Berjuang Bersama Mu

Berjuang Bersama Mu
Dukungan Papa Armadjaya


__ADS_3

"Pak, ada tamu dari Restoran sebelah, ingin bertemu degan bapak" ucap seseorang yang menelfon End Woo.


"lya suda saya kesana sekarang, dan mematikan hpnya. "Aku harus balik Restoran sekarang, nanti kita ketemu lagi."


"lya suda hati-hati dijalan daaahhhhh"


End Woo pun berdiri dan keluar dari rumah Putri menuju parkiran dan menaiki mobilnya pergi meningalkan rumah Putri, setelah End Woo meningalkan rumah Putri,


Tegar pun menaiki motornya dan membunyikan nya dan pergi meningalkan rumah Putri, meuju rumah Dinda, tidak lama kemudian sekitaran 45 menit Tegar pun sampai di rumah Dinda.


Dinda pun kaget melihat Tegar datang dan langsung masuk menuju halaman rumahnya kebetulan pagar rumahnya tidak terkunci karna kedatangan Doni.


"Tegar, kok kamu kesini ada apa ???" tanya Doni penasaran


"lya ada apa Tegar kok kerumah ku tidak memberitahu ku lebi dulu ???" tanya Dinda. penasaran juga degan kedatanga Tegar kerumahnya.


"Aku ada perlu sama kamu, aku mau tanya ada hubungan apa Putri degan laki-laki Korea itu yang bernama End Woo"


mendegar perkataan Tegar Dinda pun ragu ingin menjawap dan Dinda pun mengatakan, "Aku tidak tau"


"Jagan bohong aku tau kamu pasti tau semua, karna Putri pasti selalu curhat sama kamu kan ???"


"Aku tidak tau Tegar," ucap Dinda mencoba mengelah lagi tidak mau memberitahukan kepada Tegar.

__ADS_1


"Plissss Dinda beritahu aku apa hubungan mereka, jujur aku sangat sayang sama Putri aku takut kehilangan Putri."


sontak saja keluar dari mulut Dinda langsung mengatakan, "Kamu bilang sayang haaaaa, apa itu yang di bilang sayang menerima perjodohan degan orang lain, asal kamu tau saat kamu menerimah perjodohan mu, Putri begitu terpukul seakan tidak ada kesemangatan hidup lagi, dia menagis sepanjang malam aku yang jadi saksinya, dan yang setia memberi,


dukungan kesemangatan, hanya laki-laki yang bernama End Woo itu, dia yang menyemangati Putri, sehingga dia bisa bangkit lagi, Putri dan End Woo dekat setelah kamu menerimah perjodohan kamu degan wanita lain, dan End Woo mengatakan cinta kepada Putri namun Putri menolaknya"


mendegar perkataan Dinda, hati Tegar begitu sakit karena ada laki-laki lain yang menyukai Putri dan berjuang ingin mendapatkan cintanya, Tegar pun begitu emosi tanganya mengepal dan matanya berkaca-kaca dan ahirya dia meneteskan air mata karena tidak tahan memendam lagi rasa sakit di hatinya.


"Aku tidak mau ini sampai terjadi aku sangat memyangi Putri aku takut kehilangan Putri, aku menerimah perjodohan ini karena setiap aku menolak perjodohan mama ku langsung sakit dan aku tidak tega mihatnya aku tidak mau durhaka sama mama ku, tapi aku juga tidak mau kehilang cinta ku, plisssss bantu aku Dinda, kamu sahabat Putri pasti Putri akan mendegar nasehat mu," ucap Tegar memohon kepada Dinda.


"Tidak ada yang bisa aku katakan ke Putri Tegar, aku hanya bisa mendoakan kamu dan Putri bisa bersatu, karna semua keputusan ada sama dirimu sendiri kamu yang menentukan hidup mu sendiri bukan orang lain"


Tapi setidaknya kamu bisa menyakinkan Putri, kalau aku masi sangat mencintainya"


"Iya nanti aku coba bicara lagi degan Putri"


tidak lama kemudian sekitaran 30 menit sampailah dirumahnya dan langsung membuka pintu dan masuk kedalam rumahnya, Tegar pun langsung melewati mama dan papanya yang sedang menonton TV diruang TV, Tegar pun langsung menaiki tangga Tampa menyapa mama dan papanya.


