
Kakak kenal sama End Woo ???" tanya Lisa penasaran.
"Iya kenal, Pak End Woo ini kerja sama degan perusahaan kakak degan Restoran pak End Woo, Pak End Woo ini adalah pengusaha Restoran terkenal dan banyak pengusaha kerja sama degan Restoran miliknya, kok kamu bisa kenal degan pak End Woo ???"
"Dia temanya Putri kak, Lisa juga baru kenal tadi"
"Iya aku temanya Putri kebetulan aku ketemu Putri tadi dan Putri mengajak aku kesini"
"Iya terimakasih pak End Woo suda luangkan waktunya, mari berfoto sama-sama pak"
setelah mereka selesai berfoto, End Woo pun mengatakan, "Pak Andre saya permisi dulu yah terimakasih sebelumnya"
"Apa tidak bisa tunggu sebentar lagi pak pulangnya kita bisa mengobrol-ngobrol dulu"
"Nga bisa pulang larut malam kakak, nanti orang tua ku marah kalau aku pulang larut malam, kakak Andre kaya nga tau aja, papa, mama ku, kakak kan sering kerumah bermain sama kakak Riky dulu," ucap Putri.
"Iya sih, tapi setau kak Ander nga tau kalau Tante Jamilah sama om Dewangga pemarah, setau kakak Andre mereka tidak perna marah-marah"
"Nga mungkin kan kakak, orang tua ku marah-marah di depan orang lain" ucap Putri sambil Tersenyum melihat kakak Andre.
terlihat jelas di muka Tegar begitu emosi seperti api yang menyalah, ingin menghampiri Putri namun dia selalu menahannya.
Putri dan End Woo pun pamit kepada Lisa dan kakak Andre dan mereka pun turun dari pelaminan dan berjalan menuju parkiran sesampainya di mobil End Woo tiba-tiba Tegar berteriak memangil Putri, dan Putri pun berhenti dan menoleh kebelakang, Tegar pun berlari dan menarik tangan Putri,
"Kamu pulang bareng aku"
"Aku pulang bareng End Woo saja" ucap Putri dan menarik taganya dari genggaman Tegar.
"Biar aku saja yang antar kamu pulang," ucap Tegar dan kembali menarik tangan Putri.
"Maaf anda ini siapa yah ???" tanya End Woo.
__ADS_1
"Aku pacarnya, emangya kamu siapa ???"
"Gini yah Putri datang bersama saya jadi dia pulang juga bersama saya"
"Apa hak kamu bilang seperti itu, Putri ini pacar saya, jadi saya ada hak untuk mengantarnya pulang," ucap Tegar dan menarik tangan Putri.
"Anda jagan memaksa, biarkan saja Putri memilih mau pulang bareng siapa," jawab End Woo dan melepaskan Tangan Putri dari pegangan Tegar.
Putri pun hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata pun dan langsung masuk ke dalam mobil End Woo.
"Sekarang anda suda tau kan Putri memilih pulang bareng siapa"
End Woo pun masuk ke dalam mobil dan membunyikannya pergi meningalkan rumah Lisa, Putri pun melihat Tegar di kaca spion, Tegar masi berdiri tegak kaya patung.
Putri pun mencoba menahan air matanya mencoba bersikap tidak terjadi apa-apa.
"Kamu tidak apa-apa Put ???" tanya End Woo penasaran.
