apa kasi kejutan kaya gini, kalau masak sebanyak ini siapa yang makan, nanti mubazir kalau nga di habisin"


"Iya suda, tapi Pangil Bibi sama Satpam dulu" Tampa di duga-duga Satpam, Bibi dan Mbo pun datang.


"Makan disini saja yah semuanya kita makan sama-sama, ucap Putri dan mempersilakan Mbo, Bibi dan Satpam untuk duduk makan bersama.


"Wah enak banget makanannya den, Pantesan aden bikin Restoran masakan aden saja se enak ini," ucap Satpam memuji masakan End Woo.


"Masa si pak, perasaan saya masak biasa kok"

__ADS_1


"Iya beneran Oppa ganteng enak banget masakannya" ucap Bibi memuji masakan End Woo juga.


"Suda yah, dimakan saja makananya di habisin supaya tidak ada yang mubazir," ucap Putri sambil Tersenyum.


"Terimakasih banyak semuanya suda memuji masakan saya, bener-bener sangat membantu saya kedepanya bikin Restoran lagi"


"Wah hebat banget yah den End Woo mau mendirikan Restoran lagi" ucap Satpam memuji kehebatan End Woo.


"Doain saja yah pak, muda-mudahan berjalan degan lancar"


"Iya den pasti bapak doain"


mendengar percakapan Putri dan asisten rumah tangga Putri bahkan Satpam pun memuji kehebatan End Woo membuat hati Tegar semakin panas terbakar api cemburu ingin sekali Tegar datang menghampiri Putri dan ingin memberi pelajaran ke pada End Woo yang selalu mendekati Putri,


namun tidak iya lakukan karena dia tidak ingin membuat keributan di depan Putri dan yang lainya, Tegar pun keluar dari rumah Putri dan kembali ke motornya dan menunggu End Woo pulang, Tegar masuk kedalam rumah Putri tanpa ada yang melihat karena semuanya pada sibuk makan.


Tegar pun duduk di motor sebelah jalan sambil menunggu End Woo pulang dan tidak lama kemudian sekitaran satu jam End Woo pun keluar dari rumah Putri dan menuju mobilnya dan pergi meningalkan rumah Putri.


melihat End Woo pergi Tegar pun menjalankan motornya pergi menuju rumah Doni tidak lama kemudian sekitaran 30 menit sampailah dirumah Doni dan langsung masuk ke kamar Doni yang masi tidur dan membangungkanya degan cara menarik selimut Doni.


"Doni bangun dulu aku mau bicara" ucap Tegar membangungakan Doni degan cara mengoyang-goyangkan tubu Doni


"Aiiiissss ada apaan sih, aku masi sangat mengatuk, biarkan aku tidur dulu sejenak baru kita bicara"

__ADS_1


"Tidak bisa, pokonya aku mau bicara sekarang juga, ayo bangun"


"Apaan sih, aaah masing ngantuk nih"


__ADS_2