"Tegar kamu dari mana nak ???" tanya Sofia.


Tegar pun tidak menghiraukan perkataan mamanya dia tetap melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan sampailah kamarnya tegar pun langsung menarim sprei dan membantingnya di lantai dan melempari semua bantal-bantal di tempat tidur, Tegar begitu sangat emosi degan perkataan Dinda tadi bahwa End Woo menyukai Putri.


"Pa aku mau naik lihat Tegar duludikamarya, aku mau bicara soal pertunanganya dengan Tania tingal 6 hari lagi tapi dia masi saja sibuk kerja," ucap Sofia.

__ADS_1


"Biar papa saja yang bicara degan Tegar ma, mama istirahat saja di kamar lagian ini suda tegah malam nanti mama sakit lagi"


"lya suda de kalau gitu papa bicarah gih sama Tegar, mama mau ke kamar istrihat, Jagan lupa disampain pesan mama yah, pa ???"


"lya ma, nanti papa sampai pesan mama"


Mama sofia pun berjalan menuju kamarnya dan masuk kamar dan menutup pintu, Armadjaya pun berjalan menuju kamar Tegar dalam hati Armadjaya suda mengetahui kalau Tegar ada masalah kelihatan jelas di wajahnya begitu emosi, Armadjaya pun menaiki tangga menuju kamar Tegar sesampainya dikamar Tegar dan langsung membukanya, kamar Tegar pun begitu berantakan, Armadjaya pun mencari-cari keberadaan Tegar dan melihat pintu balkon terbuka dan langsung menghampiri Tegar,


"Papa tau kamu pasti ada masalah berat saat papa lihat wajah mu pas pulang tadi, ada apa nak ???" tanya Armadjaya.


"Aku pusing mikirin Perjodohan ku tingal enam hari lagi tamba lagi ada laki-laki lain menyukai Putri membuat ku semakin emosi dan tidak bisa mengendalikan diri ku, aku tidak mau kehilangan Putri pa, aku bisa gila pa, aku harus bagaimana sekarang pa, aku pusing memikirnya"


"Tenang nak, pasti ada jalan, kendalikan emosi mu, supaya kamu bisa berfikir degan jernih, emangnya siap laki-laki yang menyukai Putri itu ???"


"Ada itu laki-laki pemilik Restoran Korea yang baru di buka di pinggir jalan sana, dia sering menemi Putri"


"Restoran Korea yang baru di buka itu ada makanan Tradisional Indonesia nya ???" tanya Armadjaya.


"Kok papa tau, emang papa tau dari mana ???" tanya Tegar balik.


"Iya papa tau karena papa kerja sama degan pemilik Restoran itu, perusahan kita memesan makanan di situ rasanya sangat enak murah dan bahan-bahanya suda teruji, papa kenal baik pemilik Restoran itu Kim End Woo, dia pemuda kaya raya dan pekerja keras, saingan mu sunggu berat nak, kalau kamu sangat mencintai Putri perjuangkan, kejarlah cintamu sebelum di ambil orang"


"Terimakasih banyak pa, suda merestui hubungan ku degan Putri, Terus bagaimana degan perjodohan ku degan Tania pa, ???"

__ADS_1


"Papa memberimu pilihan, jika kamu tidak menyetujui perjodohan mu, kamu boleh membatalkan perjodohan mu degan Tania, karna berjaga-jaga mama mu pasti sangat marah nantinya, papa akan kirim kamu kerumah om mu, adik papa karena kebetulan mereka pergi ke Kalimantan mama mu tidak akan tau kalau kamu tingal di sana,


untuk sementara kamu tingal disana, disaat suda tenang kamu bisa kembali lagi kerumah ini enta mau tinggal di sini atau kamu mau tingal di rumah lama kita, atau pun dirumah Teguh lagian tidak ada yang tinggalin juga kan, itu semua terserah keputusan keputusan kamu."


__ADS_2