"Iya aku tidak apa-apa kok"
"Aku tidak ingin pulang bareng Tegar kok, lagian aku datang ke pesta bareng kamu dan aku juga yang ngajak kamu ke pesta masa pulang bareng orang lain"
"Gitu yah, aku jadi nga enak sama kamu nih"
"Tidak apa-apa kok, santai saja nga usa di fikirin"
End Woo pun tersenyum melihat Putri dan kembali fokus membawa mobilnya, tidak lama kemudian sekitaran 30 menit sampailah di rumah Putri,
"Terimakasih yah suda mengantarkan aku pulang, maaf yah soal kejadian tadi, aku jadi tidak enak sama kamu"
"Maaf kenapa tidak apa-kok kan aku suda bilang akan melindungi kamu dan kapan pun kamu butuhkan aku-aku selalu ada buat kamu"
__ADS_1
"Tapi gara-gara aku kamu sempat adu mulut degan Tegar"
"lya tidak apa-apa, tadi itu pacar kamu kan, soalya dia mengaku kalau dia itu pacar kamu"
Putri tidak menjawab pertanyaan End Woo hanya Tersenyum melihatnya, dan mengucapkan, "Terimakasih yah," ucap Putri sambil tersenyum melihat End Woo.
"Iya sama-sama," jawab End Woo sambil tersenyum memegang kepalah Putri.
Putri pun membuka pagar dan masuk ke dalam rumah, End Woo pun pergi meningalkan rumah Putri, ternyata pemandangan tadi dilihat Tegar membuat Tegar semakin cemburu.
Tegar pun pergi meningalkan rumah Putri menuju rumahnya sekitaran 30 menit sampailah di rumah Tegar dan langsung masuk ke dalam rumah mencari papa Armadjaya dan kebetulan papa Armadjaya masi menontonn tv Tegar pun langsung menghampiri papanya.
"Pa, tolong Tegar pa, atur semuanya, Tegar suda tidak tahan lagi, aku takut kehilangan Putri pa, karna sekarang Putri dan End Woo semakin dekat dan aku takut Putri akan berpaling dari ku pa, aku tidak mau sampai itu terjadi aku bisa-bisa gilah kehilangan Putri.
"lya nak, papa akan membantu mu, karna papa suda berjanji sama kamu akan membantu mu, lagian papa dapat informasi dari karyawan papa kalau End Woo itu tidak perna dekat degan wanita dan tidak perna serius sama wanita dan baru kali ini dia dekat degan wanita ya itu Putri,
dan memang End Woo bersunggu-sunggu mencinta Putri, jika kamu membiarkan Putri begitu lama dekat degan End Woo bisa-bisa kamu bener-bener kehilangan Putri, papa suda mencari tau semuanya nak"
"Tegar mohon pa bantu Tegar melewati semua ini, Tegar suda tidak tahan lagi pa"
"lya nak, pasti papa akan bantu kamu sekarang kamu pergi istirahat saja, nga usa banyak pikiran"
"Tapi pa, Tegar tidak bisa tidur pikirin perjodohan Tegar yang tingal menghitung jam"
"Suda percayakan ke papa, suda sana masuk kamar tidur"
Tegar pun berdiri dari duduknya dan pergi menuju kamarnya sesampainya di kamarya langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur sambil berfikir,
"Aku sama sekali tidak menyangka kamu tega melakukan ini kepada ku Put, sunggu hati ku sangat sakit melihat mu dekat degan laki-laki lain, apa suda tidak ada rasa cinta mu kepada ku, begitu cepatnya kamu melupakan aku Put, sedangkan aku tidak bisa melupakan mu, Aku bener-benar takut kehilangan mu Put" tidak terasa air mata Tegar pun menetes dan Tegar pun menutup matanya dan lama-kelamaan Tegar pun tertidur.
disisi lain Putri pun mengis histeris di kamar merasa sangat bersalah karena suda membuat Tegar semakin cemburu dan membuatnya semakin tersiksa,
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti mu, aku sangat mencintai mu Tegar maafkan aku Tegar, aku sama sekali tidak menyangka hubungan kita akan seperti ini, kamu sendiri yang mengambil keputusan ini, tapi aku tau Tegar kamu masi memperjuangkan cinta kita,
tapi kamu tidak perna pikirkan bagaiman degan perasaan ku, kamu jahat banget Tegar aku benci sama kamu" sambil memukul-mukul bantal.